Keluhan ASN di RSUD Bima. Soal Selingkuh Pegawai Lalu, Sikap Bupati Dipertanyakan?


Tim Akreditasi saat mengunjungi RSUD Bima beberapa waktu yang lalu. GOOGLE/www.mediantb.com
KABUPATEN BIMA - Di tengah geliat pembangunan gedung dan sarana infrastruktur di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Keluhan pun disampaikan seorang Aparatur Sipil Negara yang berstatus PNS di sana.

PNS yang mengaku bernama Rahmat dalam akun palsunya kepada Redaksi Metromini mengungkapkan, terkait dengan penerimaan pegawai sukarela kondisinya sudah over kapasitas. Dan kata dia, saat ini, lebih banyak pegawai sukarela dibandingkan dengan PNS di RSUD Bima. 

Diakuinya, perekrutan pegawai sukarela ini dilakukan tanpa tanpa tes dan dilakukan secara tertutup. Dalam hal ini, sambung dia, Bupati cenderung tutup mata. Kalau pun ada tes itu dilakukan. Kapan pegawai sukarela ini dilakukan pengujian dan pada tahun berapa?

"Jumlah pegawai sukarela lebih banyak dari pada PNS yang ada di RSUD Bima saat ini. Dan patut pula dipertanyakan, kapan tes rekruitmen itu dilakukan. Dan kondisi ini, Bupati Bima cenderung tutup mata," ucap Rahmat yang ternyata seorang PNS berjenis kelamin wanita di RSUD Bima itu, belum lama ini kepada Metromini.

Dia menjelaskan, mereka yang masuk pegawai sukarela, rawan kepentingan pribadi dan politik. Aturan pegawai sukrela pun tidak pernah dilakukan evaluasi dalam setiap tahunnya. Selain itu, menurut PNS yang telah lama mengabdi di RSUD Bima itu mengungkapkan soal pembayaran jasa pelayanan yang tidak adil.

"Lebih besar pendapatan staf struktural yang duduk di ruangan ber-AC dibanding perawat yang kerja keras menghadapi masyrakat. Selain itu, ada juga oknum pegawai sukarela yang diberi wewenang penuh untuk memegang suatu kegiatan yang krusial. Apa sudah sesuai dengan aturan?," pungkasnya.

Iklan layanan umum oleh Direktur RSUD Bima. GOOGLE/www.bimakini.com
Dia menambahkan, tentang rencana pengadan mesin ct scan. Kondisi ini, kata dia, sumber daya manusianya sdh ada. Memang, diperlukan dokter khusus pembaca dan operatornya. Dan pengadaan ini pun, diharapkan kepada wartawan untuk menelusuri lebih jauh. 

"Di RSUD Bima, sudah menjd pembicaraan di antara pegawai bahwa orang paling berkuasa hanyalah direktur dengab salah seirang kepala ruangan. Masalah lainnya, adanya pegawai yang mengambil obat di luar kewajaran dalam jumlah yang banyak. Konon kabarnya, didasarkan atas arahan direktur. Apa kondisi ini tidak berpotensi kebocoran?," tukas dia penuh tanya.

Dia mengatakan, ada juga kebobrokan lainnya tentang seorang oknum sukarela yang memimpin atau mengepalai seorang PNS. "Kondisi ini terjadi di RSUD Bima," ucap dia yang tak menjelaskan situasi persih kepemimpinan oknum Sukarela terhadap PNS dalam pengakuannya ini.

Ia pun menambahkan, dari info terbaru yang diperolehnya. Sepasang ASN di salah satu dinas langsung diperintahkan oleh Bupati untuk dibuatkan SK pindah pada haru itu juga. Sepasang PNS itu diduga melakukan perselingkuhan. 

"Oleh Bunda Ratu, langsung dibuatkan SK pindah terhadap sepasang ASN yang diduga selingkuh pada salah satu dinas," kata dia.

Bangunan RSUD Bima, di Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. GOOGLE/www.kampung-media.com
Sementara, sambung dia, sebagaimana diberitakan salah satu media lokal di Bima tentang dugaan perselingkuhan Kasubag TU berinisial N dalam status masih istri orang lain dengan suami orang yaitu Kepala Ruangan Operasi, sampai sekarang tidak diapa-apakan.

"Kasubah TU yang diduga selingkuh dengan Kepala Ruangan Operasi sampai sekarang masih dibiarkan menjabat oleh Bupati. Dan kabar perselingkuhan mereka, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di RSUD Bima. Tapi, mereka tidak diapa-apakan oleh Bupati," tukas dia. 

Sementara itu, atas dugaan perselingkuhan itu pun, Sumber Metromini mengaku tidak memiliki bukti foto atau yang lain. Namun, dugaan perselingkuhan itu pun, diakuinya sudah diketahui banyak orang yang bekerja di RSUD Bima. 

Atas adanya sorotan dan keluhan oknum PNS di RSUD Bima tersebut. Direktur BLUD RSUD Bima, drg. H. Ihsan masih dalam proses konfirmasi. Demikian pula dengan pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan ini masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item