Arifin Tumpa Tuding Bupati Tak Etis Lantik Tersangka jadi Kepala BPBD

Arifin Tumpa, SH seorang lawyer atau pengacara di Bima. FECEBOOK/Arifin Tumpa
KABUAPTEN BIMA - Mutasi yang dilakukan pada 11 pejabat di hari Senin, 17 Januari 2018 lalu, sebelumnya disorot oleh salah seorang aktivis di Bima, Solihul alias Igen
.
Igen memberikan catatan kritisnya pada diangkatnya Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bima, Ir. Taufik Rusdi sebagai pimpinan definitif yang sebelumnya menjabat Sekretaris dan Plt. Kepada di BPBD.

"Semua kita tahu bahwa Ir. Taufik Rusdi adalah tersangka di salah satu kasus korupsi yang santer dengan nama kasus Fiberglass. Menetapkan Taufik Rusdi di tengah masyarakat sedang melakukan rehabilitasi atau perbaikan pasca bencana dengan banyaknya anggaran dari pusat dan track record kepala instansi terkait bermasalah dan sering diperiksa Polda. Tentu kondisi ini menjadi pertanyaan banyak pihak, di tengah adanya banyak stok pejabat level esselon II di Kabupaten Bima," papar dia, Selasa, 18 Januari 2018 yang lalu.


Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Bima saat berfoto bersama Ir. H. Taufik Rusdi (paling kiri) bersama istri. Taufik saat ini berstatus tersangka dugaan kasus korupsi yang di mutasi kemarin di definitifkan sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Senada dengan Igen. Tanggapan pun disampaikan oleh Arifin Tumpa, SH yang juga seorang lawyer atau pengacara di Bima. Tak ayal, Arifin menuding Bupati Bima tidak memiliki etika karena melantik mengangkat dan melantik pejabat yang sedang dalam status tersangka. 

Diakuinya, tidak hanya dirinya. Banyak beberapa praktisi dan kalangan yang mempertanyakan kebijkan Bupati yang mendefinitifkan H. Taufik Rusdi yang sebelumnya menjabat Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kabupaten Bima.

"Lontaran inipun menjadi b uah bibir dikalangan praktisi dan kalangan profesi lainnya. Dan yang dilakukan Bupati Bima secara etika sudah tidak benar melantik seorang tersangka untuk menjabat di posisi eselon II setara dengan Kepala Dinas/Kantor atau Badan," jelas dia, Senin (22/1/2018) kemarin.

Kata Arifin, dirinya menyesalkan pelantikan H. Taufik Rusdi sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bima yang jelas sudah memiliki track record (rekam jejak) bermasalah dalam kapasitasnya menjadi pejabat yaitu sebagai Sekretaris di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima dalam ketersangkaannya di kasus dugaan korupsi sampan fiberglass.

"Semua pihak sudah tahu bahwa kasus sampan fiberglass yang sedang ditangani Polda NTB telah menetapkan Taufik Rusdi sebagai tersangka. Untuk itu, kami meminta pertimbangan Bupati Bima untuk meninjau ulang keputusan tersebut karena jelas telah melanggar etika dan norma-norma hukum yg berlaku," pungkasnya.

"Dan prinsipnya, tersangka itu orang bermasalah berdasarkan dua alat bukti. Terlepas asas praduganya, tapi melantik tersangka merupakan kebijakan yang keliru dan tidak beretika," tutup dan tegas pengacara kelahiran asal Kecamatan Belo, Kabupaten Bima itu.

Di sisi lain, terkait pemberitaan ini, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item