Uang JasPel Ada di Kas Pemkab, Februari ini Akan Dibayarkan

Rumah Sakit Sondosia milik Pemerintah Kabupaten Bima. GOOGLE/www.medianusantaranews.wordpress.com
KABUPATEN BIMA - Keluhan uang Jasa Pelayanan (JasPel) dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) untuk tenaga medis di Rumah Sakit Sondosia milik Pemerintah Kabupaten Bima mendapat tanggapan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Sondosia, dr. H. Adiwinarko.


Menurt dr. Adi, sebelum menjelaskan soal uang JasPel, ia mengungkapkan soal gaji untuk dokter spesialis yang ada di RS. Sondosia. Diakuinya, penggajian dokter sepsialis diberikan oleh pihak Kementrian Kesehatan (KEMENKES). Dan tambah dengan insentif dari daerah sebesar Rp15 juta per bulan. 

"Gaji dokter specealis itu diberikan oleh Kemenkes. Dan setiap bulan ditambah insetif dari daerah di tahun 2017 lalu sebesar Rp15 juta per bulan. Dan di bulan Desember 2017 lalu sudah dicairkan," ungkap dia.

Sementara itu, gaji di bulan Januari 2018 memang belum keluar. Karna DPA saat ini masih menunggu tanda tangan Bupati Bima untuk pengesahannya. Ia pun mengakui adanya keterlambatan gaji dokter spesialis. Keadaan awal tahun seperti ini biasanya tetap ada keterlambatan gaji. Biasanya, dokter disuruh kerja dulu baru dibayar. 

Ia menambahkan, soal uang Jasa Pelayanan pun sebenarnya tidak ada masalah. Namun, soal keterlambatan terjadi karena ada permasalahan di ABDP Perubahan 2017 lalu.

"Kalau masalah uang jasa pelayanan memang terlambat karena APBD Perubahan diketok bulan November 2017 dan diajukan bulan Desember 2017 lalu. Akhirnya terlambat dan tertunda diberikan kepada para tenaga media," jelasnya. 

Kata dia,  Insya Allah dalam waktu dekat ini uang Jasa Pelayanan yang tertunda itu akan tetap dibayar bulan Februari 2018 ini. Untuk uangnya, saat ini masih ada di Kas Pemkab Bima. 

"Uang jasa pelayanan tetap diberikan pada Bulan Februai 2018 ini. Semua yang tertunda itu tetap kami bayar. Nilainya ada sekitar Rp190 juta. Mudah-mudahan bisa cair dengan segera dan uangnya bukan saya yang pegang. Uang itu masih di kas Pemda ko," pungkasnya.

Terkait dengan keadaan RSU yang kumuh dan kotor. Adi menjelaskan, kondisi RSU yang dikeluhkan warga dan terkesan tak terurus disebabkan karena adanya masalah anggaran yang minim di RS. Menurutnya, dana yang di kucurkan di Rumat Sakit masih terbatas. Selain itu, Struktur Organisasi juga sampai saat ini belum disahkan oleh Bupati Bima.

"Memang dana Rumah Sakit saat ini masih terbatas sekali,  Struktur organisasinya pun belum disahkan oleh Bupati. Isi strukturnya masih Plt semua. Nanti kalau strukturnya sudah definitif dan para Kepala Seksi (Kasi) juga sudah terisi, Tentu operasional RS akan berjalan dengan baik. Kondisi saat ini belum optimal memang," jelas dia via ponselnya, kemarin. (RED) 

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item