Ini Kisah Hidup Parjo, "Warga: Masjid Terapung Bagai Minta Tumbal"



Kondisi korban bernama Parjo yang ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah di kawasan Masjid Terapung Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (3/1/2018). GOOGLE/www.kabarbima.com
KOTA BIMA - Suparjo, pemuda 29 tahun kelahiran asal Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima merupakan anak yatim. Ia adalah buah hati yang kedua dari tiga bersaudara pasangan Untung dan Baenah. Adik Parjo yang bernama Robin pun telah meninggal dunia. Kini, ia hidup bersama kakak perempuannya bernama Ros dan bermukim di Lingkungan Amahami atau dibelakang kantor Koramil Dara yang masuk ke dalam wilayah RT. 09, RW. 03.

Menurut seorang warga, Az mengungkapkan, Parjo kecil sempat mengalami gangguan mental. Di Bangku SD, dia terlihat berbeda dan sangat nakal. Tak ayal, Parjo mengejar temannya dan kerap diolong dengan sebutan Parjo Ringu (Parjo Gila-Red). Namun, beranjak remaja, Parjo yang putus sekolah itu pun kian membaik. Namun, olokan teman-temannya masih menghantui hidup Parjo dengan panggilan Parjo Ringu di tengah hidup Parjo yang mulai dan membaik.

"Saat remaja dia sudah membaik. Dia sudah mengenal teman-teman kampungnya. Bahkan, dia sempat menjadi petinju, mengikuti jejak Bapaknya yang dulu dikenal sebagai penjaga Lawata yang pertama. Karena orang tua Parjonya dikenal keras," kisah Az, pada media ini, Rabu (3/1/2018) siang ini.

Secara asal usul, sambung Az, kakek Parjo merupakan seorang polisi. Ayahnya berasal dari pulau timur dan ibunya berasal dari tanah Jawa. Memasuki usia remaja, selain membantu kakaknya yang berjualan persis di bagian utara Masjid Amahami yang sedang dibangun sekarang. Ia berprofesi sebagai tukang ojek.

Sebelumnya, kata Az, kabar duka pun datang dari keluarga mereka. Seorang lelaki paruh baya yang bernama Juda, diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Parjo. Dulunya, baik Parjo dan Juda merupakan keluarga yang berada.

Mereka tinggal di Kelurahan Dara, tepatnya di ujung timur, di atas berdiri rumah panggung besar yang didiami Om Kedang (Pensiunan Polisi) yang juga adalah kakek si Parjo.

"Parjo dewasa sangat berbeda dengan kondisinya di waktu kecil. Dia terlihat rajin, sopan dan juga sering membantu keluarganya. Bahkan, semalam, saya melihat Parjo di areal Masjid Amahami dan kondisinya baik-baik saja. Dan saya pun kaget, mendengar kabar dia pagi tadi yang diduga mencoba melakukan upaya bunuh diri," ucap Az yang juga teman kecil Parjo ini.

Kisah Diduganya Bunuh Diri

Lokasi ditemukannya korban bernama Parjo, ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah di kawasan Masjid Terapung Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (3/1/2018). METROMINI/Azh
Pagi tadi, kehebohan menyeruak di Kelurahan Dara dan juga pengguna jalan kawasan Amahami. Sekitar pukul 08:00 WITA, Parjo ditemukan bersimbah darah oleh seorang yang sedang mengerjakan taman di areal kawasan Amahami, 

Menurut, saksi mata, M. Said alias Ujang mengaku, dirinya melihat keadaan Parjo, awalnya dikabari oleh pekerja taman Masjid Terapung Amahami. Dan saat mendekati korban yang sudah tergeletak di pintu WC atau di bawah kolong jembatan mesjid. Saat itu, Ujang melihat sebilah parang, persis di dekat korban.

