Proyek Jalan Lintasan Kumbe-Oi Foo Disorot LSM

Kondisi proyek jalan Kumbe dan Oi-Foo. Foto: Arifuddin/Metromini
KOTA BIMA – Proyek pembangunan jalan dalam paket pekerjaan Peningkatan Jalan Kumbe dan Oi-Foo yang menelan anggaran lebih dari Rp7 miliar dipermasalahkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat asal Kota Bima.

Menurut Ketua LSM Lembaga Transparansi Kebijakan Anti Korupsi (LATSKAR), A. Rafik mengungkapkan, proses pengerjaan proyek peningkatan jalan tersebut terkesan asal-asalan. “Dari hasil investigasia kami, proyek tersebut tidak sesuai dengan standar aspal (baca: hotmik), seperti yang tertuang dalam dokumen dan spek pekerjaan,” ujar dia, Senin (5/12/2016) kemarin.

Rafik menjelaskan, semestinya ketebalan aspal yang harus dihotmik dalam proyek tersebut harus 10 cm.

“Hasil pengecekan kami di lapangan, tebal aspal proyek tersebeut bervariatif antara 2 sampai 5 cm saja. Harusnya, tebal aspal sesuai spec 10 cm. Inikan kesalahan yang fatal dan harus ditindaklanjuti agar anggaran Negara tidak terbuang percuma begitu saja,” kata lelaki yang akrab dipanggil Guru Toi itu.

Diakuinya juga, proyek yang dikerjakan oleh PT. Citra Nusra Persada itu, tidak menggunakan aspal standar pertamina, melainkan menggunakan aspal curah yang dicampur dengan minyak tanah.

“Di samping itu, temuan kami di lapangan, jika dilihat dari sisi bahu jalan yang dikerjakan dalam proyek tersebut, ukuran ketebalan aspalnya tampak tidak seperti ketinggian yang telah ditentukan dalam spek pekerjaan ini,” tutup dia kepada Metromini.

Sementara itu, pihak rekanan atau kontraktor pekerjaan belum bisa diambil keterangannya. Wartawan yang ke lokasi pekerjaan, tidak berhasil menemui pihak yang berkompeten untuk menanggapi sorotan yang dilayangkan LSM Latskar.

“Bosnya nggak ada. Nanti kalau sudah ke sini, kami beritahukan ada Wartawan yang ingin wawancara masalah proyek ini,” tandas seorang pekerja di lokasi proyek tersebut, Selasa (6/122016) pagi ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item