Warga Sering Blokir Jalan, Akhirnya Wakil Bupati Angkat Bicara

"Pengerasan Jalan di Baku Ada yang Longsor, Aspal di Nggelu pun Keropos"

Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan.M. Noer di ruang kerjanya di Kantor Pemkab Bima. METROMINI/Dok 
KABUPATEN BIMA - Blokir jalan. Cara ini sepertinya menjadi kebiasaan warga di Kabupaten Bima dalam menyampaikan aspirasinya. Tak ayal, mulai dari menuntut keadilan kasus kriminal, masalah ekonomi seperti persoalan pupuk bahkan menuntut perbaikan jalan pun warga terpaksa memblokir jalan.

Baca: Minta Perbaiki Jalan, Warga Blokir Jalan di Belo dan Wera

Menanggapi metode blokir jalanan umum oleh masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan mengomentari soal tersebut. Menurutnya, sesuatu yang harus menjadi bahan instropeksi aparatur di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. 

Peristiwa pemblokiran jalan seperti yang terjadi Sabtu, 3 Februari 2018 di Kecamatan Belo dan Kecamatan Wera. Dahlan mengaku langsung mengecek keadaan yang ada. Ia sengaja turun ke lapangan dan keliling di jalan-jalan yang menjadi sorotan warga akhir-akhir ini. 

"Saat terjadi pemblokiran jalan terkait tuntutan perbaikan oleh warga sudah dilakukan komunikasi dan diupayakan untuk segera dilakukan perbaikan. Saya pun sudah keliling melihat kondisi jalan yang rusak hingga ke wilayah Baku dan Nggelu di Kecamatan Lambu," ujar Wakil Bupati Bima usai apel gabungan di Kantor Bupati Bima, Senin, 5 Februari 2018, 

Dahlan menyebutkan, kondisi jalan memang banyak kondisi yang tidak layak. Saat dirinya berkeliling, kemarin. Kondisi jalan yang baru di bangun tahun kemarin dan mulai dilakukan pengerasan di Desa Baku, Kecamatan Lambu pun mengalami longsor. Sementara kondisi jalan yang sudah dihotmix tahun lalu di Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, kondisinya mulai keropos.

"Kalau jalan yang sudah diaspal dari Kecamatan Langgudu ke Kemcatan Sape tinggal sedikit saja yang belum dihotmix. Kondisi-kondisi jalan memang perlu dilakukan pengecekan secara intensif di Kabupaten Bima," paparnya.

Dia mengatakan, sebenarnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah saat ini,  Ia pun meminta kepada aparatur pada instansi terkat agar bergerak seluruhnya. Tidak saling menklaim bahwa jalan yang ada bukan menjadi kerjaan atau kewenangan Pemerintah Kabupaten Bima.

"Saya sudah tekankan pada saat apel gabungan tadi, Saya harapkan kepada semua aparatur di instansi terkait untuk bergerak sekarang juga. Tidak ada lagi alasan bahwa ini bukan tugas atau kewenangan kita. Bukan saatnya untuk saling mengklaim. Pokoknya harus bergerak semua, karena ini untuk masyarakat dan kemajuan daerah kita," pungkas pria yang berdomisili di Desa Tente, Kecamatan Woha itu.

Kondisi pemblokiran jalan oleh warga di Desa Lido, Belo, Kabupaten Bima, Sabtu, 3 Februari 2018. METROMINI/Dok
Dia menegaskan, kewajiban membangun Kabupaten Bima bukan menjadi tanggung jawab pribadinya melainkan seluruh lapisan aparatur pemerintah dalam setiap jenjang status yang ada di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima.

"Untuk membangun Kabupaten Bima bukan hanya tanggung jawab Bupati atau Wakil Bupati saja. Bukan aku, bukan kamu atau berlaku personal. Tapi, tanggung jawab kemajuan dan mensejahterakan masyarakat adalah tanggung jawab seluruh lapisan aparatur yang ada di lingkup Pemkab Bima," ujarnya.

"Mari kita sama-sama membangun Kabupaten Bima seperti harapan dan cita-cita Bupati Bima untuk membangun BIMA yang RAMAH," pinta dia  menambahkan.

Terkait dengan banyaknya permintaan dan aspirasi warga, Wabup melanjutkan, kegiatan Pemerimtah dalam hal menanggapi kondisi tersebut sudah dilakukan dalam bentuk yang sifatnya swadaya. Langkah itu sebagai respon langsung atas kepedulian pemerintah terhadap aspirasi warga yang ada saat ini.

"Kegiatan yang menjadi sorotan warga seperti perbaikan jalan, merupakan kegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bima. Saat ini, bersama anggota DPRD Kabupaten saat dilakukan secara swadaya dulu. Sebab,  kondisi keuangan di Pemkab Bima belum bisa berjalan yang disebabkan masih ada beberapa persyaratan administrasi yang diselesaikan. Kami melakukan itu demi merespon dengan segera kebutuhan dan aspirasi yang ada di masyarakat saat ini," tutur dia.

Wabub berharap, agar masyarakat saat ini tidak melakukan pemblokiran jalan lagi. Dan untuk membangun Bima yang RAMAH, harus mulai tertanam dalam sanubari warganya bahwa daerah ini adalah milik bersama yang di mana semua pihak memiliki kewajiban yang sama dalam merawat, mengembangkan serta memajukannya. 

"Mari miliki daerah ini, sebagai daerah milik kita bersama. Sifat dan sistim gotong royong harus dikedepankan dalam membangun Kabupaten Bima saat ini. Jangan sedikit-sedikit tutup atau langsung blokir jalan. Kasihan warga yang lainnya," tukas Dahkan.

"Bima yang RAMAH tidak semua harus menjadi beban pemerintah saja. Pemerintah ini tangannya cuma satu. Kalau masyarakat membantu tentu tangan pemerintah menjadi dua. Dan cita-cita mewujudkan Bima yang RAMAH akan segera tercipta di Kabupaten yang kita cintai ini," tutup Wakil Bupati di ruang kerjanya, pagi tadi. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item