Di Taropo-Dompu, Oknum Bidan Diduga Pungli Dicacar Warga

Ilustrasi.  GOOGLE
KABUPATEN DOMPU - Seorang warga, di Desa Taropo, Kecamatan Kilo,  Kabupaten Dompu, Safrani mengungkapkan seorang oknum Bidang Desa yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli). Pungli oknum Bidan yang berinisial SE, A.Md, Keb yang juga berstatus sebagai Aparatus Sipil Negara saat melakukan persalinan atau proses melahirkan terhadap setiap warga yang ditanganinya.

Kata dia, kegiatan praktek persalinan di Desa Taropo, Kecamatan Kilo dengan adanya dugaan pungli ini sudah lama berjalan. Menurutnya, untuk besaran punglinya bervariasi nilainya.

"Nilai dugaan pungli Bidan SE saat menangani pasien atau ibu yang siap melahirkan di Desa Taropo bervariasi nilainya. Sementara status oknum bidan ini sekarang adalah Pegawai Negeri sipil (PNS) atau ASN," ucap Safrani, Selasa (5/12/2017) semalam.

Dia mengaku, warga yang melahirkan di rumah, oleh oknum Bidan ini pasti dikenakan denda sebesar Rp600 ribu (enam ratus ribu rupiah. Kalaupun melahirkan di Polindes tetap bayar juga.

"Kami di Desa Taropo ini jika ada keluarga yang melahirkan ada kartu dan tidak ada kartu tetap bayar, Dan kami nilai ini jelas-jelas pungki oknum bidan," jelas Safrani pada Metromini.

Ia mengatakan, kelakuan Bidan Desa ini sangat disesalkan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang paham aturan tentang melahirkan dan persalinan yang gratis asal warga telah memenuhi persyaratak yang ada. Dan semua itu, kata dia, menjadi sia-sia ulah oknum bidan yang selalu menarik uang kepada keluarga pasien. Tenta saja, ulah bidan ini banyak yang cecar di Desa Taropo ini.

:Sudah banyak korban pungli yang dilakukan oknum Bidan ini. Contonya Ina Eran, warga di RT 02 Dusun Nusa Jaya. Dia ditarik uang Rp800 ribu. Ada juga warga bernama Biaq Herlina RT 03 Dusun Nusa jaya juga membayar Rp500 ribu," sebutnya.

Lanjut Safrani, tidak semua warga di Desa Taropo ini warga yang mampu seperti Ibu Baiq Herliha adalah orang yang susah hidupnya dan masih menumpang di rumah orang. Oleh oknum binda itu, tetap saja di minta uang. Akhirnya, buat bayar persalinan Ibu Baiq harus memimjam uang pada koperasi yang harus dibayar tiap hari.

Di sisi lain, Bidan SE yang dihubungi Metromini via ponsel pribadinya di nomor 085237422***, terdengar nada terhubung namun tidak menggubris telpon yang masuk dan juga sms yang dikirim wartawan. Sementara itu, Nomor ponsel Kepala UPT Pukesmas Kecamatan Kilo yang dihubungi dalam keadaan non aktif. Baik Rusdi dan SE di tengah dipublikasikannya berita ini, masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item