Ambruknya Jembatan di Desa Boro, Pengguna Jalan Terpaksa Seberangi Sungai Saat Banjir

Kondisi warga yang melintasi jalan aletrnatif di tengah robohnya jembatan yang ada di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Selasa, 20 Februari 2018. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Semenjak amburuknya jembatan di Dusun Loka, Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima beberapa pekan yang lalu. Walau sudah dibuat jalan alternatif, namun, saat banjir datang, berdampak pada pengguna jalan yang melintasi jalan itu. Kondisi yang mencengangkan pun tampak terlihat saat warga atau siswa maupun pegawai setempat yang melintasi jalan tersebut.


Seorang pelajar SMAN 1 Sanggar, Ade mengungkapkan, ketika hujan dan banjir datang. Jalan alternatif yang dibuat tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua aapalagi roda empat. Terpaksa, jalan yang dialiri arus banji itu dipaksa untuk dilintasi jika tidak maka aktivitas menjadi terhambat. 

"Jalan alternatif yang dibuat di samping jembatan yang rubuh, terpaksa kami lewati saat arus banjir melanda. Jika tidak, kami tidak bisa melanjutkan aktivitas yang ada," ujar siswa asal Desa Piong itu, Selasa, 20 Februari 2018, sore tadi,  

Kondisi robohnya jembatan yang ada di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Selasa, 20 Februari 2018. METROMINI/Agus Gunawan
Ia mengaku, kalau hujan dan banjir seperti ini. Aktifitas untuk berangkat ke SMAN 1 Kore pasti terhambat, Kalau hujan dan banjirnya di pagi hari, sudah sudah pasti dia tidak melewati jalan alternatif yang dibuat itu. 

"Kami kuatir terseret arus, kalau memaksa melintasi jalan alternatif yang dibuat itu. Tapi kalau arusnya kecil, terpaksa kami lintasi juga," ucap dia. 

Seorang warga lainnya, Nur yang juga seorang ASN di salah satu UPTD di Kecamatan Sanggar mengeluhkan keadaan jalan alternatif yang digenangi arus banjir. Kata dia, keadaan warga semakin susah di tengah ambruknya jembatan di Desa Boro dan dialiri arus banjit pada posisi jalan alternatif yang sudah dibuat. 

"Kami merasakan sangat susah sekali transportasi di sini, semenjak jembatan di Desa Boro ini ambruk. Inilah keadaan kami sekarang. Untung saja hujan dan banjir datangnya di waktu sore. Coba hujan dan banjir setiap pagi hari, sudah pasti kami tidak bisa kerja," ungkap dia.

 Menurutnya, rntuk melewati jalan alternatif itu,  dirinya maupun warga yang lain harus menunggu hujan reda dan arus di jalan alternatif itu layak untuk dilewati. 

"Untuk melewati jalan alternatif ini,  kita harus menunggu hujan reda dan banjir kecil dulu. Kalau arusnya kencang maka kami menunggu dan tentu tidak berani kami lewat di situ," tutur dia.


Ia pun berharap, kepedulian dari Pemerintah Daerah baik di tingkat Kabupaten dan Provinsi NTB untuk memperbaiki jembatan yang rusak ini secepatnya. Sebab, akses jembatan di Desa Boro ini, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Sanggar.

"Kami sangat berharap kepedulian pemerintah untuk membuat jembatan darurat atau segera memperbaiki jembatan di Desa Boro yang ambruk ini," tandas dia. 

"Semoga saja dalam waktu dekat, pihak Pemda dapat melihat dan memperhatikan keadaan jembatan ini," tambah dan tutup warga asal Desa Oi Saro itu.
\
Di sisi lainnya, pihak Pemkab Bima yang dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi kembali terkait keluhan warga ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item