Warga Sorot Kinerja Kepsek Inpres Waduwani

Kondisi kerusakan pada fisik SDN Inpres Waduwani, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kondisi SDN Inpres Waduwani yang terletak di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima  menuai sorotan warga, Amrin. Ia pun mempertanyakan kinerja seorang putra Desa Waduwani yang diduga tidak mampu merawat kondisi sekolah dalam keadaan fisiknya yang baik. 

Menurutnya, di sekolah tersebut. Kantor Kepala SDN Inpres Waduwani yang sudah termakan usia sangat membutuhkan perhatian dan perbaikan. Dia menilai Kepala Sekolah yang memang awalnya dimintai oleh warga Desa Waduwani (Ahmad H. Idris, S.Pd) ternyata tidak mampu menjawab harapan warga untuk menciptakan kondisi sekolah yang lebih baik.

"Kami sebagai warga di Desa Waduwani saudara mempertanyakan kinerja Kepala SDN Inpres Waduwani (Ahmad H. Idris, S.Pd) dalam tanggungjawabnya terhadap kondisi bangunan sekolah yang kesannya tidak terawat saat ini," ungkap Amrin, Sabtu (10/2/2018) kemarin.

"Dan pengangkatan Pak Ahmad sebagai Kepala Sekolah, awalnya memang atas permintaan warga Desa Waduwani untuk memimpin SDN ini. Harapannya agar cepat berkembang namun hasilnya sangat terlambat dan mengecewakan orang tua murid," tambah dia.

Kondisi kerusakan pada fisik ruangan Kepala SDN Inpres Waduwani, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. METROMINI/Dok
Amrin mengaku, di SDN Inpres Waduwani, masih adan beberapa orang siswa yang duduk di kelas VI dan belum mahir dalam membaca. Padahal, dalam beberapa bulan ke depan, siswa tersebut akan mengikuti ujian . 

"Dan siswa kelas yang belum bisa lancar membaca bagaimana dikategorikan pantas untuk menghadapi ujian nasional nanti. Dan kalaupun lulus, apa yang dikatakan oleh guru di SMP saat awal penerimaan  siswa baru nanti? Sungguh, di Desa Waduwani, sangat kurang melahirkan siswa terbaik saat ini," tegasnya.

Dia menambahkan, di sekolah tersebut, ada juga beberapa orang guru yang lahir di Desa Waduwani, Namun, kondisi saat ini, keberadaan mereka tentu mengecewakan warga di sini. 

"Pertanyaan kami sebagai warga. Apa gunanya gaji sertifikasi selama ini? Selalu menerima gaji sertifikasi tapi masih melahirkan siswa yang bodoh. Inikan kontradiksi," terangnya.

Dan tentang memperbaiki kondisi sekolah, kata dia, masalah ini menjadi bahan perbincangan warga di Waduwani. Dan warga berharap, dari keuangan yang masuk di sekolah seperti dana BOS walau peruntukkannya sudah ditentukan. Namun, ada upaya dari pihak sekolah tidak merenovasi total Tapi memperbaiki yang rusak dengan segera dan tidak menunggu kerusakan yang meluas dan selalu menunggu proyek yang masuk ke sekolah.

Di sisi lainnya, pihak Kepala SDN Inpres Waduwani, masih dalam proses konfirmasi di tengah dipublikasikan berita ini. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item