Pantai Kalaki Seperti Tempat Alternatif Pembuangan Sampah

Kondisi sampah di Pantai Kalaki, di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima saat ini. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Pantai Kalaki merupakan salah satu destinasi andalan wisata yang ada di Kabupaten Bima. Pantai ini adalah salah satu tempat andalan bagi pengembangan wisata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Pantai ini berlokasi di Dusun Kalaki, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pantauan media ini, kondisi hamparan di pinggir Pantai Kalaki, saat ini bagaikan tempah alternatif pembuangan sampah saja.

Kata seorang warga, Ilham yang kebetulan berkunjung di kawasan pantai itu mengungkapkan rasa kecewanya kepada pengelola kawasan wisata ini. Menurutnya, tempat wisata seperti ini seharusnya bisa dijaga dan diurus dengan baik. Dan yang terutama, kata dia, adalah masalah kebersihan sepanjang pantai yang harus tetap dikontrol dan dijaga oleh petugas.

"Pemkab Bima seharusnya di tempat wisata seperti ini harus dijaga kebersihannya. Karena kondisi pantai yang bersih tentu akan lebih dapat menarik pengunjung untuk hadir dan merasakan kennyamanan berwisata di pantai ini," kata dia, Senin, 29 Januari 2018, sore.

"Dan kalau kondisi tempat wisata penuh pantai dan tak terurus. Tentu wacana mengembangkan sektor wisata di Kabupaten Bima hanyalah pemanis kata-kata pemerintah saja. Kan buktinya juga setipa ke Kalaki, selalu saja sampah menjadi tontonan yang mengganggu kenyamanan bertamasya ke sini, tambah lelaki yang datang bersama keluarganya dari Kota Bima itu.

Dari pantauan media ini. Di sepanjang bibir pantai kalaki memang tak ubahnya seperti pembuangan sampah saja, Keadaan sampah begitu jelas dan menciptakan suasana kumuh yang tampaknya pembersihan sampah bukan menjadi kegiatan regular dari SKPD atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait bidang kepariwisataan ini. 

Seorang pengunjung lain, Ahyar mengharapkan, program kebersihan dan kenyawanan di spot-spot wisata yang ada di Kabupaten Bima, seperti di Pantai Kalaki ini harus sudah menjadi program yang wajib dilakukan. Kawasan wisata yang maju di manapun, kata Ilham, pasti gampang ditemukan petugas sampahnya dan diawasi secara rutin oleh OPD yang menanguinya. 

"Sudah beberapa Bupati berganti dan berapa miliaran uang daerah yang digelontorkan untuk kemegahan spot wisata pantai kalaki. Saat kondisinya kotor karena sampah dan tak ada petugas yang rutin membersihkannya. Tentu, tanggung jawab Dinas Pariwisata dalam hal menjalankan programnya sama sekali tidak menyentuh implementasi sebuah destinasi wisata yang bisa diandalkan," papar seorang pegiat LSM itu.

Mamang, diakuinya, pernah ada kegiatan kebersihan bersama Bupati dan seluruh pegawai Pemkab untuk membersihkan sampah di Pantai Kalaki dan sekitarnya. Kegiatan jenis itu, sebenarnya adalah bentuk kegiatan yang sekedar saja--dan lebih pada pencitraan semata.

"Jika bicara kebijakan, semestinya masalah sampah sudah harus ada petugas dan keadaannya bersih setiap saat. Sistimnya sudah terbangun dan telaksana secara reguler dan berkelanjutan. Bukan karena disorot tiba-tiba gotong royong dan menumpuk sampah yang tidak dibuang-buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," tukas dia.

"Akhirnya, kerja 'cari muka' dan tidak sepenuh hati tentu hal itulah yang terjadi di tengah semakin tercemarnya keberadaan bibir pantai kalaki saat ini. Padahal, di pantai ini, merupakan pilihan favorit warga sebagai spot wisata yang selalu dikunjungi berbagai kalangan masyarakat yang ada di dalam maupun  di luar daerah Bima," tutup Ilham.

Di tengah kondisinya di tengah jalan raya dan menjadi perhatian bagi pengguna jalan dengan bangunan pendukung dijadikannya kawasan pariwisata. Kondisi sampah yang selalu menjadi keluhan dan sorotan  publik atas lemahnya peranan pemerintah dan dinilai tiba masa tiba akal. 

Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi lanjut atas kabar pemberitaan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item