"Kasat Panggil Distributor Pupuk", Legislator Desak Wali Kota Tindak Camat "Penyelundup" Pupuk

Mobil kijang kapsul dengan Nomor Polisi EA 47 S masih diamankan di Polres Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bima, AKP Davis Sidiq mengungkapkan, terungkapnya mobil beserta Camat Rasane Timur (Ahmad, S.Sos-red) dan supirnya yang memuat 10 sak pupuk bersubsidi saat aksi eksponen Posko Menangkan Pancasila di Cabang Talabiu, Kabupaten Bima, Rabu, 10 Januari 2018 lalu.


Beberapa hari yang lalu, kata Davis, baik Camat Rasanae Timur (Rastim) dan Supir dinasnya masih ditetapkan sebagai saksi. Sedangkan, mobil dinas milik Pemerintah Kota Bima jenis kijang kapsul dengan Nomor Polisi EA 47 S masih diamankan di Polres Bima. 

Sudah hampir sepekan kasus itu berjalan. Davis mengungkapkan, pihak penyidik di Satreskrim Polres Bima akan memanggil pihak pengecer/penjual, distributor serta pihak PT. Pupuk Kaltim, 

"Pihak yang memberikan pupuk ke oknum Camat akan dimintai keterangannya. Terkait dengan pengakuan oknum Camat dan Supir bahwa pupuk bersubsidi yang dimuat dalam mobil dinas dan dibawa ke wilayah Kabupaten Bima," terang dia.

"Kami pun harus mendapatkan keterangan dari pihak penjual atau pengeccer, pihak distributor dan PT. Pupuk Kaltim," ucap Davis menambahkan saat diwawancara Metromini beberapa hari yang lalu.

Diakuinya, dalam kasus ini, kuat dugaan adanya penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang seharusnya disalurkan kepada petani. Dan bila ditemukan unsur, lanjut Dacis, kasus ini akan segera ditetapkan adanya tersangka.

"Sementara itu, mobil dengan barang bukti 10 sak pupuk bersubsidi ini masih kita amankan di Mapolres Bima. Tentunya, proses hukum akan terus berjalan, Kami tidak ada pilih bulu dalam penanganan kasus ini dan jika memang sudah memenuhi unsur, kami akan segera tetapkan  tersangka dan menindak siapa pun terduga pelakunya," jelas Davis.

Diakuinya, pemanggilan pihak Distributor akan dilakukan dalam pekan ini. Dari keterangan saksi, Camat membeli pupuk pada pengecer untuk kebutuhan lahan pertanian miliknya yang ada di wilayah Kabupaten Bima. Dan kasus ini akan dikoordinasikan dulu dengan Jaksa. Sekarang, masih mendalami keterangan dari pihak penjual/pengecer dan distributornya. 

"Intinya, proses hukum kasus ini akan tetap terus berjalan," terang dia. 

Menurutnya, pengakuan saksi saat diperiksa, dia membeli pupuk seharga Rp100 ribu per sak. Dan sesuai ketentuan yang ada, pupuk bersubsidi tidak boleh dijual seperti itu, karena alokasinya jelas untuk petani yang terdata sebelumnya. 

"Tindakan pembelian 10 sak pupuk urea bersubsidi diduga salah seperti yang dilakukan oknum camat. Namun, kami perlu untuk memenuhi unsur lainnya dan  mengkordinasikan dulu dengan Jaksa serta memeriksa beberapa pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti proses hukum dalam kasus ini," terangnya.

Nazam Desak Wali Kota Tindak Camat Rastim

Sementara itu, sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bima, Nazamuddin, S.Sos meminta kepada Wali Kota Bima agar menindak sesuai aturan yang berlaku terhadap Camat Rasanae Timur yang diduga kuat menyalahgunakan kewenangan dan fasilitas negara di tengah jam kantor demi kepentingan pribadinya.

"Kami meminta Wali Kota Bima bisa menindaktegas anak buahnya seperti Camat Rasanae Timur yang membeli pupuk subsidi di Kota Bima dan membawa keluar kota dengan  mobil dinas," kata lelaki yang akrab dipanggil Pak Nazam itu.


"Pupuk urea bersubsidi ini tidak bisa digeser atau diperuntukkan untuk wilayah di luar pengecer. Parahnya tindakan oknum camat ini kan membawa keluar kota atau secara diam-diam menyelundupkan pupuk jatah di Kota Bima untuk kepentingan tanah pertaniannya yang ada di wilayah Kabupaten Bima," tambah Ketua PKPI Kota Bima itu menegaskan.

Dia mengaku, sudah sepekan dari kejadian tersebut, namun Wali Kota Bima (H. Qurais-red) masih adem-adem saja. Padahal, kasus oknum camat yang diduga kuat menyelundupkan pupuk bersubsidi ini tertangkap tangan oleh massa. 

"Kami meminta secara tegas agar Wali Kota Bima menunjukkan keadilannya dan menjaga martabat pemerintahan. Oknum Camat Rasanae Timur harus diberi sanksi. Kalau tidak, akan melahirkan kecemburuan pada aparatur pemerintah lainnya," sorot dia.

Sementara itu, Wali Kota Bima atau Plt. Kabag HumasPro sedang dalam upaya konfirmasi lebih lanjut. Sedangkan Camat Rasanae Timur, Ahmad, S.Sos yang diupayakan ditemui di kantornya yang terletak di Kelurahan Dodu, Rasanae Timur belum berhasil ditemui Wartawan media ini, Rabu (17/1/2018) kemarin. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item