H. Man: Saya dan Umi Ferra Bukan Orang Pusat, Tapi Mengerti Keinginan Masyarakat



Calon Wali Kota Bima, H. A. Rahman di acara pengukuhan Tim Pemenangan di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu, 3 Februari 2018. METOMINI/Agus Gunawan
KOTA BIMA - Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon MANuFER (H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalia), Drs. H. Maskur mengungkapkan, sosok MANuFER dalam perjuangannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bima didukung oleh Tokoh Agama yang tersebar di Kota Bima.

"Selain KH. Gani Masykur dan juga KH. Muhammad Hasan (Abu Kasimo). Ada 154 orang Tokoh Agama atau Alim Ulama di Kota Bima yang ikut menjadi bagian pemenangan pasangan MANuFER," ucap Mantan Sekda Pemkab Bima itu, di Kelurahan Ntobo, Sabtu, 3 Februari 2018 kemarin.


Maskur pun menjelaskan, selain 3 Partai Politik (Parpol) pengusung yaitu PDIP, Partai Demokrat dan PKS. Sebenarnya ada lima Partai lain yang mendukung MANuFER. Partai-paratai tersebut adalah Partai Perindo, Partai Idaman, PPP Kubu Djan Farid, Partai Garuda dan PSI.

Kata dia, mendukung Pasangan MANuFER yang merupakan kedua sosok orang terpandang di Kota Bima. H. A. Rahman yang lahir dari Keluarga Besar H. Abidin (Saudagar ternama) dan Umi Ferra yang merupakan putri dari Sultan Bima (Alm. Putra Kahir) adalah sebuah kebanggaan bagi semua pihak di dalamnya demi mempersiapkan pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat Kota Bima.

"Mendukung pasangan MANuFER tentu tidak akan membuat kita menjadi malu. Keduanya merupakan putra dan putri dari dua keluarga besar yang terpandang di Bima pada umumnya. Lihatlah senyuman mereka. Itu ciri khas dari keduanya," tandas H. Maskur sembari meminta para Tim Pemenangan tak menanggapi isu-isu yang beredar dalam suasana Pilkada ini.

Apa Kata H. Man di Kelurahan Ntobo?

Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman dan Hj. Ferra Amalia (MANuFER) saat mengukuhan Tim Pemenangan MANuFER, di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu, 3 Februari 2018. METOMINI/Agus Gunawan
Saat pengukuhan Tim Pemenangan di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Calon Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE  mengungkapkan terharu dan bangga dengan sambutan warga di Kelurahan Ntobo. Perasaan itu, pun menuai janji Wakil Wali Kota Bima saat ini. Kata dia, antusiasme warga di Kelurahan Ntobo akan dibalas dengan pembangunan yang berkali-kali lipat di Kelurahan itu. 

"Sungguh luar biasa sambutan hangat warga dan keluarga besar saya di Kelurahan Ntobo ini. Catat, di hari Sabtu (3/2/2018) jam 3 sore ini, jika nanti saya terpilih, saya akan membangun Kelurahan Ntobo ini berkali-kali lipat. Pegang janji saya. Bila lupa gedor kantor dan rumah saya. Ingatkan janji saya ini," tegas H. Man.

"Dan siapa yang mengingatkan saya? Adalah Tim Relawan yang ada di Ntobo ini yang akan mengetuk pintu rumah dan kantor saya. Jika saya lupa, Gedor saja. Inilah pentingnya keberadaan Tim Relawan yang tidak hanya berjuang untuk menang, Tapi bersama membangun Kota Bima ke depan," terang dia menambahkan.


Selain itu, H. Man pun mengapresiasi Ketua Parpol Pengusungnya yang rela menjadikannya sebagai Calon Wali Kota bersama Umi Fera. Bayangkan, kata dia, dilihat dari ideologis, garis perjuangan dan rekam jejak politik. Jarang pernah terjadi, PKS yang Religius bergabung dengan PDPIP yang Demokratis ditambah hadirnya Partai Demokrat yang berjina Nasionalis Religius. 

"PKS dan PDIP dipusat dan diberbagai daerah yang menggelar Pilkada selalu menjadi rivatilas. Tapi, kedua partai ini sungguh luar biasa dan tertanam dalam hati kecil saya atas kepercayaan mereka mendukung MANuFER untuk menjadi Wali dan Wakil Wali Kota Bima selanjutnya," imbuhnya.

Acara pengukuhan Tim Pemenangan MANuFER, di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu, 3 Februari 2018. GOOGLE/www.oborbima.com
Dia mengungkapkan, sebenarnya bukan masalah banyak dan tidaknya dalam mengusung Pasangan Calon (Paslon). Perjuangan itu butuh kebersamaan dan kekompakkan. Kecil tapi kuat dan bersama-sama berjuang tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal.

"Sesungguhnya siapa yang menjadi Wali dan Wakil Wali Kota Bima sudah tercatat di Lauful Mahfudz. Hanya saja kita harus terus berjuang dan berikhtiar hingga jangan sampai mudah goyah hingga hari pemilihan di tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Semoga, nama yang tercatat di aras Allah itu adalah H. Man dan Umi Ferra untuk pasangan kepemimpinan di Kota Bima selanjutnya," jelas H. Man penuh harap dalam ketegasan pidatonya.

