Akhirnya, Uang Asuransi Milik Janda yang 'Ditilep' ASN DKP Dikembalikan


Ramlah, penerima uang klaim asuransi yang sempati ditilep uangnya oleh 3 oknum pegawai di UPT DKP Kec. Sanggar, pekan lalu. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Mencuatnya  tingkah pongah oknum 2 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seorang honorer di kantor Unit Pelaksana Tehnis Dinas Kelautan dan Perikanan (UPT DKP) Kecamtan Sanggar atas dugaan penilepan uang asuransi setelah terbongkar, akhirnya dikembalikan. 

Pasalnya, uang klaim milik istri almarhum seorang nelayan (Ramlah) senilai Rp160 juta yang bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yang disalurkan lewat asuransi Jasindo dan diserahkan oleh Bupati Bima menjadi buah bibir yang mencoreng nama Pemerintah Kabupaten Bima. 


Dikabarkan sebelumnya, setelah menerima uang Rp160 juta yang diserahkan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Selasa pekan lalu di Kantor Camat Sanggar. Dalam kondisi diperdayai dan diajak ke Kota Bima oleh oknum pegawai UPT DKP Kecamatan Sanggar, Ramlah mencairkan uang senilai Rp60 juta. Dan menurut pengakuan Ramlah, dengan nada dirinya diancam dan diperdayai, oknum ASN tersebut mengambil yang sebanyak Rp60 juta setelah proses pencairan yang dilakukan oleh Ramlah di salah satu Bank di Kota Bima, pekan lalu. 

Saat ini, setelah pemberitaan di media massa dan menjadi viral di sosial media. Ramlah yang ditemui Wartawan Metromini, Selasa, 19 Desember 2017 di salah satu rumah keluarganya di Desa Kore, Kecamatan Sanggar mengaku bahwa uang tersebut sudah dikembalikan secara utuh.

"Uang yang diambil dari dana klaim asuransi yang diambil oleh oknum ASN (Sb, Mh dan seorang honorer) di Kota Bima, sudah dikembalikan pada hari Sabtu, 16 Desember 2017 lalu," ucap Siti Ramlah, di Dusun Punti Moro, Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, kemarin.

Menurut Ramlah, uang yang dikembalikan adalah senilai Rp60 juta oleh Kepala UPT DKP Kecamatan Sanggar (Inisial Sb) di kediaman Ipar Ramlah (Ahmad). Saat pengembalian oleh Kepala UPTD dirinya didampingi dan disaksikan oleh pihak keluarganya selaku penerima uang itu. 

"Saya didampingi oleh Pak Ahmad (Ipar Saya) dam Erwanto serta Pak Izhar,  dan saat pengembalian uang tersebut saya pun menandatangai Surat Pernyataan," tuturnya yang enggan menyebutkan isi pernyataan yang ditandatanganinya itu.

Lanjut Ramlah, setelah proses pengembalian uang di Desa Kore, dirinya menghadiri undangan atau panggilan dari pihak Inspektorat Kabupaten Bima untuk memberikan keterangan dari masalah ini. 

"Setelah menerima uang dari Kepala UPT di rumah Pak Ahmad, saya langsung menuju Kota Bima dan menemui pihak Inspektorat Kabupaten Bima," tuturnya.


Pengakuan Kepala UPT DKP Kec. Sanggar

Proses pengembalian uang senilai Rp60 juta oleh Kepala UPT DKP Kec. Sanggar, Sabtu (16/12/2017) lalu di Desa Kore, Kecamatan Sanggar. METROMINI/Dok
Untuk mengklarifikasi kasus ini, Kepala UPT DKP Kecamatan Sanggar dan kedua oknum pegawai yang berkali-kali coba ditemui Metromini di kantornya yang ada di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, tidak ada satu pun dari ketiganya yang hadir ke kantor hingga Selasa, kemarin.

