Bangkai Paus 9 Ton Terdampar di Gili Lebur, Lotim

Bangkai ikan paus yang terdampar di Pantai Kobra (Gili Lebur), Desa Kwang Rundun, Kecamtan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur,  Rabu, 28 Maret 2018 lalu. METROMINI/Dok
KABUPATEN LOMBOK TIMUR - Dua hari yang lalu, tepatnya Rabu, 28 Maret 2018, sekitar pukul 10:00 WITA di Pantai Kobra (Gili Lebur), Desa Kwang Rundun, Kecamtan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur telah ditemukan bangkai Ikan Paus sepanjang sekitar 9 meter oleh masyarakat setempat. 

"Warga menemukan bangkai ikan paus ini ketika hendak ke pantai. Kondisinya ikan sudah dalam kondisi mati dan membusuk. Posisi terdampar paus ini sebenarnya berada di tengah laut sekitar 500 meter dari bibir pantai. Bangkai paus terlihat karena kondisi air laut yang sedang surut,"  jelas Kapolres Lombok Timur, AKBP M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, Kamis, 29 Maret 2018, kemarin.

Kata dia, dan hari Rabu sore lalu, saat air laut sudah pasang. Bangkai ikan tersebut terbawa hanyut ke pinggir Pantai Kobra atau Gili Lebur, Ia mengatakan, keberadaan paus yang terdampar dalam kondisi mati tersebut, oleh Tim BPSDL (Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut) yang tiba di lokasi, Kamis kemarin, telah melakukan pemeriksaan.

"Dan dari hasil pemeriksaan tim untuk sementara menyimpulkan bahwa hiu tersebut sudah mati lebih dari seminggu. Dan penyebak kematian belum bisa dipastikan karna harus melakukan uji labolaturium," ungkap perwira polisi asal Kabupaten Bima-NTB itu.

Namun, sambung dia, untuk sementara, kematian paus diperkirakan karena usia, dan bisa juga karena sakit atau terpisah dari koloninya. Paus ini berjenis kelamin jantan dan diperkirakan bobot paus tersebut lebih kurang beratnya 9 ton dengan panjang lebih kurang 9 meter. 

"Diperkirakan pula usia paus ini sekitar 30 tahun," sebut dia,

Lanjut Eka, kondisi bangkai hiu sudah mulai membusuk. Dan sebagian isi perutnya sudah pecah. Sementara beberapa bagian tubuh dari ikan ini ada yang diambil oleh warga seperti ekor, sirip dan giginya. 

"Untuk menghindari menyebarnya penyakit dari bangkai dan darah ikan ini, tim memutuskan untuk mengubur bangkai paus tersebut karena sangat berbahaya bagi masyarakat," tandas mantan Kapolrs Bima itu. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

Instal Metromini di Android Anda

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

item