H. Man Singgung Kartu QURMA dan Curhat Saat Dirinya Jadi Wakil Wali Kota di Penaraga

H. A. Rahman H. Abidin, Wakil Wali Kota Bima saat ini yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bima periode 2018-2023 saat berpidato di Kelurahan Penaraga, Minggu (25/2/2018). METROMINI/Agus Mawardy
KOTA BIMA - Ada jargon yang baru dari Pasangan MANuFER, Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin dan Hj. Ferra Amalia. jargon itu adalah Satu Hari dijawab MANuFER, Satu Jiwa dibalas LANJUTKAN dan Satu Suara ditanggapi dengan pekikan suara MENANG.

Semangat jargon baru itu menjadi pekikan suara yang terdengan lantang dari mayoritas kaum hawa yang hadir di acara silaturahmi dan pengukuham Tim Pemenangan Pasangan MANuFER di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, Minggu, 
Februari 2018 sekitar pukul 11:00 WITA.

Saat pemberitan sambutan yang disampaikan Calon Wakil Wali Kota Bima, Hj. Ferra Amalia menyebutkan bahwa samnbutan warga di Kelurahan Penaraga sungguh luar biasa. Kondisi ini diluar ekspektasi dirinya yang mengira kursi dari 20 lokal terop itu tak terisi warga.

"Namun, kursi-kursi yang terisi full dan terisi yang sekitar 75% adalah kaum dan Tim Gender atau Tim Wanita MANuFER. Untuk kehadiran dan semangat ibu-ibu dan adik-adik gadis yang manis di Kelurahan Penaraga. Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih," ucap Dae Ferra, sapaan akrabnya singkat saja.

Pantauan Metromini, dalam kegiatan pengukuhan tim MANuFER di Kelurahan Penaraga ada sebanyak 1164 (seribu seratus enam puluh empat) relawan pendukung yang terbagi dalam 12 Tim Pemenangan MANuFER.

Dalam kesempatan sambutan usai Umi Ferra menyampaikan sekapur sirih pada warga yang ada di acara itu. H. A Rahman H. Abidin mengaku, dirinya yang sejak sholat subuh berjamaah di Masjid Baitul Hamid warga dan melakukan kegiatan gotong royong serta makan di rumah warga di Kelurahan Penaraga.

Kondisi ini, kata dia, sungguh hal yang menggugah hatinya. Kebaikan warga di Penaraga ternyata jauh dari apa yang dia duga. Semangat dan percaya mendapat suara kemenangan di Kelurahan Penaraga pun di pekikkan H. Man atas kondisi yang terjadi di acara yang dilangsungkan di jalan yang terletak sebelah utara dari Masjid Baitul Hamid Raba itu. 

Pasangan MANuFER, Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin dan Hj. Ferra Amalia. METROMINI/Dok
Pria yang dikenal kuat berpidato dan daya ingatnya mengatakan, pada kegaitan gotong royong pagi tadi. Dia sempat mendatangi langsung ke enam warga Penaraga yang rumahnya hanyut terbawa arus banjir bandang di Desember 2016 silam/ Dia pun menyampaikan permohonan maaf dan memeluk para penyandang tuna wisma yang berlaskan tikar dan tarpal hidupnya terhitung sudah belasan bulan itu.

Dihadapan pemilik rumah atau para tuna wisma di Penaraga. Secara langsung H. Man menyampaikan maaf dan mengklarifikasi tentang keterlambatan bantuan dari pemerintah terhadap para korban banjit yang tumahnya terseret arus banjir itu.

"Bukannya kami tak mau langsung mengganti sekitar 6 rumah yang terseret arus banjir.  Namun di tengah jumlah rumah warga yang sekitar 85 jumlahnya mengalami nasib yang sama tentu akan melahirkan kecemberuan sosial di tengah para korban banjir ini," ucap dia.

"Dan tahun 2018 ini. Di Kelurahan Penaraga ada sekitar 138 rumah warga yang akan dilakukan pembedahan dan ini bukan korban banjir. Sementara rumah korban banjir yang ada di Kelurahan Penaraga akan dibantu semua. Pemerintah saat ini mendapatkan sekitar Rp160 lebih miliar dari pemerintah pusat untuk memperbaiki rumah-rumah warga serta melakukan relokasi pada rumah pada titik-titik yang akan digunakan bagi kegiatan normalisasi yang ada di eilayah bantaran sungai di Kota Bima," jelas H. Man, sapaan akrab sosok yang sedang curi dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Bima saat ini.

Kegiatan MANuFER di Kelurahan Penaraga, Minggu (25/1/2018) kemarin. METROMINI/Dok
Ia mengatakan, akhir-akhir ini ada yang mengatakan bahwa kartu QURMA manis yang dibagikan saat Pilkada di tahun 2013 yang mengantarkannya sebagai Wali Kota Bima bersama kakaknya H. Qurais yang menjabat sebagai Wali Kota Bima saat ini. Kata dia, untuk fisik kartu, pihaknya tidak pernah menjanjikan bahwa itu sebagai alat tukar pelayanan. Namun, ada 5 janji Qurma Manis yang tertera di kartu itu sebagai bahan untuk diingatkannya pasangan Qurma bila lupa menjalankan janjinya.

