Pandangan Wabup Sedikit Kecewa Saat Inspeksi di Kantor Baru

Wakil Bupati Bima, Drs, H. Dahlan M. Noer (sepatu bot hijau) bersama beberapa pejabat meninjau Kantor OPD yang baru di kompleks Kantor Bupati Bima di Desa Dadibou, Kabupaten Bima Jum'at (10/2/2017). FOTO: Amairulmukminin/METROMINI

KABUPATEN BIMA - Wakil Bupati Bima, Drs, H. Dahlan M. Noer meninjau Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru di kompleks Kantor Bupati Bima di Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima Jum'at (10/2/2017) siang. Saat peninjauan berlangsung, Dahlan terlihat kecewa dengan kondisi kantor yang ada.

Baca juga:

"Secara kualitas, kondisi kantor ini kurang meyakinkan untuk digunakan sebagai tempat kerja," ungkap Dahlan.

Melihat kondisi bangunan ini, kata dia, masih ada penataan dalam hal estetika dan kualitasnya yang kurang. Kondisi ini, menurut dia, pihaknya masih membutuhkan waktu lagi untuk pindah ke kantor yang baru. Namun, ia pun tak bisa lagi mengundur-undur soal kepindahan kantor lingkup Pemkab Bima yang masih ada di wilayah Kota Bima.

"Apa mau dikata, kondisi memaksa harus segara pindah. Kalau secara pribadi, saya masih perlu waktu lagi kita untuk menempati kantor yang baru ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, kenyamanan dan keindahan pada tatanan kantor dapat menjadi magnet dalam bekerja. Terutama akan menciptakan rasa bangga apalagi jika ada tamu dari luar daerah.

"Keindahan masih kurang dan sisi ini juga harus diperhatikan, sebab kantor adalah rumah kedua bagi kita," tuturnya.

Namun, menurutnya jika menunggu sarana dan prasarana yang lengkap. proses kepindahan ini akan sulit. Setidaknya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima butuh dana sekitar ratusan miliar lagi agar kantor terlihat megah dan representatif keadaannya.

"Tentu proses ini akan dilakukan sambil jalan. Untuk itu, mari kita bangun kantor ini secara bersama-sama," ajaknya.

Soal kepindahan kantor, kata dia, tidak hanya atas desakan masyarakat di Kabupaten Bima, namun ada juga beberapa alasan untuk keharusan ini.

"Alasan lainnya sebut saja kondisi kantor lama yang rusak akibat terendam banjir bandang di Kota Bima beberapa waktu lalu. Maklum, sebagian besar kantor Pemkab Bima masih berada di Kota Bima," jelas dia

"Daripada kita habiskan anggaran untuk perbaikan kantor lama, lebih baik anggaran itu kita gunakan untuk bangun kantor baru sedikit demi sedikit," tegasnya menambahkan.

Alasan lain, ia menambahkan, sangat tidak elok jika dua pemerintahan daerah berada dalam satu wilayah. Sebab pasti ada salah satu pemda yang tidak akan populer.

"Seperti saat banjir kemarin, hanya Kota Bima yang disorot. Padahal instansi Kabupaten Bima 90 porsen ada di Kota Bima," cetus pria yang punya ciri khusus berambut putih itu.

Namun dia menegaskan, walaupun kantor tidak terlalu representatif untuk bekerja, Dahlan minta agar kantor dijaga kebersihan dan kerapiannya. Sebab, tampilan fisik kantor dapat mengambarkan kondisi pribadi yang menempatinya.

"Kalau kantor kotor, itu menunjukkan pribadi kita juga kotor," pungkasnya. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item