Aksi KAKI Depan Pemkab, Kadis PUPR Jadi "Preman" dan Dipolisikan

Aksi koboy Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima depan kantor Bupati Bima, Senin, 5 Februari 2018. METROMINI/Agus Gunawan
KOTA BIMA - Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menggelar unjuk rasa depan kantor Bupati Bima, Senin, 5 Februari 2017. LSM KAKI mendatangi Kantor Bupati Bima, di Jalan Diponegoro, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima itu menyotori tentang proyek infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Bima yang diduga mengandung unsur korupsi.


Seorang pendemo, Syarif Alkisah mengungkapkan, kehadiran dia bersama rekan-rekannya dalam rangka menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, terkait proyek-proyek jalan yang diduga adanya masalah terhadap penyalahgunaan keuangan negara.

"Kami aksi dengan resmi mengajukan surat ke pihak Kepolisian atas nama LSM KAKI. Aksi ini menyorot berbagai hal kebijakan yang diduga menyimpang terutama pada proyek-proyek jalan di Kabupaten Bima," ujar Syarif, Senin, 5 Februari 2018 siang.

Dia menceritakan, di tengah aksi berlangsung. Perwakilan pemerintah yaitu seorang anggota Sat Pol PP mengabarkan bahwa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima akan datang dan menerima massa aksi.

"Sekitar jam 10:00 WITA pagi tadi. Saat tengah berorasi datang kabar dari seorang anggota Sat Pol PP yang memberitahu kami bahwa Kadis PUPR Kabupaten Bima (Ir. H. Nggempo-red) akan menemui para pengunjuk rasa," ujarnya. 

LSM KAKI yang melaporkan aksi koboy Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima depan kantor Bupati Bima, di SPKT Polres Bima Kota, Senin, 5 Februari 2018. FACEBOOK/Syarif Alkisah
Namun, sambung Syarif, kedatangan Nggempo yang menggunakan mobil hitam, secara tiba-tiba langsung lari dan menghampiri serta menunjuk para pengunjung rasa disaat dirinya sedang berorasi. Tak hanya itu, Syarif meengaku, Nggempo pun menarik kabel mix yang digunakan saat berorasi. Bahkan dia melontarkan kata-kata isi bernadakan penghuni 'kebun binatang'.

"Kehadiran Nggempo dengan mobil hitamnya dan langsung datang seperti orang yang naik pitam. Saat itu saya sedang berorasi. Lalu dia menarik kabel mix secara paksa. Dia pun lontarkan bahasa, se**n, an**ng dan maling ke kami. Terus, dia serang saudara Iskandar dan Andre sampai mencekik mereka berdua," ungkap Syarif sembari mengaku melihat langsung kejadian itu. 

Syarif pun mengaku, ada juga ASN dan diduga preman yang berusaha menyerang demostran saat aksi berlangsung. Aksi chaos berhasil ditenangkan oleh aparat yang mengawal jalannya aksi pagi tadi. Ia mengaku, tak menanda oknum terduga pelaku penganiayaan di luar aksi koboy yang dilakukan Kadis PUPR Kabupaten Bima, pagi tadi.

Dan dalam kasus ini, sambung dia, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak Kepolisian Resort Bima Kota atas dugaan penganiayaan dan penghinaan serta dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Kadis PUPR Kabupaten Bima dan dibantu juga oleh krononya.

"Untuk masalah penyerangan dan pencekikkan serta penghinaan terhadap kami saat aksi depan kantor Bupati pagi tadi. Kami sudah laporkan ke Kepolisian Resort Bima Kota. Pemberian laporan langsung dilakukan oleh para korban di ruangan SPKT," tandasnya.

ASN yang diduga melakukan penganiayaan terhadap aktivis LSM KAKI saat menggelar aksi unjuk rasa depan kantor Bupati Bima, Senin, 5 Februari 2018. METROMINI/Agus Gunawan
Seorang korban, Andre mengaku, saat dirinya menyampaikan orasi, tiba-tiba Nggempo langsung menarik mix yang ada padanya. Dia mngeku, Nggempo mencekik dan memukul dirinya beberapa kali dan mengenai bagian muka, punggung serta kepalanya.
"Saat saya menyampaikan orasi, tiba-tiba Ir. Nggempo langsung menarik mix saya. Pak Nggempo mencekik dan memukul saya beberapa kali hingga mengenai bagian muka, punggung dan kepala saya," ungkapanya.

Sementara itu, seperti di beritakan sebelumnya. Saat Kadis PUPR Kabupaten Bima, Ir. H. Nggempo yang datang ke Kantor Pemkab Bima dan menuding para aktivis LSM KAKI dengan berteriak adanya modus permintaan uang dibalik aksi ini. Membuat para ASN lain pun geram terhadap demostran. 

"Kamu ini yang minta uang Rp40 juta ke saya. Kurang ngajar. Ngak bisa dibiarkan mereka ini," lirih suara Kepala Dinas terlama di Kabupaten Bima itu (12 tahun-red) yang diabadikan dalam video milik Reporter Metromini, pagi tadi.


Dan terkait dengan adanya laporan polisi ini,  Pihak Kepolisian dan Kadis PUPR (Nggempo-red) masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item