Dua Bulan Jembatan Desa Tarlawi Ambruk, "Pemkab Masih Tak Peduli"


Kondisi masyarakat yang melintasi sungai akibat ambruknya jembatan di Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Rabu, 15 November 2017 lalu. METROMINI/Azhar
KABUPATEN BIMA - Sebelumnya, jembatan penghubung yang biasa digunakan untuk mendatangi Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, ambruk diterjang banjir, Rabu (16/11/2017) lalu. Kata Kepala Desa (Kades) Tarlawi, Muhrat H. Jakariyah, sebanyak kurang lebih 2.000 lebih jumlah warga di Desa Taralawi terisolasi.

Saat ini, menurut Muhrat, guru-guru di luar Desa Tarlawi yang mengajar di Desa Tarlawi kesulitan menuju sekolah. Karena memang, jembatan yang rubuh adalah akses satu-satunya yang menghubungkan dunia luar dengan Desa Tarlawi.

"Jembatan jalan masuk ke Desa Tarlawi dihantam banjir (Rabu, 15/11/2017) lalu, sekitar pukul 15:00 WITA. Jembatan itu yang satu-satunya penghubung ke Desa Tarlawi itu ambruk. Akibatnya sekitar kurang lebih 2.000 warga terisolir di sini," ujar Kades yang ditemui Metromini, sekitar 2 bulan lalu.


Kondisi jembatan yang ambruk di Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Rabu, 15 November 2017. lalu. METROMINI/Azhar
Dari informasi yang dihimpun, Bupati Bima cukup responsif beberapa saat rubuhnya jembatan ini. Namun, dua bulan bencana terjadi. Tak ada tanda-tanda perbaikan atau dibuatkan jembatan alternatif hingga saat ini.

Menurut keterangan warga di Kecamatan Wawo. Akhyar mengungkapkan, belum ada tanda-tanda jembatan itu diperbaiki. Kata lelaki yang berprofesi sebagai Wartawan itu mengaku, pihak Pemkab Bima, berjanji akan memperbaiki setelah musim hujan nanti.

"Belum ada tanda-tanda jembatan itu diperbaiki. Pihk Eksekutif dn Legislatif (Pemkab Bima) sudah berjanji akan perbaiki setlah musim hujan nanti," ungkap pemilik akun Facebook, Yar Chombo, Sabtu (20/1/2018) itu.

Yar Chombo menambahkan, saat ini, guru-guru dan warga Tarlawi sangat sengsara. Penderitaan mereka sangat terasa akibat putusnya jembatan tersebut. 

"Saya pun pernah menulisnya. Namun, tidak ada respon dari pemerintah daerah untuk segera dicarikan solusi atas kendala dan masalah yang dihadapi masyarakat di Desa Tarlawi saat ini," tutur dia.

Pernah pula, kata Ahyar, terjadi banjir belum lama ini. Masyarakat yang biasanya melintasi keluar dan masuk Desa Tarlawi menyeberangi sungai tentu kondisinya terisolasi. 

"Kemarin pas terjadi banjir, Desa Tarlawi terisolasi sama sekali. Dan saat melintasi sungai yang sudah dua bulan dilakukan warga selama ini, sungguh sangat berat dan kesusahan yang harus segera diberikan solusi atas masalah ini. Kami harap, pemerintah segera peduli dan memperbaiki jembatan ini," ungkap Ahyar.

Di sisi lain, pihak Pemerintah Kabupaten Bima lewat BPBD Kabupaten Bima terkait penanganan fisik pasca banjir bandang yang merubuhkan jembatan Desa Tarlawi masih dikonfirmasi kembali. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item