Dana BID Sehari Capai Ratusan Juta. "TPID Kecamatan Pertanyakan Uangnya ke Mana Saja "

Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang dilaksanakan di kampus STKIP Tamsis, Kecamatan  Palibelo, Kabupaten Bima, Kamis (28/12/2017). METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Tim Pelaksanaan Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Palibelo, Salahudin mempertanyakan anggaran kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) tingkat Kabupaten Bima yang dilaksanakan di Aula Kampus SKTKIP Taman Siswa, di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Kamis, 28 Desember 2017 lalu.

Menurutnya, kegiatan tersebut dianggarkan dari dana yang masuk di 18 TPID Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bima. Kata dia, pihaknya memperkirakan anggaran kegiatan tersebut menelan angka Rp180.000.000. Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta penjelasan dan mempertanyakan penggunan uang tersebut yang dikelola oleh Pokja (kelompok kerja) TPID Kabupaten Bima. 

Salahudin mengatakan, proses penyetoran uang yang masuk di TPID Kematan Palibelo sebesar Rp15 juta, Tapi, uang itu disetor untuk kegiatan Bursa Inovasi (BID) di kampus STKIP Taman Siswa sebesar Rp10,2 juta.

"Baru diserahkan Rp8 juta oleh bendahara dan masih ada sisa Rp2.200.000, Uang itu diserahkan  langsung oleh bendahara pas acara berlangsung dari nilai uang yang masuk sebesar Rp15 juta.," ucap dia.

"Intinya, kami di TPID Kecamatan disuruh setor Rp10.200.000 yang disesuaikan dengan besar kecilnya anggaran yang masuk di rekening. Kami memprediksi kegiatan kemarin (BID-Red) bisa mencapai Rp180 juta padahal hanya dilaksanakan setengah hari saja," tambahnya menegaskan.

Lanjut dia, Dengan anggaran sebesar itu,  sangat tidak masuk akal. Apalagi, pelaksanaan kegiatan yang hanya satu hari saja dan kegiatannya pun tertlihat sangat sederhana.

"Menurut saya tidak logis kegiatan BID lali menggunakan anggaran hingga Rp180 juta yang dilaksanakan dalam kemasan yang acara yang sederhana dan hanya sehari saja," tukasnya. 

Dia  mengaku, sebagai pengurus TPID Kecamatan dan pemilik anggaran yang diserahkan oleh pusat, tentu harus mengetahui penggunaan anggaran yang disetorkan masing TPID Kecamatan itu digunakan untuk apa saja.

"Prinsipnya, kamu ingin tahu. Buat apa saja. Uang setoran dari belasan TPID kecamatatan pada acara BID yang sederhana itu yang dilaksanakan oleh Pokja TIK," paparnya.

Pihak DPMDes Menanaggapi

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi, Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), H. Adnan. METROMINI/Agus Gunawan
Terkait dengan pertanyaan TPID asal Kecamatan Palibelo. Pihak DPMDes melalui Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi, Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), H. Adnan Zmenjelaskan, anggaran yang digunakan sebenarnya bersumber dari dana DOK Propinai NTB. Dana tersebut disalurkan lewat rekening TPID di setiap Kecamatan, 

"Untuk anggaran ini  bervariasi jumlahnya dari pihak Provinsi. Dari jumlah uang itu, di setor 20% untuk kegiatan Bursa Inovasi Desa oleh TPID Kecamatan yang ada di Kabupaten Bima," ucap Adnan, di ruang kerjanya, Jum'at, 29 Desembr 2017 kemarin.

Kata dia, anggaran dari dana DOK Propinsi dalam nominalnya yang bervariatif, ada yang mendapat Rp40 lebih juta bahkan ada yang Rp50 juta. Dan dari dana itu, 20% dialokasikan untuk kegiatan Bursa Inovasi Desa di STKIP Tamsis, Kamis, 28 Desember lalu. 

Untuk tahun ini, kata Adnan, DPMDes Kabupaten Bima melakukan progaram percepatan yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten Bima. Dan dari anggran yang masuk itu senilai 30% di tahap awal, 20% digunakan untuk kegiatan Bursa Inovasi Desa. 

"Dan sisaya 10% untuk pembentukan Tim Bursa Inovasi di tingkat Kecamatan dan Desa," sebutnya.

Diakuinya, uang untuk kegiatan BID lalu setelah dikumpulkan kurang dari Rp100 juta yang di kumpulkan dari 18 TPID Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bima. 

"Ada dua dua TPID Kecamatan yang tidak stor semua semua," ucapnya.

Ia menjelaskan, dari seluruh TPID Kecamatan ada dua Kecamatan yang belum stor secara maksimal. Kecamatan Madapangga hanya setor Rp5 juta dan masih ada yang harus distor. Mereka pun  sudah buat surat perjanjian akan stor kembali sisanya. 

"Seharusnya setor keselurahan Rp9.800.000. Demikian juga di kecamatan Palibelo masih ada sisa setoran sebesar Rp2.200.000 karena mereka baru stor Rp8.000.000 dari setoran yang semestinya diserahkan Rp10.200.000," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini adalah kegiatan Pusat,  Tidak ada anggaran dari DPMDes Kabupaten Bima. 

"Demi Allah. Kegiatan percepatan seperti ini bukan di Bima saja tapi di seluruh Indonesia. Kemungkinan, di wilayah NTB masih ada yang melakukan kegiatan yang sama (kegiatan BID-red), seperti kegiatan yang kita laksanakan di STKPIP Tamsis, Kamis kemarin," tutupnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item