LMND 'Bertamu" ke Polda, Minta Tuntaskan Kasus Bawang Merah dan Fiberglass

LMND Eks Wilyah NTB menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTB,  Rabu, 29 November 2017. METROMINI/Dok
KOTA MATARAM - Maraknya kasus mangkrak di meja Kepolisian Daerah (Polda) NTB menjadi pertanyaan bagi kalangan agen sosial kontrol di Kota Mataram dalam mendorong penuntasan kasus yang ada. Pasalnya, Rabu, 29 November 2017, organisasi kemahasiswaan LMND Eks Wilyah NTB kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTB.

Kordinator aksi Mirsadin menjelasakan, persoalan bangsa yang semakin hari semakin gersang dan keadaan rakyat yang semakin tertindas di tengah penguasa modal asing atas perekonomian indonesia sedang menjadi sorotan diberbagai kalangan.

"Akhir-akhir ini.pembiaraan terhadap penguasa modal asing  saat ini menimbulkan dampak negatif bagi rakyat Indonesia. Di berbagai sektor kehidupan yaitu ekonomi, politik dan sosial budaya," ucap dia. 

Menurutnya, kemiskinan dan kesenjangan sosial semakin merajalela, Pemerintah berdasarkan demokrasi liberal yang salah kaprah ini menyebabkan rakyat menjadi budak di tanahnya sendiri. Sehingga berimbas pada terancam dan hancurnya karakter bangsa yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian.

"Pemerintah negeri semakin memperkuat posis iimperialisme. Sehingga para penguasa modal asing bisa dengan gampang mengintervensi setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan menitipkan kaki tangannya dalam kursi–kursi eksekutif-legislatif-yudikatif yang akan terus membela kepentingan modal," pungkas Mirsadin.

Baca: Ini Kisah Kasus Fiberglass 5 Tahun ‘Tertidur’ di Polisi

Orator lainnya Firman mengatakan, kegagalan rezim hari ini bisa diukur dari lemahnya pertahanan kedaulatan hukum yang tidak lagi memberikan rasa keadilan pada rakyat yang sampai hari ini masih menginginkan kepastian hukum itu sendiri, 

"Korupsi seakan dibiarkan tanpa diproses dan diusut secara tuntas, Korupsi yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bima dalam pengadaan bibit bawang merah senilai Rp48 M dari APBN ditahun 2016 dan kasus yang sama di tahun 2015. Kasus Fiberglass yang sudah ditetapkan tersangka, Kasus K2 dari 598 orang yang dinyatakan lulus," beber dia.

"Ada yang diduga tidak memenuhi syarat. Demikian pula yang terbaru kasus rekruitmen GTT dan sederet kasus lainnya di NTB yang kerap merayakan ulang tahunnya di 5 hingga 6 tahun terakhir ini," tutur Firman menambahkan sederet kasus yang ada dalam tubuh Pemkab Bima saat ini.

Untuk itu, dia berharap, terkait kasus yang dibeberkan diatas dan yang sedang diproses di Polda NTB untuk segera dituntaskan dan diperjelas kepastian hukumnya.

Di sisi lain, pihak Polda NTB masih dimintai tanggapannya untuk dikonfirmasi atas sorotan LMND NTB tersebut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item