Sentilan aya guyonan H. Man pun terlontarkan dengan ungkapannya yang mengaku bangga menjadi orang bima dan tak perlu menjadi orang pusat untuk membangun bima. Kata dia, memang mungkin dirinya dan Umi Ferra tidak terlalu cerdas. Namun, dia mengaku bahwa mereka sangat paham dan mengerti tentang keinginan dan kebutuhan masyarakat. 

Sejauh ini, kata dia, pemerintah sudah memberikan karya pembangunannya yang terbaik. Di Manado saja, butuh satu setengah tahun untuk bisa pulih pasca banjir bandang terjadi. Di Kota Bima, tiga kali banjir bandang, enam bulan keadaan sudah normal dan terkendali.

"Saya bangga jadi orang Bima. Saya tidak perlu jadi orang pusat untuk membangun bima ini. Saya dan Umi Ferra mungkin tidak cerdas. Tapi, kami mengerti apa yang dibutuhkan warga Kota Bima. Kami pun telah bekerja. Daerah lain butuh waktu lama, Kota Bima dihajar banjir bandang tiga kali, emam bulan sudah pulih kembali," ujarnya.

"Saya korbankan jabatan demi kepentingan di hari akhirat kelak. Kami memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat kota bima ini," lanjut dia.


Ribuan warga di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima di acara pengukuhan Tim Pemenangan MANuFER, Sabtu, 3 Februari 2018. GOOGLE/www.oborbima.com
Dia mengaku, walau berasal dari Keluarga Besar H. Abidin dan juga Umi Ferra dari Kesultanan Bima. Tentu takkan ada artinya jika tanpa keihlasan warga dalam memenangkan MANuFER di Pilkada 2018 ini.  Dan pastinya, setiap nama yang berjuang dalam kemenangan ini akan terukir dan tersimpan jelas dalam lubuk hati H. Man dan Umi Ferra.

"Kami ini tidak ada artinya tanpa keihlasan hati bapak/ibu dalam perjuangan du Pilkada ini demi mambangun kota bima.  Bukan untuk saya atau Umi Ferra. Dan setiap relawan serta loyalis MANuFER tentu menjadi garda pembangunan selanjutnya. Bantu kami dan pintu rumah saya selalu terbuka. Kika masih ada tamu, saya tetap akan mendengarkan, kecuali saat saya di luar daerah saja," terang H. Man.

Dia menambahkan, terkait dengan adanya polemik dibalik program dan dana pusat di Kota Bima. Dia pun mengaku itu bukan program Pemerintah Kota atau program dirinya. Tapi, dia menegaskan program-program pusat itu bukan pula program calon lain  atau hasil lobi dan pengklaiman. 

"Program Keluarga Harapan (PKH), Dana Cash For Work Rp10 miliar pasca banjir yang Rp500 ribu per KK, uang rehabilitasi dan rekonstruksi yang Rp166 miliar dari pusat bukan hasil lobi atau program calon lain. Masyarakat jangan ada yang mau ditipu dan bisa dibayar. Memang itu bukan program pemerintah kota atau program saya. Tapi, yang jelas itu bukan program atau hasil lobi calon yang lain," tandasnya.

Saat ini, sambung dia, pemerintah sedang menyelesaikan pekerjaan seluruh jalan di Kota Bima. Kondisi perbaikan jalan sudah sampai 80% dan tersisa 20% saja. Jika infrastruktur dan sarana publik ini selesai. Pada fase selanjutnya, pemerintah akan mensejahterakan masyarakat. Dia merinci, akan ada bantuan benih/bibit bagi petani, pupuk yang disubsidi oleh pemerintah daerah dan kelompok tani mendapat alat pertanian gratis dari pemerintah.

"Semua itu bisa dilakukan dan sementara ini pemerintah masih menyelesaikan jalan. Kemudian akan mensejahterakan rakyatnya. Jalan tinggal 20% saja. Nanti petani dan warga lainnya kita bantu. Kita punya uang," urai H. Man. 

"Dan jika ada yang bilang APBD lebih besar belanja aparatur sampai 62% ketimbang belanja modal. Apa memang bisa kita potong pendapatan pegawai. Coba saja potong, kalau ngak calonnya dikejar ama pegawai yang ada. 62% itu sudah hak pegawai dan Dan alokasi belanja modal yang 38% itu jauh lebih tinggi dari standar belanja modal senilai 25% dalam aturan keuangan," pungkas dia menambahkan. 

Terakhir, H, Man pun mengungkapkan, dirinya ingin membangun  Rumah Sakit yang representatif di Kota Bima. Agar warga Kota Bima tidak harus berangkat rujuk ke Lombok atau Bali jika mengalami penyakit yang cukup parah. Dokter-dokter muda yang ada di Bima, akan diberangkatkan untuk menjadi spesialis. 

"Kita harus punya Rumah Sakit yang representatif dalam memberikan pelayanan yang prima untuk warga Kota Bima. Dokter muda yang ada sekarang kita spesialiskan. Dan semua ini dapat terwujud tentu dengan dukungan dari warga kota bima demi keberlanjutan pembangunan yang ada saat ini," tutup Wakil Wali Kota Bima dan dan mantan Anggota DPRD Kota Bima selama masing-masing dua periode itu. (RED | ADV)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item