Perusahaan Galian C Milik Anak Wali Kota Bima Disorot Warga di Ntobo

Alat stone crusher yang ada di Kelurahan Sambinae beberapa waktu yang lalu. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Warga yang memiliki lahan pertanian di lokasi hadirnya aktivitas galian C di Nggaro Rato, Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima menyorot hadirnya stone crusher (alat pemecah batu) di areal itu. Informasi ini dihimpun dari seorang pegiat LSM yang menuangkannya dalam portal online Media Pelopor Hukum dan Krimsus.

Dalam laman tersebut diungkapkan, pemilik alat Stone Crusher adalah bernama Rian. Ia adalah putra Wali Kota Bima, Lokasi aktivitas galian C itu di perbukitan yang berada So Nggaro rato, Kelurahan Ntobo. 

Menurut keterangan warga yang bernama Masrun, lokasi galian C ini kabarnya adalah alat pemecahan batu kerikil yang sempat beroperasi di wilayah Kelurahan Sambinaem Kota Bima. Namun, karena warga melakukan penolakan di sana, akhirnya alat itu ditempatkan di Kelurahan Kendo. 

“Dulu alat pemecahan kerikil ini sempat dibangun di Kelurahan Sambinae, Namun adanya penolakan dari warga sekitar sehingga beroperasi di So Nggaro Rato ini. Kehadiran alat ini menguatirkan bagi kami pemilik lahan pertanian. Apalagi pas banjir bandang lalu, warga di sini sudah mengalami dampak yang cukup parah. Dan kehadiran aktivitas galian C di sini tentu menguatirkan kami semua," pungkasnya.

Ilustrasi aktivitas galian C. GOOGLE/www.balipost.com
Kata Masrun, terkait aktivitas galian C tersebut, dia sering mendapatkan keluhan dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak bisa berbuat banyak karena pemilik alat pemecah batu kerikil itu adalah anak penguasa kota bima.

"Kami mendapat cerita dari pengakuan pemilik toko surya motor. Dan persoalan ini telah disampaikan kepada Pemkot Bima untuk ditinjau kembali keberadaan alat tersebut di Kelurahan Ntobo ini," tutur dia.

Lanjut Masrun, permintaan warga itu itu pun hasilnya nihil. Belum ada tindaklanjut dari pihak Pemerintah atas keluhan yang disampaikan masyarakat,

“Sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya, Sudah sepantasnya pihak Pemkot bertindak, Meski wewenang galian c bukan lagi menjadi kewenangan Pemkot Bima. Paling tidak Pemkot bisa mengantisipasi selaku pemilik wilayah dan mendengar keluhan masyarakat di sini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bima, melalui Sekertaris kantor, Muhammad Mahdun yang didampingi oleh Ilham ST (Kabid Penanaman Modal) mengatakan tidak bisa memastikan tentang legalitas aktivitas galian C yang menjadi keluhan warga tersebut.

"Kita sudah mendengar Informasi di aktivitas galian C di So Nggaro Rato tersebut . Namun, kita tidak bisa memastikan apakah itu ilegal atau tidak,” tutur Ilham, dilansir dari Media Pelopor Hukum dan Krimsus.

Menurut Ilham, sebelum maupun sesudah perpindahan kewewenang ESDM ke Pemerintah Provinsi, sepengetahuan pihaknya belum ada sama sekali pengusaha galian c yang mengurus izin.

“Kini tinggal masyarakatnya lagi, Kalau merasa terganggu tinggal lapor polisi saja, Kalau masyarakat diam saja mau bagaimana lagi,” saran Ilham.

Di tempat terpisah, kabar adanya andil Pemilik Toko Surya Motor dalam usaha kepemilikan alat stone crusher itu membantah jika alat tersebut merupakan miliknya. 

“Pemilik Perusahaan Pemecah kerikil tersebut milik anak Wali Kota Bima yang bernama Rian, Kalau saya hanya punya alat berat saja,” ucap Baba yang tak dituangkan namanya, dilansir juga dari Media Pelopor Hukum dan Krimsus itu.

Sementara itu, pemilik perusahaan galian C, Rian sampai saat ini masih diupayakan dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item