Beredar Video Konsultan Tim Lutfer "Berbau Kampanye Hitam", Tim MANuFER Tanggapi Sabar Saja

Wakil Wali Kota Bima, H. A. Rahman (Calon Wali Kota Bima). FACEBOOK/NeZzo Natsir II
KOTA BIMA - Dinamika politik dalam selimut momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali dan Wakil Wali Kota Bima periode 2018-2023 yang sedang berlangsung saat ini semakin memicu suasana yang menegangkan. Tak ayal, membangun saling serang antara Tim Paslon pun merebak di dunia maya. Konten ini pun tersaji dalam video pemaparan seorang konsultan politik dari Pasangan Calon H. M. Lutfi dan Feri Sofyan (Lutfer) yang viral saat ini di sosial media. (Tonton videonya di bawah)

Video yang menggambarkan adegan sosok Darussalam, Konsultan Politik Paslon nomor 2 yang memaparkan tentang kondisi politik di tengah konstituen pendukungan Lufi-Feri, beberapa waktu yang lalu. Ditengarai, video tersebut mengandung atau menebar hoax (informasi paslsu). Sentilan warganet pun menuding bahwa isi video itu memuat nada miring berbau kampanye hitam pun terendus dari bait-bait kata yang disampaikan mantan tim Qurma Manis di Pilkada 2013 lalu itu.

"Saya mau tanya ke Pak Daru. Berapa uang pak Lutfi dan Pak Feri yg diberikan kepada warga Kota Bima sehingga men-judge petahana (H Arahman) sebagai sosok yang Pelit bin Kikir. Bandingkan dengan apa yg didapat pak Lutfi selama menjadi anggota DPR RI yang konon THP nya mencapai Rp 300-400 juta sebulan. Belum lagi dana aspirasi. Tolong jelaskan dalam kampanye anda. Ketimbang anda menilai amalan orang lain...!," tulis Saptoto, dalam lini masa Facebooknya, Rabu, 28 Maret 2018.

Fakta yang dihimpun. Pidato politik yang berdurasi 2 menit 15 detik itu, secara garis besar berisikan, tentang keadaan pemimpin petahana yang menjurus pada pencalonan Wakil Wali Kota Bima (H. A. Rahman) sebagai Calon Wali Kota di Pilkada saat ini, yang diklam Darussalam telah terbukti tidak disukai masyarakat. 

Darussalam pun mengatakan dengan menggunakan bahasa daerah bima, bahwa masyarakat sudah jera memilih pemimpin petahana. "Pemimpin seperti ini tidak akan pernah menang. 46 persen warga kota menganggap petahana gagal menangani persoalan banjir," sebut dia.

Menurutnya, petahana pun dianggap gagal menangani persoalan kemiskinan yang semakin hari semakin membahayakan dan mengancam masyarakat di kota ini. "Pemimpin kota dianggap pelit hasil survey," ketus Darussalam yang tidak menyebutkan nama lembaga survey dalam sorotannya itu.

Konsultan Politik Tim Lutfi -Feri, Darussalam saat memaparkan atau memberikan pidatonya di hadapan warga pada gambar yang terscreen di video yang tengah viral di sosmed saat ini. METROMINI/Dok
Pada pidato di video itu pula, Darusalam mengklaim bahwa kesimpulan pidatonya merupakan hasil survei yang dilakukan pihaknya. Ia pun menanyakan pada warga yang hadir saat pertemuan itu soal tragedi banjir di akhir tahun 2016 lalu. 

“Ketika banjir 2016 lalu, pemimpin tidak ada di tengah-tengah masyarakat. Sakitkah perasaan warga? Ketika kemiskinan hadir di tengah masyarakat lalu pemimpin tidak datang menyelesaikan. Sakit atau tidak?”Tanya Darusalam yang disambut sahutan riuh konstituen yang kompak menjawab sakit.

Tanggapan pun merebak di sosmed terkait video itu. Kebanyakan warganet menyesalkan pernyataan yang berbau di luar fakta bahkan ada yang menudingnya sebagai kampanye hitam. Mestinya, menurut Erik, pernyataan politik yang disampaikan Darusalam harus disertai fakta dan data yang jelas, 

"Konsultan politik itu harus menyertai data yang jelas soal penanganan banjir dan kemiskinan yang diklaimnya pemerintah kota bima dianggap gagal. Padahal, data sebenearnya, Kota Bima dianggap sukses menangani banjir. Dan kini akan banyak daerah luar yang melakukan studi banding atas prestasi pemkot menangani banjir bandang lalu. Sementara soal kemiskinan pun sama, kota bima terendah angka kemiskinannya dari Kabupaten/Kota yang ada di NTB saat ini," jelas loyalis Dae Fera atau Calon Wakil Wali Kota dari H. Man itu.

Di sisi yang lain, Sekretaris Tim H. Man dan Umi Fera (MANuFER), A. Nasir, S Sos menanggapi bahwa terkait beredarnya video yang mendiskreditkan H. Man itu, pihaknya menanggapi dengan kepala dingin. 

"Sabar saja,...Mereka bicara saya tak turun saat banjir karena mereka tak melihat, tak menyaksikan, ada Allah SWT yang maha tau atas segala yg dilakukan hambanya. Masih itu yg kau ucapkan memadamkan "jiwa kami"," sahut dia dalam akun Facebook miliknya yang bernama NeZzo Natsir II, pagi tadi.

Di sisi yang berbeda, pengamat politik dan juga seorang akademisi dari kampus STISIP Mbojo Bima, DR. Syarif Ahmad, S.Sos, M.Si mengatakan, dalam polemik ini, ia mempersilahkan pihak yang dirugikan dengan video itu untuk melaporkan pada pihak yang berwenang. Laporan atau pengaduan bisa disampaikan ke Panwaslu Kota Bima. Sehingga, masalahnya segera diselesaikan sesuai aturan yang main dan aturan hukum berlaku.

"Soal apakah itu bagian dari kampanye hitam, tergantung sungguh dari isi kontennya. Kalau sudah memfitah, menebar kebencian dan lain sebagainya tanpa didukung dengan fakta dan data, tentu pastinya sudah termasuk dalam kategori kampanye hitam dan itu melanggar aturan," papar Doktor alumni Universitas Indonesia itu, pagi tadi.

Syarif menjelaskan, jika isi pidatonya hanya ingin mendongkrak calon yang diusung lalu kemudian menurunkan elektabilitas calon lain, tanpa memfitnah dengan menyertai bukti dan data. Hal itu masih dalam kategori kampanye negatif. "Di dalam negara demokrasi seperti Amerika misalnya, kampanye negatif itu hal lumrah. Yang tidak lumrah itu kampanye hitam," ungkap dia,

“Silakan melaporkan ke Panwaslu jika dianggap kampanye hitam,” sarannya menambahkan.

Syarif juga mengatakan, penyelesaian masalah video tersebut, bisa oleh tim pasangan yang merasa dirugikan. Bisa pula penyelesaian di tingkat Panwaslu. “Kalau Tim merasa dirugikan silakan melapor. Itu namanya delik aduan. Selain itu, Panwas juga jangan tidur dan harus peka pada situasi dan fakta dari setiap peristiwa poltik yang berkaitan dengan Pilkada," sentil Syarif. 

Sementara itu, Konsultan Politik dan atau Tim Paslon Lutfi-Feri masih dimintai tanggapannya terkait dengan pemberitaan ini. (RED)

________________
Klik videonya:








Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN BACALEG DPRD KOTA BIMA

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Iklan Ideal Karaoke

Balon Anggota DPRD Kabupaten Bima

item