Pembangunan Pasar Desa dan Gedung BUMDes Dinilai Gagal di Rupe-Langgudu


Kondisi pembangunan Pasar Desa di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. METROMINI/Iron Mawansyah
KABUPATEN BIMA - Pemeliharaan atau pembangunan Pasar Desa dan Gebung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima dinilai gagal oleh tokoh pemuda di Desa Rupe.

Menurut pemuda yang enggan dituangkan namanya itu mengaku, pembangunan pasar desa yang panjangnya 75 Meter dan lebar 5 meter menelan anggaran Rp90.000.000. Anggaran ini diambil dari Dana Desa (DD) di tahun 2017 lalu. Dan pihak pelaksananya adalah Pemerintah Desa Rupe.

"Pembangunan pasar ini kami nilai gagal. Kami tidak habis pikir, pembangunan pasar desa yang diambil dari dana desa sebesar Rp.90 juta sampai sekarang belum selesai pembangunannya," ujar pemuda bergelar sarjana pendidikan itu, Selasa, 13 Februari 2018.

Plank pembangunan Pasar Desa di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. METROMINI/Iron Mawansyah
Kata dia, dari volume yang ditetapkan sebelumnya. Yang dikerjakan lebih kurang sebelas meter saja. Pasalnya, kegiatan pembangunan ini akan dikerjakan kembali  pada ADD tahun 2018 ini. Ia pun mempertanyakan tentang bangunan Gedung BUMDes saat ini. 

"Dulu tempat Gedung BUMDes sekarang, pernah diajukan untuk dijadikan tempat jualan kopi atau buat bengkel oleh pemuda. Akan tetapi, pihak pemerintah desa mengatakan tempat itu adalah milik PT. Mutiara yang ada di Desa Karumbu. Dan pengakuan pihak Pemdes, kalau ingin digunakan silakan meminta dulu di PT. Mutiara," ujarnya.

Gedung BUMDes di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. METROMINI/Iron Mawansyah
Ia melanjutkan, di tengah pengakuan milik PT. Mutiara. Lucunya, pihak pemerintah desa malah memakai tempat itu untuk pembangunan gedung BUMDes sakarang. Dan sampai saat ini, belum jelas statusnya, apakah pihak desa sudah meminta ke PT. Mutiara sehingga tempat tersebut dijadikan gedung BUMDes milik Desa Rupe?

"Kejanggalan tentang status gedung BUMDes yang pembangunannya pun terbengkalai itu pun masih dipertanyakan warga. Kalau pemuda ingin gunakan untuk bengkel, diminta ijin dulu ke PT. Mutiara. Sementara pihak desa sudah membangunnya untuk gedung BUMDes," jelasnya.

Dan terkait dengan sorotan warga ini. Pihak Redaksi masih mengkonfirmasi lebih lanjut ke pihak pelaksana Pasar Desa dan Gedung BUMDes termasuk ke Pemerintah Desa Rupe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

Iklan Ideal Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

item