Demo HIMDOS Picu Ketegangan, Ditemui Wabup Keadaan Menjadi Tenang


Wakil Bupati Bima saat menemui massa aksi dari HIMDOS di depan pintu masuk kantor Bupati Bima, Senin (11/12/2017) kemarin. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Donggo dan Soromandi (HIMDOS) menggelar aksi di depan kantor Bupati Bima, Senin (11/12/2017) kemarin.

Pantauan media ini, aksi yang berlangsung tersebut sempat memicu ketegangan antara mahasiswa dan aparat yang menjaga berlangsungnya aksi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi tersebut, HIMDOS selain menyerukan adanya anti korupsi, demonstrasi itu pun mengusung isu soal persoalan yang dialami masyarakat Suku Donggo (Kecamatan Soromandi dan Kecamatan Donggo) saat ini.

Ketegangan terjadi saat massa aksi nyaris bentrok dengan aparat keamanan, Massa aksi memaksa ingin bertemu dengan Bupati dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun saat itu, Bupati Bima tidak ada di Kantor karena ada kegiatan di tempat lain. Untung saja Wakil Bupati Bima hadir dan menemui masa aksi, sehingga rencana masa aksi untuk berkemah di Kantor Bupati pun dibatalkan. 

"Dan yang paling urgen yang menjadi tuntutan masa aksi yaitu masalah kelangkaan pupuk di wilayah Donggo dan Soromandi. Selain langka, harga jual pupuk subsidi pemerintah juga melambung tinggi," ujar Korlap, Adhar dalam orasinya, kemarin

"Saat ini masyarakat Donggo dan Soromandi mengalami krisis pupuk. Selain kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, kami juga harus membeli pupuk subsidi dengan harga yang lebih mahal, yakni 2 sampai 3 kali lipat dari nilai HET," tambah Adhar.

Ketegangan itu pun mencair saat Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan menemui massa aksi di areal pintu masuk kantor. Saat beraudensi dengan masa Himdos yang mendesak Bupati Bima untuk menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mereka. Wakil Bupati pun mengaku akan mengkomunikasikan tuntutan massa aksi bersama Bupati dan pejabat terkait lainnya. 

"Kami pun meminta segera hentikan aktifitas pembabatan hutan secara ilegal yang terjadi di wilayah Desa Mbawa, Kecamatan Donggo. Pemeritah Kabupaten Bima diharapkan mampu membentuk tim pengawasan terhadap pembabatan liar hutan lindung dan melakukan reboisasi hutan lindung yang telah dibabat dengan luas 400 Ha," ujar Gufran, salah seorang warga Soromandi di hadapan Wakil Bupati.

Menurut Gufran, pihaknya meminta kepada Bupati Bima untuk menangani masalah pupuk secepatnya. Karena, kata dia, 70% petani di Donggo dan Soromandi sudah menanam padi dan jagung saat ini, sehingga kebutuhan pupuk harus didapat sesegera mungkin.

"Tananam kami saat ini sedang membutuhkan pupuk. Kalau tidak ada pupuk, maka tahun ini kami terancam gagal panen," jelasnya.

Wakil Bupati Bima menemui massa aksi dari HIMDOS di depan pintu masuk kantor Bupati Bima, Senin (11/12/2017) kemarin. METROMINI/Dok
Dirinya juga membeberkan, bahwa peredaran pupuk di Donggo dan Soromandi dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum yang bukan pengecer resmi dengan harga yang sangat mahal.


"Tidak mungkin oknum yang bukan pengecer mendapatkan pupuk subsidi, kalau bukan dari distributor. Untuk itu kami mendesak Bupati Bima, untuk segera mengganti distributor pupuk wilayah Donggo dan Soromandi, sehingga pendistribusian pupuk bisa tepat sasaran," pungkasnya. 

Menurutnya, pupuk sebenarnya tidak langka, tetapi karena ulah oknum distributor yang sengaja ingin memainkan harga pupuk.

"Kita sudah lakukan investigasi, bahwa di gudang pupuk subsidi itu menumpuk, bahkan pemilik gudang mengeluhkan para distributor yang sengaja mengulur waktu pengambilan pupuk di gudang untuk dibawa ke masing-masing pengecer," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M.Noer yang menerima masa aksi mengatakan, tuntutan masa aksi akan diterima baik pihaknya dan akan ditindaklanjuti. Mengenai pupuk, Pemerintah Kabupaten Bima sudah berkali-kali melakukan rapat koordinasi dengan para distributor untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk.

"Memang ada oknum distributor yang nakal, dan kita sudah melaporkan ke pupuk Kaltim dan konsekuensinya sudah dikurangi jatahnya. Namun jika masih terjadi masalah yang sama, maka oknum distributor tersebut bisa saja dicabut ijin usahanya," jelas Dahlan. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item