Manuver Oknum Dispar Kota, Diduga Kibuli Pokdarwis Danatraha

Berita Acara Serah Terima hibah barang berupa sebuah bangunan yang ada di Lokasi Pantai Lawata, Kota Bima kepada Pokdarwis Danatraha. METROMINI/Dok
KOTA BIMA - Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Danatraha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Ihsan Iskandae mengungkapkan, seorang pegawai di Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima mendatanginya. Oknum pegawai itu datang dan menyodorkan secarik kertas untuk ditandatangani.

"Dalam surat tersebut tertuang nomenklatur tentang Berita Acara Serah Terima hibah barang berupa sebuah bangunan yang ada di Lokasi Pantai Lawata, Kota Bima," ucap Ihsan, Jum'at, 2 Februari 2018 semalam. 

Kata dia, dalam berita acara tersebut, nilai hibah yang digelontorkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB tertuang nilai bangunan yang ada di Pantai Lawata yang akan diserahkan ke Pokdaewis Danatraha dengan anggaran hampir dua ratus juta rupiah.

Ihsan melanjutkan, kemarin sore, ia mendatangi kawasan wisata andalan di Kota Bima itu. Sedianya, Ihsan ingin melihat bangunan yang dimaksud sebagai pemberian hibah oleh Dispar NTB. Saat itu, ia menemui seorang pegawai dari Dinas Pariwisata Kota Bima yang kini tinggal di dalam kawasan wisata Pantai Lawata. 

"Saat ditanya bangunan yang mana yang dihibahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB untuk Pokdarwis Danatraha, Lelaki yang bernama Suhardin itu menjawab bahwa surat yang ditanda tangani Pokdarwis Danatraha beberapa waktu lalu itu hanyalah formalitas belaka," ungkap Ihsan yang merasa kaget mendengar pernyataan Suhardin itu.

Kata dia, pengakuan Suhardin ternyata pemberian hibah itu hanya formalitas belaka. Sebenarnya, melanjuti pernyataan Suhardi, tidak ada bangunan yang akan diserahkan ke Pokdarwis Danatraha. 

"Bangunan yang ada saat ini sudah saya tempati. Salah satunya untuk berjualan dan tempat tinggal saya bersama keluarga," ungkap Ihsan yang meniru pernyataan Suhardin,

Ihsan melanjutkan, info dari Suhardin itu pun menjadi agenda rapat mendadak Pokdarwis Danatraha. Pihaknya pun mencoba mengkonfirmasikan ulang Suhardin via handphone-nya agar bisa didengar oleh anggota Pokdarwis yang lain.  Hasil konfirmasi pun mendapat jawab yang sama. 

"Ia mas, itu hanya tanda tangan saja," kata Ihsan yang meniru pengakuan Suhardin, semalam.

Ternyata, Ihsan mengungkapkan, hal yang serupa juga pernah terjadi pada awal tahun 2017 lalu, Saat itu Pokdarwis Danatraha diminta untuk mengajukan proposal untuk pengeboran air bersih di kawasan Pantai Lawata, Proposal ini atas permintaan Dinas Pariwisata Propinsi NTB. 

Akhirnya, lanjut dia, ddiuga anggaran untuk item kegitan itu pun cair. Namun hingga kini, pengeboran air bersih dimaksud belum terealisasi. Pihak Pokdarwis pun tak lagi dikabari atau dikonfirmasi lebih lanjut oleh Dinas Pariwisata, baik di Kota Bima maupun yang di Provinsi NTB.

Sementara itu, terkait dengan kekecewaan Pokdarwis Danatraha yang sebenarnya adalah pihak penerima bangunan hibah dari Dispar Provinsi NTB, pihak Dispar Kota Bima atau pun oknum yang mengklaim bangunan di Pantai Lawata itu masih dikonfirmasi lebih lanjut oleh Reporter Metromini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item