Pasca Dilantik Kepala BPBD, Dugaan Nepotisme "Tersangka Fiberglass" ini Terkuak Rekrut Pegawai Baru


Ir. H. Taufik Rusdi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima. GOOGLE/www.bimakini.com
KABUPATEN BIMA - Ir. H. Taufik Rusdi adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima. Sebelumnya, di tahun 2012 lalu, saat menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima, pejabat yang satu ini terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sampan fiberglass.

Pada kasus yang tengah dalam proses penyidikan pihak Polda NTB. Ir. H. Taufik Rusdi telah ditetapkan sebagai tersangka hingga saat ini. Namun, era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri dan H. Dahlan, sosok H. Taufik Rusdi ternyata mendapat posisi jabatan kepala kantor. Sebelumnya, tersangka Polda NTB itu diangkat menjadi Sekretaris sekaligus Plt. Kepala BPBD Kabupaten Bima.

Baca: Arifin Tumpa Tuding Bupati Tak Etis Lantik Tersangka jadi Kepala BPBD

Dan pada proses mutasi terkini oleh Bupati Bima yang digelar sekitar pertengahan Januari 2018 lalu. Sosok H. Taufik Rusdi ternyata mendapat promosi. Saat ini, H. Taufik Rusdi tidak lagi menjabat Plt. Kepala namun sudah dilantik menjabat Kepala definitif di kantor BPBD Kabupaten Bima.


Di tengah kepemimpinan H. Taufik Rusdi di BPBD Kabupaten Bima. Seorang pegawai atau anggota TRC (Tim Reaksi Cepat) mengungkap adanya dugaan nepotisme dalam kantor itu. Kata dia, rencana pengurangan pegawai TRC di BPBD Kabupaten Bima diduga ada permainan. 

Menurutnya, Kepala BPBD dianggap tidak komitmen. Pasalnya, kata dia, berdasarkan kesepakatan hasil rapat beberapa hari yang lalu di kantor BPBD Kabuapten Bima, Ir. H. Taufik Rusdi yang memimpin rapat menjelasakan, akan melakukan pengurangan TRC di BPBD dengan alasan efisiensi pegawai.

"Kata H. Taufik Rusdi, sebagai langkah efisiensi di kantor BPBD Kabupaten Bima akan dikurangi 20 anggota TRC jumlah total TCR sebanyak 70 orang. Proses pengurangan akan dinilai siapa saja pegawai yang masuk dan berkategori malas masuk kantor," jelas Sumber, Rabu, 24 Januari 2018.

Namun, kata dia, dugaan nepotisme ternyata bersembunyi dibalik kebijakan pengurangan anggota TRC. Pasalnya, sehari setelah rapat, justru ada 8 orang pegawai baru yang sudah masuk kantor. Tentu saja, hal ini tidak sesuai dengan komitmen Kepala BPBD yang ingin mengurangi jumlah pegawai.

"Hasil rapat anggota TRC akan dikurangi 20 orang bagi yang malas. Sehari setelah rapat ternyata ada sekitar 8 orang pegawai baru yang sudah masuk kantor," ungkap dia.

Baca: Ini Kisah Kasus Fiberglass 5 Tahun ‘Tertidur’ di Polisi

Sumber menuding bahwa keadaan ini ada permainan pimpinan yang ingin mengeluarkan pegawai yang sudah lama mengabdi dan menggantikan dengan yang baru, Dan pegawai-pegawai baru ini, dari rumor yang beredar adalah keluarga atau sanak saudara pimpinan yang ada di kantor BPBD Kabupaten Bima. 

"Saya menduga ada permainan dari tujuan mengurangi TRC ini. Apalagi desas-desusnya, para pegawai baru yang masuk di kantor BPBD diduga masih memiliki hubungan kerabat dengan pimpinan saat ini," duga sumber yang menguak kondisi di BPBD Kabupaten Bima saat ini.

Ia manambahkan, selain dugaan adanya nepotisme dengan masuknya para pegawai yang baru. Terkait penilaian malas yang menjadi alasan dikeluarkannya 20 anggota TRC tidak sesuai dengan kenyataan dan dianggap sepihak. Siapa saja yang masuk dalam kategori pegawai malas yang akan dikeluarkan dalam daftar pegawai adalah proses penzoliman yang dilakukan kantor BPBD kepada anggota TRC.