"Dan dari kelima kartu seperti pelayanan kesehatan gratis. Bagi yang tak ada kartu BPJD. Khusus untuk pelayanan di Puskesmas se Kota Bima. Warga tinggal membawa KTP saja dan diberikan pelayanan secara gratis. Sedangkan yang lainnya sudah terpenuhi. Dan yang menjadi catatan dalam program pemberian layanan hukum atau pengacara Kota Bima, itu dikhususkan pada warga yang sedang menjalankan sengketa di wilayah hukum perdata saja," pungkasnya.

MANuFER saat mendatangi Kelurahan Penaraga di tanggal 6 Januari 2018 bulan lalu. METROMINI/Dok
Dia menambahkan, dalam hal santunan kematian. Silahkan bagi pihak keluarga yang salah satu keluarganya meninggal dunia. Datangi kantor Pemkot Bima dan pertanyakan dana santunan kematian yang sudah dialokasikan Rp1 juta kalau ada warga Kota  Bima yang meninggal dunia. 

Diakuinya, memang ada pengambilan biaya seperti di SMA dan SMK terhadap siswa. Kondisi ini yang sedang dirinya bersama Wali Kota Bima mencarikan solusi agar janji politik sebagaimana yang tertera di kartu Qurma Manis itu tuntas dan lunas dilakukan hingga akhir masa jabatan dia bersama Wali Kota Bima di tahun 2018 ini.

Ia pun sempat curhat di kala pidatonya yang semakin diminta oleh warga untuk terus dilanjutkan. H. Man mengisahkan saat dirinya menjadi Wakil Wali Kota Bima ditahun 2010 silam/ Setelah H. Qurais menjadi Wali Kota Bima dan menggantikan almarhum mantan Wali Kota Bima, H. M Nur A. Latif. Untuk pemilihan wakilnya dilakukan pemilihan oleh DPRD Kota Bima, termasuk ada Dae Ferra saat itu. 

Dalam proses yang terjadi, kata dia, H. Qurais saat itu belum menginginkan dirinya sebagai pendampingnnya melainkan Si Fulan (disebut namanya dengan jelas oleh H. Man). Kondisi dirinya yang juga terkenal sebagai legislator vokal di era kepemipinan Almarhum Nur Latif selama dua periode bersama. Dia pun membulatkan tekadnya ingin menjadi Wakil Wali Kota Bima.

"Bersama istri tercinta, Umi Badra. Kami pun pertama mendatangi Ibunya Mutmainnah, anggota DPRD Kota Bima saat ini. Selaku kakak sulung kami dan meminta restu di sana. Saya cium tangan dan sujud di Umi Ndari dan Bismillah, saya bersama Istri berangkat ke rumah H. Qurais," ucap dia.

"Dan sesampai di kediaman Wali Kota Bima. H. Qurais berpesan kepada saya. Kata kakak saya itu, ada satu hal yang perlu dijaga oleh kita. Orang tua kita, H. Abidin H. Ibrahim adalah orang yang cukup terpandang di Kota Bima. Saya harap kamu jangan sekali-kali mempermalukan nama besar orang tua kita," sahut H. Man yang menirukan suara kakaknya saat meminta diri mendamping H. Qurais sekitar 7 tahun lebih yang lalu itu.

Pasangan MANuFER, Calon Wali dan Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin dan Hj. Ferra Amalia. METROMINI/Dok
Ia melanjutkan, di tengah dirinya ingin menjadi pemimpin. Dia pun kerap berdoa kepada Allah hingga saat ini di tengah masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bima. "Ya Allah, tuntun dan tunjukilah saya sebagai pemimpin yang baik. Pemimpin yang dicintai warga dan akan diiringi dengan lautan air mata jika saya meninggal dunia nantinya," imbuh H. Man dengan nadanya yang cukup perasa.

Dia mengatakan, dalam sebuah ajaran yang diperolehnya. Sesungguhnya, tidak akan masuk surga seorang pemimpin yang sengaja membiarkan rakyatnya hidup dalam kemiskinan. "Saya takut Bapak/Ibu sekalian. Jika saya menjadi pemimpin dan membiarkan masyarakat Kota Bima dalam kondisi dan dihantui wajah kemiskinan yang luput dari perhatian kami sebagai pemimpin di Kota ini," ucap dia.

Sebagai putra lokal yang lahir di Keluraha Pesisir atau Kelurahan Tanjung. H. Man merasa bangga tumbuh kecil hingga besar di Kota Bima. Dia merasa sangat mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan sudah banyak mengenal karakter warga di Kota Bima. Dalam sisi pembangunan, lanjut dia, akan beda pendekatan yang dilakukan di wilayah timur dan barat di Kota Bima ini.

"Jika wilayah barat adalah kawasan bisnis, properti dan penguatan sektor ekonomi berbasis usaha perdagangan. Di wilayah timur Kota Bima adalah wilayah pertanian dan irigasi serta wilayah kawasan penyanggah dan agro wisata. Tentu kedua wilayah ini akan sangat berbeda bentuk pembangunan yang dilakukan," jelas dia.

Untuk itu, di tengah pembicaraannya yang mengangkat tema tentang Rastra, PKH, dana Cash For Work Rp500 ribu pasca banjir bandang akhir tahun 2016 lalu. Dia meminta tidak perlu dipolemikkan secara terlalu. Tentunya, kata dia, kebenaran dan kebohongan akan ada waktu yang menjawab segala kisah yang sebenarnya yang terjadi.

"Tak perlu berpolemik dan berbalas pantun. Mari kita gelar Pilkada di Kota Bima dengan perasaan yang riang gembira," tutup dia. (RED) 

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item