Pentingnya Strategi Media Dalam Konstelasi Pilkada

Ilustrasi. FOTO/Google
Oleh: Didu

OPINI - Momentum Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) saat ini menuntut adanya taktis dan strategis dari para Pasangan Calon (Paslon) yang terlibat. Salah satu taktik yang efektif untuk mem-bypas prosedur pencitraan yang kerap bertele-tele dan tidak efektif dari sisi waktu adalah memanfaatkan dan mendesain strategi media.

Peran yang diharapkan agar wilayah coverage Paslon lebih meluas jangkauan, lebih efektif dan lebih simple dipahami oleh konstituen lewat branding media yang dikemas. Hasil yang diharapkan dari penggarapan opini ini adalah untuk mengubah persepsi votters menjadi simpati, khususnya kalangan pemilih pemula, kelas menengah lainnya yang memiliki akses media.

Guna menunjang kerja tersebut dibutuhkan persiapan dan prasyarat untuk melakukan proses strategi media. Hal yang terpenting adalah kesiapan tim yg mempunyai kualifikasi, akses dan relationship media dan tentunya budget (anggaran).

Ilustrasi. FOTO/Google
Hal ini penting karena saat melakukan operasional strategi media harus bisa memastikan semua perangkat keras/lunak dalam kondisi stand by. Semua on schedule.

Selanjutnya adalah memetakan skala prioritas isu yang hendak di publish dengan casing atau kemasan yang lebih simple agar mudah dipahami. Selanjutnya, harus menyiapkan space untuk isu-isu dadakan di luar schedule tapi memiliki daya ekspektasi kuat di publik jika dimainkan untuk kepentingan Paslon.

Semua kerja komprehensif media tidak mungkin tercapai jika tidak kesepakatan dengan paslon diawal, Khususnya menyangkut kesinambungan kerja strategi media maupun kebutuhan menunjang operasional taktik strategi media ini. Selain itu Paslon harus terbuka dan trust terhadap kemasan isu-isu yang akan dipublikasi.

Selain itu, urgen juga adalah kesolidtan internal tim. Tidak ada lagi komplain komplain sesama tim terhadap kemasan isu campaign media yang telah dipublikasi. Selain itu yang perlu diperhatikan juga adalah sesama tim tidak mudah diadu-domba, mudah terpancing umpan isu lawan politik, Tidak perlu melakukan aksi campaig. Kondusifitas ini diperlukan agar terjadi satu kepentingan, satu tafsir dan satu suara untuk setiap isu yang dipublikasi.

Pemetaan isu

Jenis Sosial Media. FOTO/Google
Menggarap strategi media secara kontinyu dengan beragam isu tentu akan mudah jika ada proses konsolidasi dikalangan mitra media. Kepentingan pragmatisnya untuk menyatukan persepsi terhadap kepentingan Paslon dengan media.

Hal ini penting untuk menghindari mispersepsi dengan awak media sekaligus sebagai ajang untuk saling transparan dan menjaga komitmen di awal dan di akhir agar tidak terjadi kontra opini oleh media.

NTB yang memiliki dua pulau yakni pulau lombok dan sumbawa yang memiliki perbedaan karakteristik geografi, budaya, SDM ataupun kepentingan kewilayahan dalam kontek strategi media harus mampu dikonsolidasikan kepentingan campaign media dengan mengkaitkan kebutuhan masing masing wilayah tersebut. Maka akses media apapun di setiap wilayah harus mampu dirangkul dan diajak bermitra. Di sinilah pentingnya networking dengan semua media.

Code of conduct dalam strategi media ini adalah sesama mitra media harus tetap solid tanpa harus mengganggu atau melarang independensi media. Yang terpenting media media tetap menyediakan space atau kolom untuk kepentingan Paslon . Terlepas ada taktik polemik, dll .

Semua trik dan tehnik di atas, tentu belum menjawab tuntas tentang strategi media yang benar. Tapi setidaknya itulah gambaran singkatnya untuk kerja kerja media di era Pilkada ini. ***

_______________
Penulis adalah warga Bumi Gora (NTB)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item