TPA di Desa Waduwani Disorot FORMAP dan Meminta Bupati Hadir di Desa Waduwani

Forum Mahasiswa dan Pemuda (FORMAP) Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menyorot dan menggelar unjuk rasa tentang keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di So Padotuntu, Desa Waduwani, Kamis, 22 Februari 2018. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA -  Kordinator Forum Mahasiswa dan Pemuda (FORMAP) Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Gufran bersama belasan pemuda lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Camat Woha, Kamis, 22 Februari 2018. Mereka menyorot tentang keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di So Padotuntu, Desa Waduwani.

Aksi FORMAP yang menggunakan bajaj 3 roda disertai jenset dan pengeras suara itu mendapat pengawalan langsung dari pihak Kepolisian Sektor Woha. Menurut Gufran, hadirnya TPA di Desa Waduwani tidak sesuai dengan aturan. 

"Keberadaan TPA di So Padotuntu itu bertentangan dengan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkngn Hidup. Maupun UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah terutama pada pasal 22 tentang pengelolaan dan penanganan sampah yang ada," sebut Gufran, pagi tadi.

Kata dia, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kecamatan Woha dan Pemerintah Kabupaten Bima untuk menonaktifkan TPA yang berada di Desa Waduwani selama pembangunan TPA tersebut tidak sesuai dengan yang terkandung dalam regulasi yang berlaku di negara ini.

"Kami meminta kepada dinas-dinas yang bersangkutan untuk bertanggung jawab terkait dengn pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah (TPA) ini. Dan selama masih pembiaran seperti ini, kami masyarakat setempat akan memboikot TPA sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ancamnya.

Dalam aksi yang diawali dari rumah Korlap di Dusun Mekar Jaya itu. Massa aksi mengawali demonstrasinya dengan menggunakan bajaj dan menghadang mobil sampah tepatnya di depan SDN Inpres Waduwani. Mereka meminta mobil itu memutar arah kembali ke kantornya. 

Setelah menghadang mobil sampah, kemudian mereka melanjutkan orasinya di Desa Waduwani. Dan sekitar pukul 09:30 WITA, massa aksi baru menuju kantor Camat Woha dengan berjalan kaki di kawal oleh patroli Polsek Woha.

Forum Mahasiswa dan Pemuda (FORMAP) Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menyorot dan menggelar unjuk rasa tentang keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di So Padotuntu, Desa Waduwani, Kamis, 22 Februari 2018. METROMINI/Dok
Kembali menurut Gufran yang menyampaikan orasinya di depan kantor Camat Woha. Kata dia, keberadaan TPA saat ini adalah virus hyang mencemari wilayah dan lahan pertanian warga. Dan dampak dari virus itu, lanjut dia, bukan hanya semua warga Waduwani yang terkena dampaknya. Namun warga di desa-desa lain pun ikut merasakannya.

"Untuk itu, kami meminta tanggung jawab pemerintah kecamatan dan Pemkab Bima maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan dalam masalah ini," tandasnya.

"Apabila tuntutan kami tidak diindahkan. Maka kami akan melakukan boikot TPA sebagai tanda protes dan meminta Bupati Bima hadir di Desa Waduwani guna memberikan tanggapannya," tegas dia menambahkan.

Forum Mahasiswa dan Pemuda (FORMAP) Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menyorot dan menggelar unjuk rasa tentang keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di So Padotuntu, Desa Waduwani, Kamis, 22 Februari 2018. METROMINI/Dok
Sementara itu, Camat Woha, M. Chandra Kusuma yang sempat memberikan tanggapannya mengaku bahwa tugas pihak kecamatan hanya menyambungkan asprirasi warga yang ada.

"Tugas kami yaitu menyambungkan apa yang menjadi tuntutan massa aksi. Karena keputusan akhir ada di tangan dinas terkait (Dinas Lingkungan Hidup)," tuturnya singkat saja.

Dari aksi tersebut, pada hari Jum'at, 23 Februari 2018 akan ada pertemuan di kantor Camat Woha dalam membahas masalah sampah dan TPA di Desa Waduwani antara massa aksi dan pihak terkait dari Pemkab Bima. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item