Dinobatkan Kecamatan Teraman di Era Bupati Alm. Ferry, Saat Ini Bima Ramah Miris di Ambalawi

Tugu perbatasan antara Kota Bima dan Kecamatan Ambalawi (Kabupaten Bima). FOTO/Google
KABUPATEN BIMA - Kecamatan Ambalawi terletak berbatasan dengan Kota Bima di bagian utara. Daerah kecamatan ini menjadi otonom setelah proses pemekaran dari Kecamatan Wera sebagai Kecamatan induknya. Jika dulu hanya satu kecamatan saja. Namun kini, Kecamatan Wera sudah terbagi dalam dua teritorial wilayah yaitu Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Menurut seorang warga Ambalawi, Fadlin Kambera mengungkapkan, kondisi di Kecamatan Ambalawi begitu miris dalam beberapa tahun terakhir ini, Kata dia, jargon Bima Ramah ternoda di kecamatan yang pernah menyandang gelar Kecamatan teraman dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bima pada era kepemimpinan Bupati Almarhum H. Fery Zulkarnaen, ST atau mendiang Sultan Bima.

"Kecamatan Ambalawi adalah daerah pemekaran dari Kecamatan Wera. Dulu, Ambalawi merupakan salah satu kecamatan yang pernah dinobatkan sebagai kecamatan yang paling aman di 18 Kecamtan yang ada di Kabupaten Bima. Penobatan itu pada masa kepemimpinan mendiang H. Feryi Zulkarnaen, ST atau mendiang Ibu Bupati yang sekarang," tulis Fadlin dalam lini masa akun sosial medianya, Minggu, 7 Januari 2018.

Kata dia, seiring dengan regulasi kepemimpin di era kepemipinan Bupati dan Wakil Bupati Bima (Hj. Indah Dhamayanti Putri dan H. Dahlan-Red) dengan mengusung jargon "Bima Ramah". status tersebut tidak senada dengan perubahan sosial yang terjadi. Saat ini, menurutnya, kondisi di Ambalawi cenderung menuai konflik dan pertikaian horisontal di tengah-tengah masyarakat.

"Konflik horisontal antara masyarakat ini seperti pembunuhan, penusukan, pembacokan dan masih banyak hal-hal yang tidak mampu disebutkan satu per satu di Ambalawi sering sekali terjadi. Salah satu contohnya  yang baru terjadi di Desa Rite adanya kasus pembacokan yang kesekian kali terjadi di Ambalawi," ungkitnya.


Salah satu lokasi wisata andalan di So Numbe, Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. GOOGLE/www.nianditha.blogspot.co.id
Semestinya, kata dia, slogan Bima Ramah merupakan salah satu icon yang mencermikan nilai kesadaran sosial yang menjunjung tinggi unsur kearifan lokal yang bersandarkan pada nilai-nilai keIslaman sebagaimana yang menjadi landasan hidup orang bima sejauh ini. 

"Slogan Bima Ramah itu mewujudkan kearifan lokal dan gerakan membumikan Al-Quran harus terus digalakkan dan berkesinambungan dilakukan. Tentu dengan pola dan cara itu slogan Bima Ramah dapat terwujud," tutur dia.

Dia menambahkan, slogan Bima Ramah kini menjad Bima Marah dan Bima Berdarah, Diakuinya, kondisi ini terjadi karena kurangnya nilai dan pemahaman tentang konsep dan cara kepemimpinan yang ada saat ini.

"Seorang pemimpin sudah jelas harus memiliki tingkat kecerdasan yang di atas rata-rata. Baik itu tingkat kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan tidak hanya tingkat kecerdasan sosial saja," tandasnya. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item