Sepupu Parjo: Diduga Korban Depresi, Hingga Ingin Mengakhiri Hidupnya

Kondisi Suparjo di RSUD Bima, Rabu, 3 Januari 2018 kemarin. METROMINI/Azhar
KOTA BIMA - Kisah Suparjo, lelaki 29 tahun asal Kelurahan Dara yang bersimbah darah di kawasan Masjid Terapung Amahami dan menghebohkan warga Kota Bima itu diduga mengalami depresi atas kejadian yang dialami dalam hidupnya.

Sebelumnya, menurut Kapolsek Rasanae Barat, AKP. Hatta mengungkapkan, kendati kasus ini masih didalami pihak Kepolisian, dari penyelidikan awal, diduga korban melakukan upaya percobaan bunuh diri di bekas bangunan WC yang ada di kompleks Masjid Terapung Amahami.

"Hasil penyelidikan sementara, korban benar diduga ingin melakukan bunuh diri di areal Masjid Terapung dan korban dalam kondisi sehat di RSUD Bima saat ini," ujar Kapolsek, kemarin.


Sementara itu, dari pihak keluarga Parjo, Sepupu Parjo, Nyong (27) mengaku, sebelumnya, sempat terjadi percekcokan antara Parjo dengan kakaknya bernama Ros.

"Parjo adalah anak Yatim Piatu dan saat ini tinggal berdua dengan kakaknya. Dia dikenal baik walau memang sebelumnya memiliki riwayat mengidap penyakit ayan atau epilepsi," ungkap pemuda yang tinggal di RT. 04/02, Kelurahan Dara, Kota Bima itu.


Menurutnya, jika dikaitkan dengan tumbal pembangunan Masjid itu terlalu berlebihan dan bukan zamannya lagi untuk percaya pada hal-hal berbau tahayul . Kata dia, permulaan percekcokan Parjo dan kakaknya, saat kakaknya menegur Parjo karena dia terlalu baik dengan temannya. 

"Parjo ini dikenal suka meminjamkan uang kepada temannya, Namun, oleh peminjam tidak pernah mengembalikan uang yang parjo berikan. Keadaan ini, akhirnya kakaknya pun memarahinya," cerita dia kepada metromini.o.id, kemarin.

Lanjut Nyonk, kemungkinan Parjo pun tersinggung dan sempat terjadi adu mulut diantara keduanya. Perdebatan keduanya juga disaksikan beberapa anak kecil yang menonton sambil mengoloknya dengan mengatai Parjo Gila. 

"Kondisi itu membuat jiwa Parjo tertekan dan kemungkinan Parjo mengalami depresi dan mengambil parang hingga ingin melakukan percobaan bunuh diri di sekitar pembangunan Masjid Terapung Amahami," tutur dia.

"Parjo juga mungkin tidak terima juga dengan ungkapan kakaknya yang menegur dia agar tidak lagi memberikan pinjaman uang kepada teman-temannya. Karena memang tidak ada yang mengembalikan dan Parjo pun dimanfaatkan," tambah Nyonk yang menceritakan kronologis kejadian sebelum kasus ini menjadi viral di sosial media. 

Saat ini, kata dia, kondisi Parjo sudah bisa bicara dan membaik di RSUD Bima. Pihak keluarga pun berharap, agar siapapun yang melihat Parjo pasca kejadian ini, dirinya meminta tidak lagi mengolok dan menyudutkannya.

"Kami sangat berharap, rekan, teman dan siapapun yang melihat Parjo pasca kejadian ini tidak lagi mengolok dan memanfaatkannya. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua," ucap pemuda asal Kelurahan Dara itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item