Anggaran BSPS Diduga Disunat, Rumah Warga di Simpasai-Dompu ini Terbengkalai


Kondisi rumah penerima bantuan BSPS di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu yang diduga disunat bantuannya. Saat ini, rumah yang dibangun terbengkalai keadaannya. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN DOMPU - Program Bedah Rumah untuk masyarakat miskin di RT 25/05, Lingkungan Dore, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Bima berujung masalah. Betapa tidak! Anggaran yang dikucurkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPS) diduga disunat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Seorang warga, DJ mengaku, warga miskin bernama Jafar Yasinmendapatkan anggaran Rp15 juta untuk program tersebut hanya menerima Rp7 juta. 

"Pemotongan anggaran BSPS itu dialami oleh Jafar Yasin, warga Dusun Dore, Kelurahan Simpasai. Akibat keadaan itu, proses pembangunan rumah hingga kini masih terbengkalai. Uang yang diterima warga tidak cukup," ujar DJ via ponselnya, Sabtu 23 Desember 2017 lalu.

Keluarga penerima bantuan BSPS di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu yang diduga disunat bantuannya dan rumah yang dibangunnya kini terbengkalai. METROMINI/Agus Gunawan
Dia menambahkan, bantuan tersebut yang diberikan hanya bertanda tangan pada kwitansi senilai Rp7 juta yang diberikan melalui bentuk material dan uang tukang. Seharusnya, warga mendapatkan full bantuan sesuai juknis pusat, namun warga ini hanya mendapat setengah dari haknya.

"Bantuan yang diterima hanya 2.300 buah batu bata, 15 sak semen, 1 truk pasir, kawat cincin 10 batang, 18 batang besi berukuran 10 ml dan yang Rp500.000 untuk biaya tukang," sebut DJ.

Kata DJ, dirinya menemui warga yang diduga disunat bantuan anggaran atau material bedah rumah ini. Kondisi keluarga Pak Jafarrumahnya berlokasi di wilayah bantaran sungai. Akhirnya, untuk menambah jumlah material, pihak warga harus menjual ayam milik pribadinya.

"Pembangunan rumah milik Pak Jafar sangat terbengkalai, Kondisi rumah dari bantuan yang diberikan tentu tidak dengan kondisi rumah yang memiliki lantai dan atap yang layak. Bahkan untuk kusen pintu serta jendela rumah, pihak warga harus jual ayam peliharaannya untuk menambah membangun rumah mereka. Sungguh kasihan kondisinya," tutur DJ menambahkan.

Sementara itu,  pihak pelaksana atau Fasilitator program BSPS Kelurahan Simpasai dan dan BAPPEDA Kabupaten Dompu yang bertanggung jawab dalam pembangunan ini masih di konfirmasi terkait pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item