Akhirnya, Sb, Kepala UPTD yang berhasil dikonfirmasi via telpon selurenya mengaku, mereka sudah dipanggil dan bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri. Kata Sb, uang milik Ibu Ramlah pun sudah dikembalikan. 

"Kita sudah dipanggil oleh pihak Inspektorat dan saat sekarang kita lagi menunggu panggilan lanjutan dari Inspetorat. Dan soal uang Rp60 juta itu, sudah dikembalikan ke Ibu Ramlah pada hari Sabtu (16 Desember 2017) sekitar jam 13:00 WITA di rumah Pak Ahmad dan diterima langsung oleh Ibu Ramlah," tutur Sb, kemarin. 

Diakuinya, dalam masalah ini, dirinya mengaku bersalah. Dan sebagai pimpinan, Sb pun mengaku akan bertanggung jawab. 

"Dalam masalah ini, salah saya karna saya adalah pimpinan dan saya harus bertanggung jawab," ucapnya.

Sb mengisahkan, awal mula pembagian uang ini bermula dari adanya telepon dari Pak Ahmad (Ipar Ibu Ramlah) yang meminta bagian dari uang ini. Namun, permintaan Pak Ahmad tak menyebutkan nominalnya. Dan dalam masalah ini, staf UPT Pak Mh (Mantan Sekdes Kore) yang tahu persis dalam rencana awal pembagian. 

"Pertamanya saya ditelpon Pak Ahmad yang meminta bagian. Pak Ahmad ini keluarga suaminya (Ibu Ramlah-red). Cuman saat itu tidak disebutkan angkanya itu berapa. Ada staf UPTD Pak Mh yang tahu angkanya," ungkap Sb.

Lanjut Sb, dari pengakuan Pak Mh, sebenarnya rencana awalnya dari uang Rp160 juta, ingin dibagi untuk Dinas Rp50 juta, untuk UPT Sanggar Rp50 juta dan untuk Ibu Ramlah Rp60 juta.

Tapi, saat pengambilan uang di Ibu Ramlah sebesar Rp60 juta. Dan uang itu dipotong atas kesepakatan bersama dan penyerahan uang di salah satu warung es kelapa yang ada di Lingkungan Niu atau di batas kota, Kota Bima. Dan untuk masalah pengancaman atau ingin masukkan Ibu Ramlah ke dalam Buim ia tidak mengakui dan tidak pernah mengatakan hal itu kepada Ibu Ramlah.

"Kalau pengancaman ingin masukan bui ibu Ramlah saya tidak tau sama sekali. Dan pembagian uang dilakukan di warung es kelapa (di batas Kota Bima) dan itu atas kesepatan bersama," terangnya.

Diakuinya, dirinya sangat menyesalkan adanya kejadian ini. Dan kata dia, sebenarnya pengembalian uang yang dilakukannya pada hari Sabtu (16/12/2017), harusnya dikembalikan olek Pak Mh, bukan dirinya.

"Harusya yang kembalikan uang Rp60 juta itu sebenarnya bukan saya tapi Pak Mh. Karna dialah yang bisa menjelaskan semua masalah uang ini," ungkapnya.

Dirinya merasa bingung dengan tindakan anak buahnya. Seharusnya, Pak Mh jangan lepas tangan dalam maslaah ini--di tengah Pak Mh yang lebih tahu masalah ini. 

"Terkait dengan pernyataan saya ke Pak Ahmad (Ipar Ramlah) tentang uang yang sudah ke Kepala Dinas, Kabar itu saya dapat dari pengakuan Pak Mh. Sebenarnya, Pak Mh yang tahu masalah ini semuanya. Dan karena uang sudah dikembalikan ke korban, Kami hanya menunggu periksa lanjutan saja dari Inspektorat saja saat ini," tuturnya.

Di sisi lainnya, Pak Mh dan pihak Inspektorat Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi lanjut terkait dengan pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item