Dua Kasus Pembacokan di Sape dan Lambu, di Awal Tahun Baru 2018

Aparat keamanan yang mengamankan situasi pasca bentrokan dua kelompok massa asal Desa Naru dan Desa Parangina, di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, semalam. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Seorang anggota Polres Bima Kota, namun enggan menuangkan namanya di media mengungkapkan, ada dua kejadian penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam atau tragedi pembacokan di Kecamatan Lambu dan  Kecamatan Sape, hari pertama tahun 2018 atau Senin, 1 Januari 2017, kemarin.

Kata dia, kejadian pembacokan yang pertama di Kecamatan Lambu. Kecamatan Lambu sebelumnya adalah Kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Sape. Dan hari Senin, 1 Januari 2018, sekitar pukul 16.00 WITA bertempat di Pantai Papa, Desa Sumi, Kecatmatan Lambu, Kabupaten Bima telah terjadi tindak pidana Penganiayaan dan pembacokan.

"Dalam kejadian ini korban bernama Ruslan Amanan (30), seorang Honorer di kantor Sat Pol PP Kecamatan Lambu mengalami luka bacok pada betis kaki kirinya," ucap dia.

Seorang honorer yang juga Pol PP di Kantor Kecamatan Lambu yang menjadi korban pembacokan di Pantai Papa, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Senin (1/1/2018) kemarin. METROMINI/Dok
Dalam kejadian ini, pelaku pembacokan belum diidentifikasi dan sementara ini melakukan adalah orang tidak dikenal.

Kronologisnya, kata dia, pada saat korban melewati jalan raya di sekitar Pantai Papa. Korban melihat adik kandungnya (Masud Amanan-Red) sedang bertengkar dengan beberapa temannya yang lagi mengkonsumsi miras. 

"Dalam kondisi mabuk yang dilihatnya percekcokkan antara adiknya dengan beberapa orang itu, korban berniat untuk melerai. Pada saat korban melerai dan suasana sangat ramai korban dibacok oleh pelaku yang tidak sempat mengetahui siapa yang membacok kakinya," jelas dia.

Lanjut dia, usai dibacok korban langsung dibawa oleh adiknya ke Puskesmas Lambu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, sedangkan pelaku pembacokan hingga saat ini masih melarikan diri.

"Akibat dari kejadian ini, suasana di Kecamatan Lambu masih berjalan aman dan kondusif," jelasnya.

Dua Kubu Bentrok di Sape, Akibat Pelelangan Tanah

Situasi bentrokan yang terjadi di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, semalam. METROMINI/Dok
Anggota Polres Bima Kota itu menambahkan, di malam harinya, 1 Januari 2018 kemarin atau sekitar pukul 21.30 WITA, bertempat di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima telah terjadi bentrokkan antara dua kelompok masyarakat yang ada di dua desa di Kecamatan Sape.

"Kelompok yang bentrok adalah kelompok masyarakat asal Desa Naru yang dipimpin Mht dan Kelompok massa dari Desa Parangina yang dipimpin oleh Sms. Dan bentrokan ini berawal adanya saling mengklaim tanah aset Pemerintah Daerah yang telah dilelang oleh Pemerintah Kabupaten Bima," jelasnya.

Baca: Hasil Lelang Tanah Eks Jaminan di Pemkab Bima Bagai Sinetron Saja

Ia menceritakan, pukul 21.00 WITA, kelompok massa Desa Naru sekitar 50 orang mendatangi Desa Parangina untuk melakukan aksi penyerangan terhadap kelompok Sms. Setengah jam kemudian, terjadi aksi saling serang dengan menggunakan parang dan panah sehingga menyebabkan satu korban dari insiden semalam.

"Korban yang mengalami luka bacok dari kejadian semalam bernama Khalik asal Desa Parangina. Korban mengalami luka bacok pada bagian kepala karena terkena senjata tajam," sebutnya.

Sesaat kemudian, kata dia, aparat Polsek Sape dan Koramil Sape tiba di TKP untuk mengamankan situasi.Pada pukul 22.00 WITA, kelompok massa dari kedua Desa tersebut mundur namun masih terlihat beberapa titik konsentrasi massa disekitar Desa tersebut.

"Dan sementara ini, dari kejadian semalam hingga saat ini situasi masih kondusif dan keamanan masih siaga di kedua Desa," tutup dia. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item