"Karena kami melihat parang, kami pun enggan mengangkat korban. Kami memanggil dulu aparat, baru kami kembali melihat korban yang sudah tidak bisa apa apa. Dan pas dilihat kondisinya, ada luka di kepala dan lehernya. Sedangkan posisi parang, ada di lantai dekat korban," kisah Ujang yang ditemui media ini di lokasi usaha tambal ban miliknya, seberang Masjid Amahami, Kota Bima, pagi tadi.

Baca: Seorang Ojek Ditemukan Bersimbah Darah Depan Masjid Terapung Amahami

Kata Ujang, bersama pihak anggota TNI (Babinsa Dara dan seorang rekannya), dirinya mengevakuasi Parjo ke RSUD Bima dan mengabari pihak keluarganya. Lalu kemudian, sambung dia, pihak Kepolisian datang ke TKP di tengah banyaknya warga dan pengguna jalan yang ingin mengetahui kejadian yang dialami Parjo.

Ini Kata Kapolsek Rasbar 

Kapolsek Rasanae Barat, AKP. Hatta. METROMINI/Dok
Menurut Kapolsek Rasanae Barat (Rasbar), AKP. Hatta mengungkapkan, bahwa diduga korban melakukan percobaan bunuh diri, Kata dia, keterangan ini setelah mendapat informasi dari saksi yang awal kali melihat kejadian yang ada.

Saat ini, kata Kapolsek, korban sedang dirawat di UGD RSUD Bima, Kapolsek pun mengaku, dalam kasus ini korban  mengidap penyakit ayan atau epilepsi. Diakuinya, untuk proses penyelidikan lebih lanjut, pihaknya masih mendalami kasus ini.

"Korban mengidap penyakit epilepsi. Dan benar bahwa korban pun melakukan upaya bunuh diri. Sementara ini, kondisi korban sedang dirawat di RSUD Bima dan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan didalami lebih lanjut," ucap Kapolsek, siang ini.

Bagai Meminta Tumbal

Kondisi korban bernama Parjo yang ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah di kawasan Masjid Terapung Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (3/1/2018). METROMINI/Azh
Di sisi lainnya, beberapa keterangan yang dihimpun dari warga atas kejadian ini. Beberapa orang warga yang tak ingin menuangkan namanya mengira bahwa kejadian yang dialami Parjo sepertinya dibalik pembangunan Masjid Terapung Amahami yang meminta darah atau tumbal.

Kata warga Yhy (inisal-Red), kalau di zaman dulu, kejadian seperti ini--banyak orang bima mengira sepertinya dibalik pembangunan Masjid Amahami, ibaratnya meminta tumbal atau darah. Bagi sebagian warga yang masih konservatif, kata dia, dalam pikirannya pun sontak mengira kejadian itu seperti kisah masa lalu yang sering diceritakan orang tua di zaman yang lalu.

"Mungkin saja kasus di Amahami itu bagai minta tumbal atau darah. Kalau cerita orang tua dulu ya begitu. Ada kisah di jaman dulu, untuk memperkuat sebuah jembatan maka dipasang tengkorak di dalam bangunan jembatan tersebut agar bisa kokoh dan bertahan lama," ucapnya.

Masjid Terapung Amahami yang sedang dibangun di Pantai Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. METROMINI/Azh
"Memang tahayul yang seperti ini, sebagian warga ada juga yang masih menyakini. Bisa jadi Masjid Terapung itu agar tak bermasalah seperti meminta tumbal atau darah," tambah dia.

Diakuinya pula, saat ini zaman memang sudah modern, Dan juga, mungkin saja korban depresi karena sering dipojokkan oleh rekan dan temannya. Nah, menurutnya, di tengah penyakit ayan yang dideritanya kambuh, apalagi ditambah dugaan korban ingin bunuh diri, tentu saja kejadian ini sangat menghebohkan di awal tahun ini.

"Terlihat banyak sekali darah yang keluar dari tubuh korban, terutama yang ada di dalam WC. Semoga saja korban bisa sembuh dengan segera dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya," tutup warga Kota Bima itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item