Aksi Calon Wali Kota di Hari Minggu, H. Man Pilih Gotong Royong di Kelurahan Malayu

H. A. Rahman saat menggelar kegiatan gotong royong di Kelurahan Malayu, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Minggu, 21 Januari 2018. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Hari Minggu, 21 Januari 2018 yang ceria. Bagi Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota, kesempatan libur dan bersilaturahmi dengan masyarakatnya pun dilakukan. Demikian pula yang dilakukan oleh Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima saat ini.

Di tengah riuh semangat Pasangan Calon H. Lutfi dan Feri Sofyan menggelar acara senam dibungkus dengan pemberian door prize yang meriah di Lapangan Serasuba. Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota petahana yaitu H. A. Rahman H. Abidin dan Hj. Ferra Amalia menggelar kegiatan gotong royong dan membersihkan lingkungan yang ada di Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima.


Menurut Calon Wali Kota Bima, H. A. Rahman men jelaskan, budaya gotong royong adalah budaya masyarakat Bima yang sudah terbentuk sejak jaman nenek moyong. Dari jaman ke jaman budaya seperti mulai terkikis. Salah satu sebabnya, kata dia, akibat kesibukan manusia yang semakin padat--apalagi kehidupan masyarakat kota.

"Kehidupan induvidualistik yang sangatlah kental terjadi di tengah masyarakat terlihat ukurannya pada proses pekerjaan sosial yang sangat sering terjadi. Dan membangun kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah budaya individualistik tersebut yang sepantasnya untuk dikembangkan dan dihidupkan lagi," ucap Calon Wali Kota yang masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bima itu. 

H. A. Rahman saat berpose dengan dua ulama di Bima. METROMINI/Dok
Ia mengaku, perlu langkah restorasi dalam membangun kondisi dan mental masyarakat Kota Bima yang sedang digandrungi oleh corak kehidupan kota yang mulai meninggalkan budaya dan karakter sosial yang hidup membentuk identitas 'dou mbojo' (orang bima) selama ini. 

"Kota Bima yang terbentuk di tahun 2002-2003 lalu dan usinya masih belasan tahun pun belum berdampak pada kehidupan masyarakat kota yang bisa dibilang sedikit "egois". Masyarakat kita sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing dan budaya gotong royong ini mulai hampir punah dan kita pun perlu merestorasikan kembali," jelas dia.

Kata H. Man, kegiatan gotong royong yang merupakan cermin masyarakat bima sejati perlu menjadi pijakan strategi kepemimpinan dalam membangun Kota Bima. Dan siapa pun pemimpinnya, budaya gotong royong harus terus dilestarikan sebagai identitas masyarakat Bima. 

"Siapa pun pemimpin yang berniat ingin membangun Kota Bima dan menjadikan kota yang maju dan modern tanpa melupakan kultur budaya yang ada. Dan inilah yang dimaksud bahwa perubahan itu tidak harus berbenturan dengan budaya-budaya masyarakat yang hidup di dalamnya," terangnya.

Diakuinya, Pasangan MANuFER yang sadar dengan kondisi sosial hari ini mencoba membangun kembali kesadaran masyarakat Kota Bima untuk merawat dan membangun kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat saat ini.

"Kami memulainya dengan membuat kegiatan gotong royong di Kelurahan Melayu dan kegiatan ini akan berkelanjutan di Kelurahan-kelurahan yang lainnya. Kota Bima, kota kita, kota yang maju dan berbudaya," tandasnya. (RED*)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item