SMI: Wali Kota Bima Tak Ubahnya "Kacung" Pemodal Lokal dan Nasional

Aksi Aliansi Mahasiswa Bima di depan kantor Wali Kota Bima, Senin, 11 Desember 2017. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Dalam memperingati aksi Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se Dunia yang jatuh tiap tanggal 10 Desember. Kalangan mahasiswa yang terbagung dalam Aliansi Mahasiswa Bima (SMI, Cabang Bima, FOKMMA dan LPM Muhammadyah Bima) menggelar aksi demonstrasi yang dimulai dari kampus STKIP Kota Bima dan berjalan menuju kantor Wali Kota Bima, DPRD Kabupaten Bima dan menggelar aksi mimbar bebas di perempatan Gunung Dua, Senin, 11 Desember 2017.

Kordinator Lapangan (Korlap), Faruk mengatakan, masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Bima datang ke kantor Wali Kota Bima sekitar pukul jam 11.20 WITA. Di depan kantor Wali Kota Bima masa menyampaikan orasi politiknya. Dia menguraikan tuntutan dalam aksinya yang digelar pagi hingga siang hari tadi.

"Dalam aksi ini kami mengangkat isu agar kiranya pemrintah memberikan subsidi pada Pendidikan Tinggi yang ada di Kota dan Kabupaten Bima. Kontrol pengupahan buruh di Kota Bima sesuai dengan Upah Minimum Provinsi yang telah diSK-kan oleh Gubernur. Hentikan kekerasan terhadap gerakan mahasiswa dan cabut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 serta cabut pula UU Ormas No. 2 Tahun 2017," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Bima, Aden mengungkapkan, dalam meletakkan kebijakan pembangunan yang terjadi di Kota Bima. Menurut dia, sikap Wali Kota Bima tak ubahnya bagai "kacung" dari pemodal lokal dan nasional. 

"Wali Kota Bima dalam menjalankan pembangunan di wilayahnya cenderung memberi keuntungan pada komuniats atau kolega bisnisnya. Dia tak ubahnya "kacung" bagi para pemodal baik pemodal lokal dan luar daerah," tandas Aden. 

Kata Ade, beberapa fenomena pelanggaran HAM di Kota Bima tak pernah disikapi secara serius oleh pemerintah. Dan tiap kali aksi demonstrasi yang dilakukan pihaknya pun, Wali Kota tidak pernah menanggapinya. 

"Mereka (Pemkot Bima) sibuk dengan agenda serimonialnya yaitu latihan persiapan ulang tahun NTB di tengah kami menggelar aksi di depan kantor Wali Kota pagi tadi. Situasi itu, sempat memicu masa aksi mengoyangan pagar Wali Kota sebagai reaksi akibat sikap arogan mereka," terangnya.

Diakuinya, pihak SMI Cabang Bima sangat kecewa dengan perwujudan demokrasi yang dilakukan oleh Kepala Daerah di Kota Bima. Jangankan merespon untuk beraudiensi dengan masa aksi, Perwakilan pihak pemerintah dalam menanggapi aksi yang terjadi tak pernah dilakukan. 

"Saat aksi tadi, sebagai bentuk kekecewaan lainnya kami sempat memboikot seluruh badan jalan menuju perempatan Gunung Dua. Setelah memnggelar mimbar bebas, kami pun kembali ke sekretariat," tandas mahasiswa asal STKIP Kota Bima itu.

Di sisi lain, pihak Pemkot Bima masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait dengan pemberitaan aksi Aliansi Mahasiswa Bima ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item