Kawasan Mata Air Tampuro "Masih Perawan", Pemerintah Enggan Kembangkan

Kondisi kawasan wisata mata air Tampiro di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Minggu (2/12/2017). METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Dalam mengisi waktu libur menjelang perubahan tahun 2018 ini, di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, ada satu tempat destinasi wisata yang bernama Kawasan Wisata Mata Air Tampiro. Senin, 1 Januari 2018, tempat andalan wisata di Sanggar itu ramai di kunjungi wisatawan dari berbagai wilayah.

Kawasan Mata Air Tampiro ini berlokasi di Desa Piong. Menurut Sekretaris Karang Taruna "Kijang Mas", Agus Gumawan mengaku, kunjungan wisatawan pada tahun 2018 ini, lebih banyak dari pengujung diliburan tahun baru sebelumnya. 

"Ketimbang liburan tahun baru sebelumnya, di hari pertama tahun 2018 ini, pengunjung atau wisatawan di Wisata Mata Air Tampiro terbilang ramai dan peningkatannya cukup signifikan. Kondisi ini, sebenarnya peluang dalam mengembangkan sektor pariwisata bagi masyarakat di Sanggar, khususnya di Desa Piong," papar, wartawan media ini, Senin, sore tadi. 

Kata dia, sementara ini, wisata Mata Air Tampiro menjadi asset Desa Piong. Semestinya, pihak Desa mulai memikirkan pengembangan sektor wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Piong. 

"Kalau seandainya pihak Pemerintah Desa, dan kawasan Mata Air ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mungkin saja akan lebih fokus dikembangkan. Ketimbang yang sudah sekian tahun dikelola desa tidak mengalami pertumbuhan kawasan yang signifikan dalam sisi pendapatan yang ada," jelas dia. 

Dia mengaku, kepedulian Pemdes pun harus dalam biumbinangan Pemerintah Kabupaten Bima dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dalam rangka meningkatkan kualitas Kawasan Wisata Mata Air Tampiro sebagai destinasi wisata andalan di Kabupaten Bima. 

Dia menjelaskan, mata air Tampiro ini tidak pernah kering. Senadainya disalurkan dan dibuat pemandian di tengah adanya kreatifitas dari sumber air ini, tentu akan mendompleng pendapatan. 

"Untuk itu, perlu penyediaan anggaran dan konsep yang bagus dalam pengembangan kawasan wisata ini. Apalagi, kehadiran wisatawan ke sini sangat strategis dengan keberadaan gunung tambora yang sudah bisa didaki melewati jalur Desa Piong," ucap dia.

Selain itu, Kecamatan Sanggar adalah kecamatan yang dulunya berasal dari sebuah kerajaan yang pernah jaya dan hilang dihantam letusan gunung tambora. Kondisi sejarah ini, sambung dia, bisa digali dan dijual dalam rangka mengembangkan sektor wisatawan luar yang penasaran dengan kehebatan Gunung Tambora serta mencari sisa-sisa peradaban yang pernah dilahap akibat letusan gubung yang pernah menggemparkan dunia itu.

"Kondisi obyektif ini, jika ditangani oleh tangan terampil dan sosok kepala desa atau pun pengelola BUMDes yang amanah, tentu akan memberi peluang peningkatan ekonomi yang ada di Desa Piong," ucap Agus yang merupakan warga asli asal Kelurahan Mande, Kota Bima itu.

Sementara ini, dia berharap tempat wisata yang luar biasa indahnya ini, perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung yang bisa menarik perhatian pengujung dan kenyamanan pendukung. 

"Untuk tahap awal mungkin bisa dihadirkan tempat sanatau arau Baruga sekitar 3 unit dan juga tempat ibadah atau musholat serta kamar ganti pengunjung yang tak ada sama sekali di area pemandian ini," tutur dia. 

Dia menambahkan, pihak Pemdes Piong atau pihak Pemda bisa menganggarkan banguanan tersebut hingga secara bertahap bisa ditingkatkan dan dikembangkan lagi dalam konsper kreatifitas usaha pemandian dan juga sisi ekonomi lainnya seperti selfi dalam kolam, budi daya ikan dan yang lainnya. 

"Saat ini kawasan Wisata Mata Air Tampuro bisa dibilang "masih perawan", karena  Pemerintah enggan mengembangkan dan melirik sebagai satu destinasi yang bisa meningkatkan perekonomian warga di sini," tutup pemuda yang mempersunting gadis asal Kecamatan Sanggar itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item