SAYAP Harap Pemda Lebih Peka dengan Kaum Du'afa dan Anak Yatim di Bima


Anggota SAYAP Bima. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - SAYAP (Sahabat Yatim Piatu, Lansia dan Dhuafa) adalah organisasi sosial di bawah nahkoda seorang anggota Brimob Bima, Brigadir Adi Apriyanto atau yang akrab dipanggil Sela. Brimob berstyle rambut gimbal itu mengumpulkan pemuda produktif di Bima untuk bersama-sama bergerak di bidang sosial.

"Alhamdulillah. SAYAP didirikan di Bima berkat keresahan kami melihat kondisi kaum dua'fa maupun anak yatim piatu yang tidak sedikit jumlahnya di Bima dan belum tersentuh secara maksimal oleh Pemerintah Daerah (Pemda) baik Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima," ucap pemilik akun Facebook Beb Sela Ebs, Selasa (23/1/2018) kemarin.


Kata Sela, setelah menggelar empat kali kegiatan pemberian bantuan ke masyarakat dalam satu semester kehadiran SAYAP di Bima. Setelah fokus melihat kondisi masyarakat miskin baik kaum du'afa maupun anak yatim, ternyata di setiap pelosok daerah baik Kota dan Kabupaten  Bima tak susah melihat kehidupan masyarakat yang masih berada jauh di bawah garis kemiskinan.

"Bicara keberadaan masyarakat di Bima, dibilang miskin dan tak berkecukupan sebenarnya banyak. Tapi, karena masih dalam pola hidup bergotong royong dan saling mengisi kekurangan, maka yang terlihat masyarakat kita sepertinya tetap mampu bertahan dalam menopang kehidupannya yang pas-pasan," jelas pemuda asal Kelurahan Lewirato, Kota Bima itu.

Kegiatan SAYAP Bima dalam menyantuni kaum dhu'afa di Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Ia menegaskan, sebelumnya, pihak telah melakukan hearing dengan pihak DPRD Kabupaten Bima. Ternyata, anggaran khusus untuk kaum dhuafa dan fakir miskin tidak tercover dalam pos anggaran yang khusus, tapi dijabarkan dalam program pemerintah yang laun.

Menurutnya, khusus keberadaan anak yatim piatu di Bima. Alangkah bagusnya jika dibangunkan panti asuhan yang layak huni, modern dan menjamin anak yatim hingga dia berhasil lulus dalam jenjang pendidikannya hingga sarjana.

"Kami melihat tidak ada database sesuai dengan fakta keberadaan anak yatim di Bima yang dikantongi oleh pemerintah. Semestinya pemerintah harus mengidentifikasi keberadaan mereka dan segera memberikan solusi seperti mendidikan panti asuhan agar masa depan mereka tertata dan negara benar-benar hadir di tengah ketiadaan orang tuanya," papar Sela yang juga mantan kekasih, seorang legislator wanita di DPRD Kota Bima itu yang hingga kini masih berstatus janda itu. 

Ia menambahkan, terkait keberadaan kaum duafa, atau yang lanjut usia. Di Bima, kata dia, memang sudah ada panti jompo. Namun, saat ditelisik masuk dan dicek kondisi warga di berbagai pelosok, keberadaan lansia yang sakit-sakitan yang juga berasal dari keluarga miskin atau du'afa masih banyak ditemukan. 

"Kami meminta, pemerintah daerah lebih peka lagi dengan kondisi masyarakat yang termarginalkan karena meninggalnya orang tua mereka, fisik mereka yang tak mampu lagi bekerja serta lapangan kerja," tuturnya.

Kantor SAYAP Bima di Jalan Datuk Dibanta, Gang Rade Bata, No 06, Kelurahan Pane, Kota Bima. METROMINI/Dok
Dia menjelasakan, menciptakan lapangan kerja adalah hal yang penting diadakan. Kebijakan itu tentu memberikan solusi pada menurunnya tingkat kemiskinan warga saat ini. Apalagi, lanjut dia, jumlah penduduk yang meningkat dan bencana yang kerap melanda di tengah kian tuanya bumi menjelang kiamat tiba.

"Tak adanya lapangan kerja tentu kian menjerumuskan kehidupan warga dalam lubang kemiskinan. Dan tentu berdampak pada bertambahnya daftar kaum dhu'afa di Bima, Kami meminta pemerintah harus sangat lebih peka dalam melihat potret kemiskinan di tengah kehidupan warganya saat ini," tandas Sela yang juga memiliki hobby live musik di massa senggang dinasnya itu.


Selain itu, terakhir, Sela mengaku, dalam merapikan kerja organisasinya. Saat ini, atas bantuan seorang Hamba Allah, SAYAP Bima sudah memiliki sekretariat atau kantor dalam mejalankan program kegiatan maupun aksi-aksi sosialnya. Berkali-kali sudah organisasi SAYAP hadir dan meringankan beban kaum miskin dan anak yatim baik di Kota maupun di Kabupaten Bima.

"Saat ini, kami sudah memiliki sekretariat sebagai pusat kegiatan SAYAP Bima. Saya berharap pejabat atau pemangku kebijakan di daerah ini tidak lagi melakukan korupsi atau merampas hak dari masyarakat maupun kaum fakir yang ada," terang dia.

"Sungguh bencana sudah ada di depan mata kita. Dan perlu kiranya kita memberikan sentuhan yang nyata kepada mereka yang termarginalkan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT," tutup dan tambah Sela di kantor barunya, di Jalan Datuk Dibanta, Gang Rade Bata, No 06, Kelurahan Pane, Kota Bima itu, kemarin. (RED*)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item