Rohani di Kambilo dan Seorang Janda di Sie, Dua Wanita yang Sakit Parah Diacuhkan Pemda


Rohani Tamrin, warga Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Tak ada yang menginginkan hadirnya penyakit dalam kehidupan ini. Namun, potret dua wanita ini begitu menyayat hati. Bagaimana tidak! Berhari-hari dalam hitungan tahun kedua wanita ini hanya bisa terbaring lemah di atas kasurnya. 

Mereka adalah Rohani Tamrin dan seorang janda yang dikenal dengan nama Janda Aflan (40). Keduanya adalah penderita penyakit yang mengancam jiwanya. Pegiat sosial Amru mengatakan, Rohani Tamrin adalah warga RT. 12/05, Desa Kambilo, Kecamtan Wawo, Kabupaten Bima. Wanita yang telah menginjak kepala empat ini menderita pembangkakan yang cukup besar di wilayah perutnya. 

Saat ini, kata Amru, pihak keluarga sedang berupaya dalam menyembuhkan Ibu Rohani. Namun, terkendala biaya lagi-lagi, pengobatan terhadap Ibu Rohani tertunda. Rencananya, Ibu Rohani akan dirujuk ke RSUP Mataram untuk pengobatan di sana.

Namun, Amru mengaku, tingkat respon pemerintah daerah terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima sangat lamban dan terkesan kurang respek dengan warga yang menderita penyakit parah seperti Ibu Rohani. Dia berharap, pemerintah bisa membantu keadaan keluaganya yang tidak mempunyai biaya untuk berobat. 

"Kami telah melihat Ibu Rohani di Dusun Ronamasa, Desa Kambilo. Kondisinya sangat parah dan hanya bisa pasrah di atas tempat tidurnya. Upaya membantu korban saat ini hanya mengandalkan uluran bantuan dana dan apapun yang bisa membawa Ibu Rohani agar segera dirujuk ke RSUP Mataram," ucap pegiat Komunitas An Nuur, Kabupaten Bima itu, belum lama ini.

Janda Aflan (40) penderita kanker payu dara di Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Tak hanya Ibu Rohani. Seorang wanita berusia 40 tahun bernama Janda Aflan pun menderita kanker payu darah yang cukup parah di Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Menurut anak kandung korban, Ahmad menuturkan, dalam penyakit yang dihadapi ibunya, ternyata tidak pernah di bawa ke Pukesmas atau Rymah Sakit,

"Sakit yang dialami ibu saya tak pernah bawa ke Puskesmas apalagi ke Rumah Sakit. Sebabnya karena kami keluarga miskin dan tidak memiliki biaya apa-apa untuk pengobatan penyakit kanker payu dara yang dialami ibu sejak tahun 2015 lalu," ungkap Ahmad kepada media ini, Sabtu, 24 Februari 2018.

Dalam kesehariannya, kata dia, Ibu hanya bisa duduk dan baring di tempat tidurnya. Sementara, ayahnya pun telah meninggal dunia sejak dua tahun yang lalu. Ahmad berharap, ada pihak yang peduli dengan penderitaan yang dialami keluarganya. Lebih-lebih jika pemerintah bisa melihat kondisi keluarga Ahmad saat ini.

"Kami hanya bisa berdoa dan berharap agar ada pihak yang peduli dengan kesembuhan Ibu saya. Besar harapan saya, jika pemerintah pun mau membantu ibu saya," keluh dia dengan nadanya yang sumringah.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bima yang dalam hal ini menjadi domain dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, masih dikonfirmasi lanjut terkait dua orang ibu di Kabupaten Bima yang menderita penyakit yang cukup parah saat ini. (RED)
 

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item