Gara-gara Dirjen Didemo Mahasiswa, Alasan Kabid Nolnya Anggaran di Bidang Holtikultura

Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima, Sahrial, SP. METROMINI/Agus Gunawan
KABUPATEN BIMA - Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima, Sahrial, SP mengaku, tidak ada kegiatan dan program pada bidang yang dinahkodainya itu. 

Pasalnya, hal ini disebabkan karena dampak dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa serta ada oknum anggota DPRD Kabupaten Bima yang melaporkan ke KPK maupun ke Kementrian Pertanian pada tahun 2017 lalu.

"Pada tahun 2018 ini, Bidang Holtikultura pada Distanbun Kabupaten Bima tidak ada sama sekali kegiatannya. Program di bidang saya nol untuk tahun ini. Sebabnya, di tahun 2017 lalu, ada oknum anggota DPRD dan adek-adek kita yang sekolah di Jakarta yang mengadakan demo. Mereka demo di KPK maupun melaporkan ke Direktorat Jenderal Holtikultura di Kementrian Pertanian," ungkap Sahrial, Rabu, 7 Februari 2018.


Kata dia, akibat keadaan itu tentu berimbas pada masyarakat khusus kaum petani yang ada di Kabupaten Bima. Dirinya menyayangkan apa yang dilakukan oleh para mahasiswa di tahun lalu. Seharusnya, sambung dia, mahasiswa asal Bima yang kuliah di Jakarta itu berpikir Panjang untuk tidak melakukan hal ini. 

"Semestinya mereka oknum anggota DPRD maupun mahasiswa yang kuliah di Jakarta berpikir panjang dulu tentang memberikan laporan ke kiri dan kanan. Karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat banyak," tukasnya.


Kata dia, perjuangan yang dilakukan oleh bidangnya sama sekali tak berarti sejauh ini. Ia pun menekankan, agar adik-adik mahasiswa mau berpikir panjang untuk tidak ikut-ikutan, karena dampaknya merugikan daerah sendiri. 

"Kalau selalu dilaporkan tentu akan berdampak pada hilangnya anggaran dari pusat untuk Kabupaten Bima. Yang rugi juga daerah kita sendiri. Dan program yang rencananya akan diberikan untuk kita, ternya sudah dianggarkan atau diberikan kepada daerah lain," ungkap dia.

"Janganlah seperti itu terus. Karena kita juga sebagai kepala bidang tidak lepas dari perjuangan untuk menghadirkan anggaran dan program ke daerah. Apalah arti perjuangan kami sejauh ini, kalau adik-adik masih seperti ini," keluh dia menambahkan.

Menurutnya, yang jelas di tahun ini, tidak ada program satu pun di Bidang Holtikultura. Upaya lobi anggaran pun sudah dilakukan, tapi pihak Dirjen Holtikultura Kemetrian Pertanian sudah terlanjur sakit hati.

"Bidang kami tidak ada program apa-apa, No Besar. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami sudah cukup melobi namun perasaan Pak Dirjen terlanjur teluka. Sepanjang Kepala Dirjen Holtikultura yang sekarang tidak diganti. Tentu takkan ada anggaran dan program dari pusat khusus bidang holtikultura di Kabupaten Bima," tandasnya.

Ia sangat berharap kepada aktifis dan LSM agar bisa membantu memberikan keyakinan kepada Dirjen Holtikultura untuk bisa mengalokasikan anggaran untuk Kabupaten Bima. 

"Kami imohon kepada mahasiswa, aktivis atau LSM untuk bisa memberikan masukan kepada Mentri Pertanian atau Pak Dirjen Holtikultura. Bantu kami menyakinkan mereka agar program untuk kabupaten bima kembali diberikan," ungkapnya.

"Kami pada prinsipnya semua ini demi masyarakat. Sejauh ini kami masih mengupayakan agar anggaran pusat bidang Holtikultura kembali dapat diberikan pada tahun 2018 ini," tandasnya menambahkan.

Sementara itu, pihak terkait dalam pemberitaan ini, masih dikonfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item