Ratapan Ismail di Tolotongga, Pria Tua yang Sebatang Kara

Pria Tua Sebatang kara, Ismail berdiri di depan rumahnya saat disambangi Reporter Metromini. FOTO: Dedi Irawan/METROMINI
KOTA BIMA – Usai hujan, Rabu (1/2/2017) sore itu Reporter Metromini mengunjungi lelaki paruh baya, Ismail (70). Sungguh, hidup seorang lelaki tua yang menyedihkan bila bertandang ke gubuk reok milik Ismail. Letaknya, di RT 18 RW 7, Lingkungan Tolotongga, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Di gubuk reok di tengah areal perkebunan lingkungan Tolotongga, Ismail menghabiskan kehidupan di masa tuanya. Dia hidup sebtang kara. Saat banjir melanda, tempatnya pun terkena dampaknya. Ismail tentu tak kemana-mana, Istri yang dicintainya pun meninggal dia sudah lama.

Kepada Metromini, tetangga beliau Mulyadin dengan bahasa Bima menceritakan soal Ismail. Menurut Mulyadin,  Ismail dan dirinya tak pernah ada pemerintah yang datang membantu hidup mereka di sini. Di usianya yang kian renta, Ismail yang bisu dan tak bisa bicara hidupnya sendiri saja.

Baca juga:

“Sudah bertahun-tahun Ismail tinggal sendiri di kebun. Bantuan dari orang, hanya dari tetangga di lingkungan ini saja yang sering membantu. Itu pun ketika kami memiliki sesuatu yang lebih. Dan kami pun bersyukur masih bisa melanjutkan hidup atas karunia Tuhan ini, ananda,” curhat Mulyadin yang menceritakan kisah kondisi mereka di lingkungan terpencil di Tolotongga ini.

Mulyadin melanjutkan, usai bencana sebulan lebih yang lalu. Kata Mulyadin, Ismail pernah didatangi saudaranya. Dia dibantu seala kadarnya. Dan karena keadaannya yang sama-sama masih mencari bahagia, Saudara Ismail pun jarang menjenguk saudaranya di sini.

"Beliau hidup di tinggal pergi suaminya. Kami pun merasa Iba. Mana sudah usia yang kian tua, tak bisa bicara, bahkan kami di sini pun jarang melihat beliau karena memang semua keadaan masyaraklat di sini dalam keadaan ekonomi lemah semua," ujar Pak Mul.

Mulyadin melanjutkan, para warga yang tinggal RT tidak pernah didatangi oleh Pemerintah Kota Bima bahkan Ketua RT/RW setempat pun terkesan acuh. Saat heboh adanya bantuan dana Cash For Work (CFW) dari pemerintah. Jangankan mendapat satu rupiah, disurvei sebagai warga Tolotongga kami tidak.

“Di sini saya dan ada sekitar 5 KK, sama sekali tidak pernah mendapat bantuan apapun. Demikian juga dengan bantuan CFW Rp500 ribu,” ungkapnya kepada Metromini saat Mulyadin mengunjungi gubuk milik Ismail dan ikut memberikan keterangan kepada Metromini karena memang Ismail tua, ternyata sang bisu sebatang kara. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item