ASN Jika Terbukti “Tilep” Uang Santunan Nelayan, Bupati Bakal Tindak Tegas

Wartawan Metromini saat mewawancarai Ibu Ramlah dan keluarganya yang dipotong oleh oknum UPT DKP Kecamatan Sanggar pada uang santunan asuransi kematian yang diserahkan beberapa waktu lalu oleh Bupati Bima. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Menanggapi adanya indikasi pemotongan dana asuransi santunan kematian yang diterima warga Kecamatan Sanggar, (Ramlah) senilai Rp160 juta bagi senilai Rp60 juta.


Kepala Sub Bagian Protokoler (Kasubag) Bagian Humas dan Protokoler setda Kabupaten Bima, Yan Suryadin, S.Sos mengaku, dana yang diserahkan hari Selasa lalu di kantor Camat Sanggar oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan akan mengambil tindakan tegas bagi siapapun ASN yang terbukti terlibat menyunat dana asuransi tersebut.

Suryadin mengatakan, pernyataan Bupati tersebut disampaikan oleh Umi Dinda-sapaan akrab Bupati- di Pendopo Bupati Bima, Sabtu (16/12/20127). Menurutnya, Bupati menegaskan bahwa berkaitan dengan kasus ini telah dipanggil ASN yang diindikasikan terlibat tersebut untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi. 

Kata dia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Hj. Nurma yang sempat menelepon Kepala KUPT DKP Kecamatan Sanggar (Subhan) didapat keterangan bahwa pihak KUPTD tidak melakukan pemotongan sebagaimana yang dikeluhkan warga.

Bupati Bima menyerahkan uang asuransi santunan kepada seorang  istri almarhum nelayan (Remlah di Kecamatan Sanggar beberapa waktu lalu  Bima. METROMINI/Agus Gunawan
Diakuinya, oknum ASN yang diduga terlibat berinisial BB, SHD dan SH yang merupakan Kepala KUPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Sanggar. Mereka masih ditunggu kehadirannya. Kendati demikian, kata Yan, untuk proses selanjutnya para ASN ini akan diperiksa dalam dugaan keterlibatan mereka dalam masalah ini, termasuk mendengar keterangan langsung dari Ibu Ramlah.

"Meskipun yang bersangkutan menyatakan dugaan tersebut tidak benar. Tetapi, Bupati sudah menginstruksikan kepada Inspektorat dan BKD untuk melakukan investigasi, Minggu (17/12/2017) besok," akunya.

"Setelah diketahui peristiwa sebenarnya dan adanya pihak yang terlibat, tentu akan diambil tindakan pendisiplinan. Karena tindakan oknum ASN ini telah merugikan masyarakat," tambahnya.

Kata dia, Bupati berharap masalah seperti ini tidak terulang. Dan adanya dugaan aliran dana tersebut mengalir ke pihak lainnya, untuk itu, perlu dilakukan investigasi agar masalah ini bisa diusut tuntas. 

"ASN dan pejabat terkait yang diberikan amanah untuk membantu masyarakat penerima bantuan agar tidak menerima imbalan sepeserpun dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan negara yang baik," tuturnya.

Dia menegaskan, setelah proses investigasi dilakukan. Dalam waktu dekat, sambung Yan, jika terbukti adanya pengambilan uang milik seorang Janda yang mendapat asuransi kematian tersebut, Bupati akan mengambil tindakan tegas. 

"Bupati akan mengambil tindakan yang tegas jika hasil investigasi nanti ditemukan kebenarannya. Insya Allah, Senin (18/12/2017) sudah ada hasilnya dan tolong dikawal terus kasus ini," tutup dia. (RED)


Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item