Banjir Jadi Cerita Duka Kembali di 4 Kecamatan di Kabupaten Bima

Banjir bandang yang terjadi di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Kamis, 22 Februari 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Serasa tak pernah putus ujian dari Allah SWT untuk wilayah Kabupaten Bima. Hampir setiap bulannya selalu ada berita duka dan musibah yang melanda.  Dua hari ini, Rabu dan Kamis tepatnya 21 dan 22 Februari 2018. Setidaknya 4 Kecamatan kembali dirundung banjir di Kabupaten Bima. Kecamatan itu adalah Kecamatan Belo, Sape, Lambu dan juga Kecamatan Langgudu.


Rabu, 21 Februari 2018, seorang warga melalui akun sosial media miliknya, Misda Soky Putry Afandi mengapload beberapa foto kejadian banjir bandang yang melanda Desanya tercinta, Desa Soki, Kecamatan Belo. Dia menyudutkan perbuatan tangan manusia, sebab bencana banjir bandang yang juga masuk ke rumah dan pemukiman warga di Desa Soki dan Desa Ncera. 

"Ini semua karna perbuatan tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sampai-sampai aib bah berkeliaran di pemukiman warga ncera, dan sekitarnya, di Kecamatan Belo. Ya Allah, Lindungilah Hamba-hambaMu dan Sadarkan orang-orang yang serakah. Dengan musibah ini semoga tidak ada korban jiwa. Aamiin," tulis dia seraya menaruh do'a keselamatan atas musibah yang terjadi di kampungnya.

Banjir bandang yang terjadi di Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu, 21 Februari 2018. METROMINI/Dok
Tak di Desa Soki, di Desa Ngali, Kecamatan Belo lainnya pun terjadi bencana banjir bandang. Seorang warga, Arie Sndy, Rabu kemarin malam pun  mengaku terjadi banjir di wilayah Kampo Tolo, Desa Ngali. Sementara  Mukhlis Budiansyah yang menambahkan 3 foto tentang banjir bandang pun melanda di wilayah Desa Jia, Kecamatan sape, Rabu, 21 Februari 2018 kemarin.


Senada dengan warga lainnya asal Kecamatan Sape, Bang Subhan mengungkapkan, petani bawang di So Lewi Bajo, Desa Parangina, Kecamatan Sape pun harus merugi akibat banjir bandang yang melanda wilayah mereka.

"Sungguh ini adalah bagian dari pada ujianMu ya Allah, Semoga kita semua (korban banjir) petani bawang So Lewi Bajo, Desa Parangina, Kecamatan Sape masih diberikan ketabahan dan tentunya ikhlas atas apa yang menimpa," gumam Bang Subhan, kemarin malam.

Banjir bandang yang terjadi di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Rabu, 21 Februari 2018. METROMINI/Dok
Setelah di Kecamatan Belo dan Sape, warga di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima pun mengeluhkan keadaan banjir bandang yang terjadi di kampungnya. Aco Melayu mengatakan, selama musim hujan, kampung atau tempat tinggalnya tak ubahnya seperti perkampungan terapung.

"Kerap Kali tiap musim hujan tiba lingkungan ini ubahnya perkampungan terapung.  Luapan dan genangan air sudah menjadi tamu spesial dan bukan hal baru di balik ketidakprihatinan pemerintah desa dalam menghadirkan solusi. Saluran sungai yang telah di persempit. Salah siapa?," tukas Aco.

Banjir bandang yang terjadi di Desa Jia dan Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Rabu, 21 Februari 2018. METROMINI/Dok
Setelah banjir yang terjadi di hari Rabu (21/2/2018). Kamis, 22 Februari 2018 pun banjir bandang kembali melanda Desa Karumbu, Kacamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Sedikitnya ada 5 RT dan wilayah persawahan warga yang menjadi sasaran banjir bandang yang melanda Kabupaten Bima bagian selatan itu.

Seorang pemuda Karumbu, Iskandar mengaku, menjelsankan, 5 RT yang teremdam banjir bandang adalah RT. 21, RT. 10, RT. 12, RT 15 dan RT 16, Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Kamis, 22 Februari 2018,

Akibat banjir ini,  kata dia,  sebagian areal persawahan milik warga pun rusak parah. Desa Karumbu dihantam banjir bandang sekitar pukul 14:00 WITA. Tingginya tanggul pun roboh dihantam arus banjir yang ada di Pukesmas Desa Karumbu. Akibatnya, luapan air pun merembet hingga ke pemukiman warga. 

"Dan ada juga rumah warga yang hanyut terseret arus dan beberapa rumah yang keadaannya rusak parah. Selain itu, 8 ekor kambing dan seekor sapi mati akibat musibah ini," ucap dia.

Ternak warga yang mati akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Kamis, 22 Februari 2018. METROMINI/Dok
Ia mengatakan, besarnya arus banjir yang melanda Desa Karumbu pun merusak akses jalan yang menghubungkan Desa Karumbu dan Desa Rupe. Dan rencananya, tanggul yang ada di samping Puskesmas Langgudu itu akan kembali dibongkar oleh warga. 

"Kami besok akan melakukan pembongkoran tanggul yang keberadaannya tidak berguna di Pukesmas Langgudu itu. Akibat keberadaan tanggul itu pun menghalangi arus sungai. Dan akibat kejadian ini, untuk korban jiwa manusia, syukurnya tidak ada," tutup dia.

Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi terkait penanganan dini pasca terjadi bencana banjir bandang yang melanda di 4 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bima itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item