Proyek Drainase di Desa Kore-Sanggar, Baru Dikerjakan Sudah Rusak Parah

Kondisi proyek drainase di depan Puskesmas Sanggar, di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima yang sudah rusak. Sementara pekerjaan proyek dikerjakan dalam anggaran tahun 2017 ini lewat Dinas PUPR NTB. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Sorotan atas proyek pembangunan saluran di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima disampaikan warga setempat. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran dari APBD Provinsi NTB Tahun Anggara 2017 pada satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB diduga dikerjakan asal jadi. 

M. Tasrif, warga asal Kecamatan Sanggar merasa kecewa dengan proyek saluran yang dikerjakan kontraktor yang bersumber dari program kegiatan di Dinas PUPR NTB. Ia pun meminta pihak terkait untuk mengevaluasi dan memperbaiki proyek drainase yang mengecewakan tersebut. 

"Kami sangat menyesalkan proyek drainase karena tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakt di Sanggar. Pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi atau bestek. Kualitas pekerjaan yang dilakukan kontraktor sangat kurang dan akibatnya saluran yang baru dikerjakan itu sudah rusak," ucap Tasrif, Minggu, 24 Desember 2017 lalu.

Kata dia, cara kerja proyek drainase di Desa Kora tidak proporsional material yang digunakannya. Lebih banyak pasir ketimbang semen. Semestinya, pengawas proyek harus memperhatikan pekerjaan ini dan jangan asal jadi saja.

Diungkapkannya, kondisi drainase yang ada di pinggir jalan yang berlokasi di depan Pukesmas Sanggar merasa kecewa dengan pekerjaabn drainase yang sudah rusak padahal dikerjakan dalam tahun  anggaran 2017 ini. 

"Saya melihat langsung jeleknya kualitas pekerjaan drainase di depan Puskesmas Sanggar. Proyek dikerjakan tahun ini tapi kondisinya sudah rusak. Kesannya, proyek tersebut dilakukan asal-asalan oleh pelaksana demi meraup untung dan tidak memikirkan kualitas pekerjaan yang ada," tegasnya.

Kata dia, di tengah ancaman banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Sanggar, tentu saja kondisi drainase ini semakin membuat warga geram di sini. Untuk itu, pihaknya meminta keseriusan pihak terkait dan juga penegak hukum untuk turun ke lapangan dan memeriksa proyek drainase yang ada di Kecamatan Sangfar.

"Proyek itu jika sudah selesai masa pemeliharaannya, alangkah baiknya bihak kepolisian atau pihak terkait turun memeriksa dan memproses proyek yang bermasalah ini. Drainase sangat penting keberadaannya di Sanggar, di tengah ancaman banjir yang kerap melanda beberapa desa di kecamatan ini," tukasnya. 

Pantauan media ini, kondisi fisik proyek drainase, terlihat di dinding-dinding saluran sudah banyak yang mengalami kerusakan bahkan ada beberapa titik yang sudah hancur. Menurut Tasrif, kontraktor pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT. Rangga Eka Pratama sebagai pemenang tender. Kata dia, proyek drainase dikerjakan mulai di depan Pukesmas Sanggar sampai di Cabang Tiga dekat dengan kantor Desa Kore. 

"Kita sebagai masyarakat merasa kecewa dengan pekerjaan proyek ini. Dan berharap pihak terkait memperbaiki mutu dan kualitas proyek yang masuk di Kecamatan Sanggar yang kondisinya pun masih ada beberapa item proyek yang sedang berjalan saat ini," ujarnya. 

Kondisi proyek drainase yang rusak pada pekerjaan saluran dari Cabang Kampu, Kilo sampai dengan Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. METROMINI/Agus Gunawan
Di sisi lainnya,  pihak Pelaksana dari PT. Rangga Eka Pratama atas nama Pak Hairul yang di hubungi Reporter Metromini lewat via ponselnya di nomor 085238462*** mengaku, dirinya masih mengawas eksavator di tempat lain dan meminta maaf belum bisa menjelaskan atas keluhan warga ini.

"Saluran di bagian mana itu yang ambruk, Pak. Nanti kita ketemu ya. Saya masih ngawas exsa di titik proyek yang lain. Untuk sekarang banyak maaf. Saya masih mengurus alat ini," tuturnya, yang langsung mematikan ponsel miliknya, Minggu (24/12/2017) lalu. 

Sementara itu, pihak Dinas PUPR NTB dan pihak pengawas pekerjaan pun masih dikonfirmasi lanjut atas keadaan proyek drainase yang dikeluhkan oleh warga ini. 

Sementara itu, selain di Desa Kore, kondisi proyek drainase yang mengecewakan warga di Kecamatan Sanggar ditemukan pada pekerjaan drainase yang dikerjakan mulai dari Cabang Kampu, Kilo sampai dengan Desa Boro. Pekerjaan saluran yang dikerjakan di samping kiri dan kanan jalan serta pengaspalan jalan itu pun dikeluhkan kualitasnya oleh warga.

"Sbelum pengaspalan, kondisi saluran drainase yang sebelumnya baru dikerjakan sudah dalam keadaan rusak parah. Keberadaan drainase yang rusak sebelum masuk Desa Sandue dan setelah Cambang Kambu, Kecamata Kilo yang mengarah ke Desa Kore," ucap Agus, warga Kecamatan Sanggar lainnya kepada Metromini, belum lama ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item