Eksa Hadir, Blokir Dibuka. "Pekerjaan DAM Sape Tak Permanen, Warga Ancam Blokir Jalan Lagi"


Pemblokiran jalan negara di Desa Parangina, Kecamtan Sape, Kabupaten Bima. Warga menuntut perbaikan DAM Sape, Rabu, 7 Februari 2018. FACEBOOK/Salahuddin Al Ayyubi
KABUPATEN BIMA - Petani asal Kecamatan Sape kembali meluapkan kekecewaannya atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bima. Pasalnya, kondisi DAM Sape yang rusak parah diterjang banjir bandang lalu, hingga kini belum juga dilakukan upaya perbaikan. Sebelumnya, aksi menyampaikan aspirasi atas kondisi DAM Sape telah disampaikan warga di depan kantor Kecamatan Sape.


M. Saleh, Korlap pemblokiran jalan negara di Desa Parangina, Kecamtan Sape, Kabupaten Bima. Rabu, 7 Februari 2018. METROMINI/Gejod
Alhasil, hingga Rabu, 7 Februari 2018 keadaan DAM Sape yang juga belum diperbaiki. Mengundang sikap reaktif warga mengajukan aspirasi dan tuntutan perbaikan DAM Sape dengan  memblokir jalan negara. Sejak pagi tadi hingga pukul 16:00 WITA, jalan negaga yang terletak di Desa Parangina atau dekat lokasi DAM Sape diblokir ratusan orang warga.

Kordinator Aksi, M. Saleh mengaku, keberadaan DAM Sape merupakan fasilitas vital dalam menunjang kehidupan petani yang ada di sana. Pasalnya, irigasi sawah atau lahan pertanian di Kecamatan Sape sangat tergantung pada kondisi DAM Sape. Jika kondisinya rusak, tentu akan berdampak pada irigasi lahan pertanian warga.

Untuk itu, kata dia, kerusakan DAM Sape yang berdampak pada macetnya irigasi di lahan pertanian milik warga harus segera diperbaiki. Jika tidak, warga akan mengalami gagal panen pada musim ini. 

"DAM Sape ini sudah menjadi nafas bagi irigasi pertanian yang ada di Kecamatan ini. Kondisinya yang rusak diterjang banjir lalu pun berdampak pada pengaliran air yang tidak maksimal ke lahan pertanian kami. Harapannya kepada pemerintah harus segera diperbaiki," ujar M. Saleh, Kordinator Aksi pemblokiran jalan di Desa Parangina, Rabu, 7 Februari 20128.

Saleh menegaskan, pemblokiran jalan yang dilakukan dirinya bersama ratusan petani lainnya akan dibuka setelah tuntutan warga agar pemerintah menghadirkan alat berat dan memulai perbaikan di DAM Sape. Alhasil, sekitar pukul 16:02 WITA, eksavator yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bima langsung bekerja dan beroperasi di  DAM Sape. Komitmen warga pun dipenuhi dan pemblokiran jalan telah dibuka kembali. 

Eksavator diturunkan di DAM Sape menjawab pemblokiran jalan negara oleh warga di Desa Parangina, Kecamtan Sape, Kabupaten Bima, Rabu, 7 Februari 2018. METROMINI/Gejod
Pantauan Metromini, sepanjang 1 KM kemacetan terjadi baik dari lintasan Sape menuju Bima atauun sebaliknya dari aksi pemblokiran jalan ini. Dan saat ini, setelah eksavator beroperasi di DAM Sape, pemblokiran jalan telah dibuka dan arus lalu lintas berjalan normal seperti sedia kala. Tampak pula dari Polisi dan TNI mengawal aksi pemblokiran jalan ini.

Tak hanya sampai di situ. M. Saleh melanjutkan, pihaknya berharap perbaikan di DAM Sape berjalan permanen. Dan jika hanya sekedar formalitas atau pekerjaan perbaikan macet-macetan, pihaknya pun akan kembali melakukan pemblokiran jalan lagi.

"Akan ada aksi lanjutan jika memang perbaikan DAM Sape tidak dilakukn secara permanen oleh pihak Pemkab Bima. Karena sebelum ini, tuntutan masyarakat kepada pemerintah tentang perbaikan permanen DAM Sape ini sudah disampaikan sejak tahun lalu, Namun tak pernah direalisasi," jelasnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bima dalam hal menanggapi aspirasi masyarakat ini, masih dikonfirmasi kembali. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item