Warga Soki Diduga Terseret Banjir, Hingga Hari Ketiga Belum Ditemukan


Tim SAR dan TAGANA bersama warga saat mencari korban di DAM Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Tak hanya menelan kerugian materi pada ratusan rumah yang terendam banjir bandang pada 5 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bima pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 lalu.


Menurut Arifin Tumpa, SH, warga asal Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, akibat bencana alam tersebut diduga seorang warga asal Desa Soki bernama Abdul Hamid Ama Ramah (55), terseret arus banjir saat ingin balik pulang ke rumahnya, Sabtu sore lalu.

Dihimpun dari keterangan pihak keluarganya. Arifin menceritakan, di hari Sabtu pagi lalu, Abdul Hamid pergi ke sawah untuk mempersiapkan lahan yang rencananya akan dilakukan penanaman padi di hari Minggu, 14 Januari 2018. .

Kata dia, pihak keluarga sebelumnya tak curiga jika Abdul Hamid diduga menjadi korban terseretnya arus banjir. Sudah biasa, Abdul Hamid tak pulang dan menginap di sawahnya, jika memang memasuki musim tanam di Desa Soki. 

"Pada saat banjir hari Sabtu lalu, keluarganya tak curiga. Walau ngak pulang ke rumah, pihak keluarganya beranggapan korban akan menginap di sawah, Dan menjelang musim tanam biasanya juga begitu" ucap pengacara yang tinggal di Kota Bima itu, Minggu, 14 Januari 2018 lalu.

Tim SAR sebelum memulai pencarian diawali dengan berdoa. METROMINI/Dok
Lanjut Arifin, pihak keluarga mulai curiga setelah Abdul Hamid tidak pulang ke rumah di hari Minggu paginya. Sebab, di jam sepuluh pagi, kebiasaan warga yang bekerja di sawah akan balik ke rumah mereka dan melanjutkan aktivitas di sawah ba'da dzuhur nantinya.

"Saat keluarga korban menanyakan kepada warga lainnya yang pulang dari sawah dan tak melihat korban di sawah. Mulailah kecurigaan keluarga korban yang menduga Abdul Hamid diduga kuat terseret arus banjir kemarin," ungkapnya.

Diakuinya, dari keterangan saksi atau seorang warga (Ama Nur Ayu-red) yang sempat pulang dari sawah dan melihat korban. Dikisahkan oleh Ama Nur Ayu memang benar saksi ini melihat korban di sawah, Sabtu sore lalu. 

"Menurut saksi, setelah dia berhasil melewati banjir kemarin, Saksi melihat korban berjalan di pinggir sungai. Dan saksi ini menduga kalau korban kemungkinan pulang lewat Desa Ngali," ucap Arifin 

Dia mengaku, setelah hari Minggu (14/1/2018) dari pagi hingga petang, korban yang dicari pihak keluarga setelah dihubungi dan dicari di DAM Desa Lido dan tak menemukan korban. Kepanikan pihak keluarganya pun kian menjadi dan pihak keluarga bersama warga lainnya mulai menelusuri sungai dan mencari korban.

"Korban ini sebenarnya warga kelahiran Desa Ngali. Tapi, menikah dengan orang Soki. Hingga saat ini, korban bersama istri dan anaknya sudah lama menetap di Desa Soki. Dan di hari Minggu lalu, setelah diketahui korban ini hilang, Pihak keluarga bersama warga lainnya mulai mencari korban di sungai," jelas Arifin.

Hingga Hari Ketiga, Abdul Hamid Belum Ditemukan

Korban (Abdul Hamid) yang diduga terseret arus banjir bandang yang terjadi di Desa Soki Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Sabtu (13/1/2018). METROMINI/Dok
Kabar hilangnya Abdul Hamid yang diduga dibawa arus banjir meluas dan pihak pemerintah kecamatan bahkan Bupati Bima sempat mengunjungi DAM Lido, di mana tempat berkonsentrasinya keluarga dan warga mencari korban. 

Setelah gagal menemukan korban di hari kedua. Senin, 15 Januari 2018, Tim SAR dan Tim Tagana Kabupaten Bima dibantu pula oleh aparat kepolisian dan pihak lainnya melanjutkan pencarian korban.

Nas Klate, warga asal Desa Soki lainnya pun mengaku, Senin sore kemarin, korban yang diduga dibawa arus banjir belum ditemukan. 

"Tim SAR dan Tagana bersama warga sudah mencari korban mulai dari Sungai Ncera sampai ke Sungai Desa Renda, namun hasilnya masih nihil. Pada hari Minggu lalu, hanya cangkul korban yang ditemukan oleh warga. Dan upaya pencaharian pun masih terus dilanjutkan," ucap dia.

Dia berharap, di tengah peoses pencarian korban ini, pihaknya meminta mohon do'a dari semua pihak agar korban dapat ditemukan dengan cepat.

"Kami dari pihak kolega korban, berharap semua pihak semoga pada pencarian di hari ini (Selasa, 18/1/2018), korban dapat ditemukan dan kecemasan pihak keluarga bisa terjawab," ucap pemuda itu.

Sementara itu, pihak Kantor BPBD Kabupaten Bima, belum bisa menyimpulkan soal kronologi hilangnya korban yang diduga ikut terseret banjir saat melanda Desa Soki dan bebrapa desa di Kecamatan Belo serta banjir yang melanda di 4 Kecamatan lainnya.

“Untuk informasi kronologinya kita belum tahu kepastian. Tetapi, perkiraan umur korban di atas 50 tahun dan upaya pencarian masih sedang dilakukan oleh Tim SAR dan TAGANA Kabupaten Bima," kata Irwan, pegawai asal BPBD Kabupaten Bima itu. (RED)


Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item