Cekcok Berujung Ipar Ditikam Hingga Tewas di Desa Diha-Belo

Kondisi rumah kasus penikaman hingga tewasnya seorang pemuda di Desa Diha, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu, 27 Maret 2018 malam. METROMINI/Dok
KABUPATEN BIMA - Kasus kekerasan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) masih saja mewarnai potret kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Bima. Kali ini, Rabu, 27 Maret 2018 ,sekitar ba'da maghrib atau pukul 19:00 WITA, kejadian mengenaskan dialami salah satu keluarga di Desa Diha, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Sumber Metromini mengatakan, Desa Diha merupakan desa pemekaran dari Desa Ncera. Tepatnya di RT. 04/02, Desa Diha, kabar menghebohkan warga sekitar pun mencuat. Pasalnya, seorang pemuda yang bernama Sumitro (20), dikabarkan tewas akibat ditusuk kakak iparnya sendiri, Abk (30).

"Korban diketahui bernama Sumitro (20). Korban meregang nyawa usai ditikam kakak iparnya sendiri yang berinisial Abk (30). Kejadian ini berlangsung di kediaman Amati atau rumah orang tua korban, di RT. 04 Desa Diha. Waktu kejadiannya sekitar ba'da maghrib tadi," ucap seorang warga asal Desa Ncera kepada media ini, Selasa (27/3/2018) malam.

Ia menceritakan, informasi yang dihimpunnya, awalnya korban menegur ipar dan kakak perempuannya yang terlibat cekcok. Di tengah percekcokan pasangan muda itu, tiba-tiba pelaku terlibat cekcok dengan Sumitro pas keduanya membahas soal parang. Pelaku yang menanyakan parang miliknya kepada Sumitro atau adik iparnya ternyata menyebabkan ketersinggungan yang berujung terjadi pertikaian di antara keduanya. 

"Desas-desus yang terdengar awalnya, korban menegur kakak dan iparnya yang terlibat cekcok. Dan oleh pelaku atau iparnya pun terlibat cekcok dengan Sumitro saat keduanya membahas parang milik pelaku kepada korban," ungkapnya. 

Korban Sumitro yang meninggal dunia akibat ditusuk oleh iparnya di Desa Diha, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu, 27 Maret 2018 malam. GOOGLE/www.porosntb.com
Di tengah percekcokan yang terjadi, sambung dia, kemungkinan di antara keduanya menggunakan bahasa yang agak kasar, Diduga pula, karena tak puas mendapat jawaban dari adik iparnya. Pelaku memukul korban dan sempat ada perlawanan sehingga terjadi perkelahian antara pelaku dan korban. 

"Di tengah perkelahian keduanya itu, secara spontan pelaku lari masuk ke dalam rumah untuk mengambil pisau dan langsung menikam punggung kiri adik iparnya itu. Korban mengalami pendarahan hebat. Kejadian itu sempat dilihat oleh orang tua korban dan sempat mengejar pelaku atau menantunya itu," tutur Sumber menceritakan sebab kejadian naas tersebut.

Kata dia, warga lainnya yang melihat Sumitro terkapar, langsung membawanya ke Puskesmas Ngali. Namun sayangnya, belum sampai di Puskesmas Ngali, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke sana. 

"Pendarahan hebat yang dialami korban, menyebabkan Sumitro menghembuskan nafasnya yang terakhir sebelum tiba di Puskesmas Ngali," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Polsek Belo, IPDA. I Kadek S membenarkan adanya kasus kekerasan dengan menggunakan sajam yang berujung meninggalnya seorang korban. Kapolsek mengungkaokan, pasca kejadian, pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian dan sudah dibawa ke Polres Bima oleh Anggota piket di Polsek Belo.

"Pelaku sudah diamankan ke Polres Bima untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini, kondisi keamanan di Kecamatan Belo, khususnya di Desa Diha dan Desa Ncera dalam keadaan kondusif," tutup Kapolsek dikutip dari salah satu media online di Bima. (RED)

Post a Comment Komentar Umum

emo-but-icon

IKLAN CALEG DPR RI

Iklan Ideal Family Karaoke

Berita Terbaru

Fans Page Metromini

Instal Metromini di Android Anda

Suara Anda

item