Nggempo Nilai Pekerjaan Jembatan Cenggu Baik, "Warga Gandeng Pengacara dan Minta Uji Lab Sama-sama"

Kadis PUPR Kabupaten Bima, Ir. Nggempo. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Sorotan proyek pembangunan jembatan yang ada di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima di sosial media kini ditanggapi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Selasa, 16 Januari 2018, kemarin di aula kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.


Menurut Kadis PUPR Kabupaten Bima, Ir. Nggempo, pekerjaan jembatan di Desa Cenggu yang pekerjaannya menggunakan sistim multi years itu baik dikerjakan oleh pemborong atau kontraktor selaku pemenang tender proyek tersebut. 

Kata dia, Pada tahun 2017, pekerjaan jembatan tersebut menelan biaya senilai Rp1,4 miliar. Sedangkan pada anggaran tahun selanjutnya akan dituangkan kembali besaran penyelesaian proyek ini yang totalnya mencapai kurang lebih Rp3 miliar dan dibebankan pada APBD Kabupaten Bima.

"Pengerjaan jembatan di Desa Cenggu sudah sesuai standar kualitas yang diharapkan. Kondisi proyek yang telah dicek pihak pengawas kami, baik dari sisi spesifikasi bahan yang digunakan sudah sesuai dengan material bangunan yang ada dalam  RAB kontrak dan tentunya sudah memenuhi kualitas yang diharapkan," jelas pria berpostur gemuk itu. 

Kondisi proyek jembatan yang disorot netizen di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Ditegaskannya, pada proyek ini, tidak ada yang melanggar spek dan RAB. Aspek jumlah atau kuantiti dan kualitasnya sudah teruji. Menurut dia, adanya sorotan dari pihak warga tentu sangat diharapkan. Harapannya, dengan adanya sorotan itu, akan sangat bermanfaat bagi pihak pengawas atau dinas dan pihak kontraktor untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan pekerjaan yang ada. 

"Adapun anggapan minor dari masyarakat atau pernyataan anonim berupa sorotan dari beberapa orang warga itu hal yang biasa. Dan manfaatnya, agar kita dalam melaksanakan pekerjaan bangunan dengan yang rakyat bisa lebih berhati-hati lagi," terang dia.

Kata dia,  dalam pembangunan jembatan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan tidak boleh sambrono, Kontrak proyek ini adalah kontrak multi years,  Diakuinya, dikerjakannya secara multi years atau dikerjakan dalam dua tahun karna memang anggarannya terbatas.

"Tahun 2017 dialokasikan anggaran jembatan di kontrak awal sebesar Rp1,4 miliar yang sebenarnya kontrak induk  besaran nilai anggaran proyek tersebut lebih dari Rp3 miliar," sebut Insinyur yang menjabat Kadis PU terhitung 3 periode Kepala Daerah sejak era Alm. Bupati H. Ferri Zulkarnain, ST itu hingga Bupati saat ini Hj. Indah Dhamayanti Putri (Istri Alm. Bupati Ferri-red).

Lanjut dia, sebenarnya dalam menilai kualitas pekerjaan warga adalah bukan ahlinya. Dan yang ahli adalah pihak Dinas PUPR selaku penanggungjawab tehnis proyek pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan. 

"Untuk masalah kualitas dan kuantitas pengerjaan jembatan, tentu lebih paham Dinas PUPR ketimbang pengetahuan warga. Kami ini (Baca: Dinas PUPT) kan ahlinya dan tentu soal kualitas kami yang lebih mengerti dari warga. Sejauh ini, kualitas pekerjaan jembatan di Desa Cenggu itu baik dan memang masalah jembatan tidak boleh dikerjakan secara sambrono," tutup dia. 

Warga Berikan Kuasa ke Pengacara, Usut Proyek Jembatan Cenggu

Surat kuasa dari warga kepada pengacara agar mengusut proyek pembangunan jembatan di Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Mendapat tanggapan dari Kadis PUPR Kabupaten Bima, seorang warga Cenggu yang sebelumnya telah menginvestigasi dan mengecek fisik proyek menilai penjelasan dari pihak dinas hanyalah pembenaran saja.

Seorang warga, Delian Lubis menilai, pernyataan Kadis PUPR Kabupaten Bima memang benar bahwa pihak dinas lebih ahli dari pada masyarakat. Namun, kata dia, Kadis PUPR itu lupa, bahwa di Kabupaten Bima sudah banyak orang yang membangun rumah batu. Dan seriap pekerjaan rumah tentu ada proses cor pondasi dan tiang.

"Kalau coran pondasi dan tiang rumah kami, temboknya tak mudah dikelupas karena memang komposisi besi, kerikil, pasir dan semennya sudah sesuai standar kualitas beton yang ada. Tapi, tiang atau pondasi beton pada pekerjaan jembatan itu mudah dikelupas dengan tangan yang semua orang pun paham bahwa campuran beton tersebut kurang semennya atau berstandar buruk," papar dia, semalam.

Untuk itu, kata Lubis, dari pihak warga sebenarnya sudah menunjuk seorang pengacara dalam mengusut dugaan tentang fisik proyek jembatan Desa Cenggu yang kualitasnya rendah sekali. Dan untuk saat ini, sedang didalami oleh pihak Pengacara untuk ditemukannya dugaan pelanggaran dibalik pembangunan jembatan tersebut.

"Saya mewakili warga dan seorang teman (Arif Kurniawan) dari Posko Menangkan Pancasila telah menunjuk seorang pengacara dalam mengusut pembangunan jembatan Desa Cenggu yang diduga fisiknya berkualitas buruk yang berdampak pada indikasi adanya kerugian uang negara dibalik pekerjaan tersebut," papar dia.

Dia pun menantang pihak Dinas PUPR Kabupaten Bima untuk mengecek secara bersama-sama, kualitas cor atau beton yang dikerjakan di Laboratorium dengan menghadirkan seorang tekhnil sipil atau ahli bangunan independen. 

"Kami maunya fisik atau beton jembatan Cenggu itu dicek kualitasnya di laboratorium dengan adanya seorang ahli bangunan independen dalam waktu dekat ini. Agar bisa diketahui betul kualitas yang ada dan bukan hanya retorika seorang Kepala Dinas semata," tutur dia. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item