PDAM Akui Jual Air Bersih dan Merugi Karena Proyek Drainase

Direktur Tehnik PDAM Bima, H. Maman, S. Adm. FOTO: Amirulmukminin/METROMINI
KABUPATEN BIMA – Sorotan atas dugaan pelanggaran yang disampaikan Banu Sultan, warga Lingkungan Sarata soal aktivitas mobil tangki PDAM Kabupaten Bima di akun Facebook miliknya. Ternyata, tentang transaksi jasa mobil tangki yang menjual air bersih ke depot air minum isi ulang diakui pihak PDAM Bima dan itu legal.

Direktur Tehnik PDAM Bima, H. Maman, S. Adm mengaku, sudah lama mobil tangki milik PDAM menyuplai air bersih pada langganannya yang bersifat ekonomis seperti ke para pengusaha pemilik depot air minum isi ulang.

“Sudah banyak pengusaha air minum yang menjadi langganan PDAM. Kami memang rutin menyuplai air bersih untuk para langganannya tersebut. Dan yang pasti itu bukan sebuah pelanggaran. Kami kan Badan Usaha Milik Daerah (BMUD) yang memasarkan air bersih di setiap satu tangkinya seharga Rp150 ribu,” jelas Maman, di kantornya, Senin (30/1/2017) siang tadi.

Baca juga:

Lanjut dia, sistem pembayaran dilakukan di muka. PDAM akan menyuplai air, jika pelanggangnya membayar untuk penyediaan air bersih dalam jumlah minimal 10 mobil tangki.

Di sisi lain, soal keterbatasan ketersediaan air bersih di beberapa titik lingkungan pasca bencana banjir. Maman mengaku kalau keadaan tersebut disebabkan aliran air yang tidak jalan. Kata dia, pipa untuk menyalurkan air sudah rusak total akibat perbaikan drainase di seluruh wilayah Kota Bima.

"Perbaikan drainase di wilayah kota, yang merusak pipa air milik kami dan ini sebab utama air jalannya air bersih ke tiap rumah tangga. Dan keadaan ini, setidaknya kerugian yang kami alami diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar," tuturnya.

Pihaknya mengaku sudah bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima. Namun hingga kini, surat tersebut belum direspon.

Bicara soal kebutuhan air bersih untuk masyarakat saat sekarang. Dia mengaku menyerah, karena saat ini sarana dan pipa saluran air milik PDAM sudah banyak yang rusak akibat proyek perbaikan drainase di kota.

“Kami mengaku angkat tangan untuk menyuplai kembali air ke warga yang sarana pipanya sudah rusak saat ini,” tandasnya.

Kepada para pelanggan PDAM, Maman berharap sedikit bersabar. Dan kondisi ini, tentu kita akan maksimalkan pendapatan dari air bersih untuk PAD tidak hanya bersumber dari pelanggan. Tapi, siapa saja pihak yang membutuhkan air bersih akan kami maksimalkan untuk mendongkrak pendapatan yang ada.

“Masyarakat diharapkan bisa bersabar hingga fasilitas pipa PDAM kembali normal. Dan jika ingin air bersih, saat ini warga harus mengeluarkan biaya sendiri. Dan soal tagihan PDAM, selama air tidak dipakai oleh warga, maka tidak ada kewajiban membayar tagihan bulanan," terangnya.

Terakhir, diakuinya, PDAM Bima belum bisa memastikan kapan aliran air kembali normal. Sebab, perbaikan pipa sangat bergantung pada perbaikan drainase yang ada. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item