Pemuda di Kabupaten Bima Sesalkan Penanganan Konflik Oleh Polres Bima


"Ditanya Penanganan, Kapolres Bima Minta Foto Kejadian"

Screen status Facebook, Harmoko, Minggu, 25 Februari 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Pemuda di Kabupaten Bima yang masuk dan menjadi aktivis di Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) Bima, Harmoko menyesalkan cara penanganan konflik seperti yang terjadi di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Minggu, 25 Februari 2018.

Ia menilai bahwa langkah pihak Kepolisian yang dilakukan jajaran Polres Bima sangatlah lamban. Tak hanya lamban, Polres Bima tidak pernah serius mengamankan konflik yang terjadi. di Kabupaten Bima secara maksimal.

"Kabupaten bima tidak akan bisa aman dalam hal konflik manakala model penanganan konflik tiba masa tiba akal. Maksud saya adalah suruh dulu terjadi perang atau harus ada dulu korban baru aparat polisi turun ke lokasi. Kondisi ini yang terjadi pada konflik antara dusun di Desa Tangga (Dusun Tangga Baru vs Dusun Tanjung Baru)," ungkap dia.

Baca: Desa Tangga Baru Bergejolak, Tiga Rumah dan Satu Motor Warga Dibakar Massa

Dia menegaskan, dirinya bukan ingin mendiskreditkan aparat atau merasa tidak suka pada aparat penegakan hukum (baca: polisi). Hanya saja, dia ingin mengkritik tentang proses penanganan konflik yang lambat. 

"Kenapa saya mengatakan demikian. Karena sudah tahu baru-baru ini terjadi insiden di Desa Tangga Baru sehingga potensi konflik itu bisa membesar. Namun, pihak Kepolisian sepertinya tidak serius menangani persolan yang ada. Dan itu yang pertama," terangnya.

"Yang kedua masyarakat Kabupaten Bima rawan konflik. Jadi mesti harus diintensifkan dan harus dipetakan daerah yang rawan konflik terlebih dahulu. Baru setelah itu langkah apa yang harus dilakukan ketika polisi sudah memetakan daerah rawan konflik tersebut," sahutnya menambahkan.

Menurut dia, dalam pandangannya, tidak akan bisa ditanggulangi konflik di Kabupaten Bima kalau polisi harus ada masalah atau peristiwa konflik terlebih dahulu baru ada tindakan.

"Dan pada foto mobil polisi yang saya masukan dalam Facebook itu. Setelah beberapa rumah terbakar dan perang kampung sudah berhenti," tandasnya.

Screen status Facebook, Harmoko, Minggu, 25 Februari 2018. METROMINI/Dok
Dia mengatakan, sebenarnya kondisi konflik sudah sering terjadi seperti di Monta Dalam. Namun, Tradisi atau kebiasaan buruk warga ini tidak dijadikan pelajaran. "Sangat ironis aparat penegakan hukum Polres Bima itu. Dan kondisi ini perlu disikapi dengan serius," tegasnya,

Sementara itu, akun Facebook bernama, Putra Cempaka mengatakan, sudah tahu tradisi di Monta Dalam akan membalas dan konflik membesar jika terjadi pertikaian apalagi pembunuhan. "Kenapa polisi tidak memusatkan perhatianya ke Monta Dalam," tanya dia.

Baca: Diduga Maling Ternak, Seorang Pemuda Tewas Ditangan Massa Desa Tangga Baru

Kembali ke Harmoko. Menurutnya, memang benar Kapolsek Monta turun dan memantau aksi yang terjadi saat terjadi penyerangan. Namun, sumber daya Polsek tidak cukup mesti butuh banyak pasukan, Polsek Monta hanya 20 orang personilnya. Dia pun mengaku sempat menelepon Kapolres Bima. Lalu, kata dia, dijawab oleh Kapolres dengan menanyakan foto ke dirinya.

"Saya telepon Kapolres Bima sebelum kejadian. Dan ditanggapi Kapolres meminta foto kejadian. Ini kan tiba masa tiba akal namanya," ketus mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima itu. 

Sementara itu, Yhuni Putri Mukhdar Kirana mengomentari senada dengan yang disampaikan Harmoko. Dia membenarkan kalau polisi tunggu kejadian yang lebih parah lagi baru bergerak. 

"Hhhuuuufffttt payah... juga takut mati. Merekakan pelindung, klo polisi takut mati mending ngilang aja.. Nda usah ada saja di suatu negara," sindinya.

"Aaaiiiiihhhh bener2 muak.... harus ada korban jiwa dlu, hrus ada luka dan darah bru bisa ditangani... jdi jgn hrap laporan mau diproses klo blum ada darah dan luka," tambah dia yang merasa geram dengan sikap Kepolisian Polres Bima, di komentarnya pada status milik Harmoko.

Yhuni Putri pun mengaku, dirinya pernah mengalami tidak diresponnya laporan polisi yang dimasukkan ke Polres Nima. "Masukin laporan, tapi karena tidak ada yang terluka jadinya tidak diproses sama sekali. 

Di tengah sorotan para pemuda dan pemudi asal Kabupaten Bima itu, Kapolres Bima masih dikonfirmasi lanjut terkait kritikan ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item