"Contohnya saja saya. Sudah bertahun tahun mengabdi bahkan tak jarang pulang malam untuk lembur di kantor kok saya bisa dimasukkan ke kategori yang malas. Kami yang masuk daftar malas tentu mempertanyakan standarisasi penilaian malas itu seperti apa? Sementara ada pegawai yang baru masuk kok aman-aman saja dibanding saya yang mengabdi bertahun-tahun lamanya," papar dia.


H. Taufik Rusdi Tanggapi di Sosmed, Ending-nya Blokir Akun Wartawan

Komentar H. Taufik Rusdi lewat akun Sosial Media Facebook miliknya. Kamis, 25 Januari 2018. METROMINI/Dok
Wartawan Metromini yang melempar dugaan adanya bau nepotisme di status akun Facebook miliknya ternyata menuai tanggapan oleh Kepala BPBD Kabupaten Bima lewan akun Facebook bernama Taufik Rusdi.

"Mhn ma'af adik2qu....jgn lah membuat postingan yg sifat fitnah sebelum di klarifikasi sy mengelola SDM yg ada sejak kalak lama....tdk ada rekrutmen TRC...justru sekrg yg malas sy sdh keluarkan +/- 3 org......ayo ke kantor jgn di MEDSOS," tulis Taufik Rusdi. 

Taufik pun melanjutkan komentarnya dengan menuliskan:

"Oh...ya terkait dg 3 klmpok A...B...C itu pembagian personil hsl penilaian atasanx yg rajin...yg sedang dan malas....makax aina turu nggahi (jangan asal bicara) Bima Mawardy. Karena dr jumlah 70 org itu....sy sedang evaluasi thdp ....kinerjax masing2..jd mhn ma'af ya klau mau ke kntr....," tambah Taufik Rusdi dalam komentarnya. 

Taufik pun melanjutkan komentar yang ingin bertemu dengan Wartawan Metromini (akun Facebook Bima Mawardy). Ia pun meminta komentator lain untuk  bisa mengajak wartawan ke kantornya dan ingin menjelaskan masalah pengurangan anggota TRC di kantornya. 

"Adit Sanjaya Sanjaya.......coba dibantu ajak ke kntr Bima Mawardy....spy sy jelaskan standar kita BPBD dan dari siapa hoax. Saat ini km terus berbenah mengasah ketrampilan personil TRC...spy bisa di andalkan di lap dikala terjd benc....alam," lanjut Taufik.

"Klarifikasi dulu mas, Aji mau ketemu lgsung sama adinda....spy enak," tulis Taufik menegaskan lebih lanjut tanggapannya. 

Tanggapan wartawan Metromini terhadap komentar H. Taufik Rusdi lewat akun Sosial Media Facebook miliknya. Kamis, 25 Januari 2018. METROMINI/Dok
Sementara itu, wartawan Metromini menanggapi ingin menyampaikan materi  berita dan menuliskan pengaduan dari anggota TRC dalam tanggapan komentar selanjutnya, ternyata tak ditanggapi lebih lanjut oleh H. Taufik. 

"Berita pengaduannya saya jelaskan di komentar sini saja Pak Aji," balas Bima Mawardy.

Berjam-jam ditunggu komentar tanggapannya ternyata sudah tak ditanggapi lagi. Bahkan, akun Facebook Bima Mawardy diblokir oleh Kepala BPBD Kabupaten Bima. 

"Berjam-jam menunggu tanggapan sebelum dipublikasiannya berita ini. Ternyata, tanpa basa basi dan penjelasan lanjut tentang dugaan nepotisme dibalik keberadaan pegawai baru yang ada di kantor BPBD Kabupaten Bima saat ini. Akun Facebook saya diblokir oleh pejabat yang terlibat dalam skandal dugaan korupsi kasus sampan fiberglass yang 'mangkrak' di Polda saat ini," pungkas Agus yang juga pemilik akun FB Bima Mawardy itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item