Direspon Dispar NTB, Bangunan Hibah itu Dikelola Pokdarwis

Bangunan hibah dari Dispar Provinsi NTB ke Pokdarwis Danatraha di Pantai Lawata, Kota Bima. METROMINI/Azhar
KOTA BIMA - Polemik bangunan yang dihibahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Danatraha di Pantai Lawata, Kota Bima akhirnya ditanggapi pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima.


Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kota Bima, Masdar Ali, menjelaskan, oknum pegawainya yang mengaku berita acara penyerahan bangunan untuk Pokdarwis Danatraha sebagai formalitas dan atas anama saja itu tidak paham tentang bantuan hibah.

"Tidak hanya dia (oknum pegawai-red), saya juga sebenarnya memiliki pemahaman yang sama seperti itu. Karena memang pada saat diserahkan, Kami tidak mendapatkan penjelasan yang detail mengenai gedung yang dihibahkan," jelas Masdar Ali, Sabtu, 3 Februari 2018.

Menurutnya, gedung yang dihibahkan untuk Pokdarwis Danatraha itu terletak di bawah jembatan Pantai Lawata yang sebelah timur. Bangunan besar yang dibuat dengan anggaran sekitar Rp200 juta akan dimanfaatkan sebagai Pusat Informasi Tourisme atau Tourism Informasi Center (TIC).

"Dalam waktu dekat ini akan kami serahkan kuncinya pada Pokdarwis yang ditunjuk," lanjut Masdar Ali.

Mengenai air bersih, sambung dia, memang dulu Pokdarwis Danatraha diminta untuk mengajukan proposal karena anggaran untuk pengeborannya sudah ada. Namun, setelah dilakukan survey geolistrik oleh Bappeda, ternyata sumber air di Pantai Lawata itu tidak ada.

"Akhirnya, anggaran senilai Rp200 juta itu ditarik kembali oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB," tandas dia. 

Ia menjelaskan, Ada 4 bangunan baru yang dibangun pemerintah di kawasan Pantai Lawata. 3 bangunan yang menghadap ke barat merupakan bangunan yang dibangun Dinas Pariwisata Kota Bima dan Dinas PUPR Kota Bima. 

"Sementara satu bangunan lain yang ada di sebelah timur jembatan Lawata adalah bangunan Hibah dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB," terangnya.

Mengenai air bersih, sambung dia, memang dulu Pokdarwis Danatraha diminta untuk mengajukan proposal karena anggaran untuk pengeborannya sudah ada. Namun, setelah dilakukan survey geolistrik oleh Bappeda, ternyata sumber air di Pantai Lawata itu tidak ada.

"Akhirnya, anggaran senilai Rp200 juta itu ditarik kembali oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB," tandas dia.

Di sisi lainnya, menurut Ketua Pokdarwis Danatraha, Ihsan Iskandae, pasca diberitakannya soal bangunan hibah tersebut, dirinya mendapat kondirmasi dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Menirit pihak provinsi sudah diberikan penjelasan kepada Dispar Kota Bima bahwa pengelolaan bangunan itu tidak bernilai formalitas tapi akan dimanfaatkan oleh Pokdarwis Danatraha.

"Setelah dikonfirmasi oleh Dispar Provinsi NTB ke pihak Dispar Kota Bima baru jelas tentang status bangunan hibah tersebut. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan penyerahan kunci agar bangunan tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana peruntukkannya yang semestinya," tandas dia. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item