"Darurat" Pupuk di Kabupaten Bima, Memicu Tindakan Kriminal Massa

Aksi pemblokiran jalan yang terjadi di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dua hari yang lalu. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Persatuan Pemuda Peduli Masarakat Naru Barat (PPPM-NB) menggelar aksi unjuk rasa di KUPT Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Senin 8 Januari 2018 lalu,

Kordinator Lapangan, Adi Mandra (23) mengungkapkan, kondisi pupuk yang menglami lonjakan harga diminta agar pihak pemerintah dapat menstabilkan harga pupuk bersubsidi yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp90.000/sak.

Kata dia, pihaknya pun menuntut agar UPT Pertanian Sape melakukan pengawasan terhadap pengecer pupuk bersubsidi yang menjual di atas HET dan harus diproses secara hukum. Terkait kondisi masalah pupuk ini, UPT Perranian harus bertanggung jawab atas kelangkaan pupuk bersubsidi dan kenaikan harga yang melampui batas.

"Persoalan pupuk di Kecamatan Sape selain kelangkaan yaitu melonjaknya harga pupuk bersubsudi. yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan harga eceran standar 90.000/sak yang saat ini dijual pengecer seharga Rp120.000 bahkan ada yang Rp150.000/sak," ujar Mahasiswa asal Desa Naru itu.

Tentunya, kata dia, tindakan distributor dan pengecer sudah melanggar Peraturan Bupati Bima No 10 tahun 2014 tentang alokasi harga. Dan bila tuntutan ini tidak diindahkan. Pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar dan meminta jangan disalahkan jika terjadi aksi yang anarkis. 

Demo soal pupuk di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, belum lama ini METROMINI/Dok
Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Sape, Sahrudin, SP menanggapi tuntutan aksi dari PPPM. Menurutnya, pihak UPT Pertanian Sape akan bertanggung jawab dan segera mendorong distributor untuk segera menyalurkan pupuk yang bersubsidi di wilayah Kecamtan Sape.

"Baru awal tahun ini kondisi kelangkaan pupuk bersubsidi di Sape. Dan soal lonjakan harga pupuk, saya harap semua elemen menjaga dan nengawasi kestabilan harga pupuk yang ada. Apabila ada pengecer yang nakal segera laporkan ke Kami," ucap dia.

Pupuk Langka di Sanolo, Warga Blokir Jalan

Selasa, 9 Januari 2018 sekitar pukul 10.30 WITA, kemarin, bertempat di jalan umum Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima berlangsung pemblokiran jalan yang dilakukan sekitar 200 orang. Pemblokiran jalan ini berasal dari sekelompok petani Desa Sanolo di bawah kordinator pertani bernama Agung. Pe terkait dengan kelangkaan pupuk yang ada di desanya.

Kata Agung, kondisi pupuk sudah sangat dibutuhkan oleh petani saat ini. Ia pun meminta kepada distributor pupuk agar segera mendatangkan pupuk untuk Desa Sanolo.

"Jika tuntutan kami tidak diindahkan maka jalan yg diblokir tidak akan kami buka," tegas dia.

Akibat dari warga Desa Sanolo yang melakukan pemblokiran jalan, mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Bima dan dari arah Dompu macet total. Oleh pihak Polsek Bolo, di bawah pimpinan Kapolsek Bolo AKP.Mukhtar yang tiba di lokasi pemblokiran langsung melakukan negosiasi dengan masa aksi. Pihak Kepolisian meminta agar jalan  yang diblokir dapat dibuka kembali. 

Sementara itu, keterwakilan dari Distributor pupuk  CV. Rahmawati, Imam (anak kandung H. Ibrahim) yang tiba di tempat pemblokiran menanggapi bahwa, untuk Desa Sanolo ternyata stok pupuk sudah tidak ada.  

Namun, satu Pelton anggota Dalmas polres Bima yg dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bima Kompol Muslih, menyampaikan kepada massa aksi, bahwa hari ini (Selasa, 9 Januari 2018 lalu), akan ada sekitar 20 ton pupuk untuk masyarkat Desa Sanolo. Setelah menerima penyampaian dari pihak Polres, jalan yang diblokir oleh warga berhasil dibuka kembali.

Di Rasabou Sila, Terjadi Penjarahan Truk yang Muat Pupuk

Ungkapan warga atas kejadian penghadangan truk yang memuat pupuk di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, belum lama ini. METROMINI/Dok
Selasa (9/1/2018) sore lalu, seorang warga di Desa Rasabaou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Muhammad Syahlan mengaku, terjadi penghadangan pupuk oleh masyarakat atau petani di Desanya. 

Menurutnya, kondisi ini jangan dijadikan pemandangan sebagai tontonan atau hiburan yang terjadi di tengah-tengah masyaarakat. Kata dia, masalah pupuk ini diduga bagian dari permainan pemerintah dan pihak-pihak yang terkait dalam masalah ini. 

"Bupati, Camat, Dinas Pertanian dan UPT maupun pihak distributor, harus mencari solusi agar petani tak mati tercekik oleh kebodohan kalian," tegas dia.

Sementara itu, lewat salah satu media online di Bima. Wakil  Bupati  Bima, Drs. H. Dahlan mengaku, terkait masalah pupuk disebabkan adanya oknum pengecer yang nakal.

"Pupuk sebenarnya tidak langka. Masalah ini diduga ada pengecer yang nakal di Kabupaten Bima," ungkap Wakil Bupati Bima belum lama ini.

Selain itu, pihak Pemkab Bima, dibawah Sekretaris Daerah (Sekda), Selasa, 9 Januari 2018, telah menggelar rapat bersama pimpinan dinas terkait dalam menanggulangi masalah pupuk ini.  (RED) 


Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item